fbpx
Pasang iklan

Waspadai ‘Pemilih Hantu’, Prabowo Imbau Pendukung Agar Siaga di TPS

Gema, Jakarta – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengimbau para pendukungnya agar menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari pencoblosan pilpres 2019. Imbauan tersebut diungkapkan Prabowo untuk mewaspadai ‘pemilih hantu’.

“Saudara-saudara sekalian, jaga TPS, jaga suara rakyat. Waspada terhadap nanti pemilih-pemilih hantu yang akan nyoblos. Coba dicek, cek semua kotak suara itu, harus kosong dulu sebelum mulai pemilihan,” kata Prabowo di acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Jalan Wijaya I no 81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu, 13 Januari 2019.

Prabowo juga memberikan ucapan terima kasih kepada para pendukungnya. Dia meminta agar seluruh pihak mampu bekerja sama dalam perhelatan pilpres 2019 nanti. Dia juga mengimbau pendukunnya untuk mewaspadai kecurangan yang ada di TPS.

“Jadi saudara-saudara, terima kasih perjuanganmu, terima kasih dedikasimu. Tolong turun 94 hari ini kerja keras semuanya. Masing-masing menggalang kekuatan kemudian di TPS masing-masing jaga itu TPS karena memang salah satu kelemahan bangsa kita, kita harus koreksi bangsa kita, kelemahan bangsa kita ini adalah jangankan usaha-usaha besar, kadang-kadang main sepakbola tingkat kecamatan aja mau curang,” ujar Prabowo.

Prabowo juga berpesan kepada para pendukungnya agar turut mengawal TPS, karena menurut Prabowo dari TPS lah nasib bangsa lima tahun kedepan ditentukan.

“Saudara-saudara semuanya, kalau datang, maaf, kali ini kalau pulang jangan cepat-cepat, tunggu sampai malam. Datang ya, harus sampai sore, nunggu. Jadi saudara-saudara, ya kalau terpaksa kalian bawa rantang ke TPS, bawa tikar ke TPS, sekalian piknik di situ. Kalau perlu tidur di situ sampai selesai. Betul? Bisa? Untuk negara. Apa yang kita lakukan tanggal 17 menentukan nasib kita untuk beberapa tahun ke depan saudara-saudara sekalian,” imbuhnya.

Di acara konsolidasi tersebut, awalnya Prabowo berbicara tentang kekayaan alam di Indonesia yang tak sepenuhnya dinikmati oleh warga negara.

“Kekayaan Indonesia diambil dari bumi Indonesia, makanya tidak cukup kekayaan, tidak cukup uang, pejabat kita gajinya kecil. Makanya banyak sogok menyogok, banyak korupsi, makanya banyak rumah sakit sekarang menolak pasien BPJS,”pungkasnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)