fbpx
Pasang iklan

Trend Gaya Hidup Minimalis Orang Jepang, Tertarik?

Apakah kamu tipe orang yang membeli barang-barang yang sedang kekinian? atau membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, hanya sekedar iseng atau hanya karena unik dan lucu saja. 

Kecenderungan membeli barang yang tidak dibutuhkan justru membuat rumah terlihat seperti gudang dan ruang tamu semakin hari semakin sempit saja. Mungkin kamu adalah satu dari banyak orang yang menganggap berbelanja adalah sumber kebahagiaan, coba pikirkan lagi. Jika kamu terus membeli barang dan menumpuknya di rumah, bukankah akan membuatmu menambah stress ketika harus merapikannya setiap hari.

1. Hindari Budaya Konsumerisme

Menurut prinsip gaya hidup minimalis, budaya konsumerisme kerap membuat kita menumpuk barang yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Hal ini akan membuat kita mengasosiasikan kebahagiaan dengan seberapa banyak barang yang kita miliki. Bukannya bahagia, setiap harinya kita malah bersaing ‘siapa yang lebih banyak’ atau ‘siapa yang lebih mampu membeli’. 

2. Less is More

Fumio Sasaki – magazine.com

Konon kabarnya gaya hidup ini terinspirasi dari ajaran Zen “Less is More” yang menekankan pentingnya kesederhanaan. Dilansir dari CNA Insider,  Fumio Sasaki – salah satu penulis buku tentang gaya hidup minimalis berjudul Good Bye Things menunjukkan lemarinya yang hanya berisi 20 pakaian saja. Hmm, mungkin 2 lemari pun tidak cukup ya untuk menampung seluruh bajumu…

Fumio justru merasa lebih bahagia dengan gaya hidup ini. Ia berpendapat bahwa dengan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk membersihkan rumah dan berbelanja, ia memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lain seperti travelling atau bersenang-senang bersama temannya. Fumio juga menambahkan di Jepang sering terjadi gempa sehingga dulunya ia sering khawatir dengan barang-barang berharga miliknya, tapi dengan gaya hidup ini ia merasa tenang karena toh barang-barangnya juga tidak banyak. 

3. Buang Barang yang Tidak Lagi Dibutuhkan

Beberapa orang akan susah membuang barang-barang tertentu bahkan ketika barang tersebut tidak lagi dibutuhkan atau sudah rusak. Biasanya karena barang tersebut memiliki kesan tersendiri atau pemberian orang seperti pajangan di ruang tamu, lukisan yang sudah rusak atau baju-baju lama. Padahal barang tersebut sudah tidak lagi memberi manfaat bahkan nilai jual, menyimpannya justru membuat ruangan terlihat berantakan.

Dengan hanya menyimpan barang yang kita butuhkan, kita akan semakin menghargai sesuatu dan lebih banyak bersyukur. Menumpuk barang hanya akan membuat kita ‘ketagihan’ dan jauh dari rasa puas. 

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)