fbpx
Pasang iklan

Thailand vs Indonesia: Penuh Kekecewaan Usai Garuda Tumbang Lagi

Gema.id – Kekalahan dari Malaysia tentunya masih segar dalam ingatan.  Rasa-rasanya mustahil untuk langsung melupakan kejadian malam jahanam di GBK, terlebih lagi di warnai kerusuhan antara supporter yang secara tidak langsung menambah luka Indonesia di malam itu, Kamis (5/9/2019) lalu. Ibarat sudah jatuh tertimpah tangga lagi.

Kini skuat Merah-Putih harus kembali menelan pil pahit kekalahan atas Thailand terlebih lagi harus takluk di rumah sendiri (GBK). Dari dua laga yang sudah di jalani, Garuda belum berhasil meraup poin  dan harus puas berada di dasar klasemen sementara Grup G Zona Asia, Selasa (10/9/2019).

Garuda kembali dipermalukan di rumah sendiri atas kekalahan 0-3 dari Thailand. Brace Supachok Sarachat dan satu gol dari titik putih Theerathon Bunmathan membawa  tim Gajah Perang berhasil meraih kemenangan perdananya yang sebelumnya di laga awal hanya mampu bermain imbang melawan Vietnam.

Sejak peluit paruh pertama di bunyikan, kesebelasan Gajah Perang  langsung melakukan tekanan melalui umpan-umpan pendek yang merepotkan barisan pertahanan Garuda.  Garuda baru bisa keluar dari tekanan setelah pertandingan berjalan 10 menit. Beberapa kali Andik dan Irfan Bachdim mengancam gawang Thailand, namun hasilnya nihil..

Memasuki menit ke-34’ Garuda mendapat peluang emas melalui usaha yang di lakukan oleh Irfan Bachdim . Bachdim bekerja sama dengan Andik untuk menerobos masuk ke kotak penalti Thailand. Sayang, sepakan Irfan Bachdim masih cukup lemah dengan mudahnya diantisipasi oleh kiper Thailand Siwarak Tedsungneon.

Hingga turun minum tak ada gol tercipta, skor kacamata pun menutup paruh pertama. Thailand 0-0 Indonesia.

Selepas turun minum kedua kesebelasan bermain dengan tempo terbilang lambat. Laga baru memasuki menit ke-54’, tim besutan Akhari Nashino membuka keran golnya melalui sepakan Supachok Sarachat yang tak mampuh di gagalkan kiper Garuda, Andritany. Thailand 1-0 Indonesia

Selang delapan menit dari gol pertama, tim Gajah Perang menambah pundi-pundi golnya setelah kiper Garuda, Andritany terlihat oleh wasit melakukan pelanggaran di dalam kotak pinalti. Hasilnya bisa ditebak, Bunmathan mengubah penalti Thailand menjadi gol.

Unggul  dua gol tak membuat kesebelasan besutan Akhira Nashino menurunkan tensi serangan. Thailand terus menaikkan tempo permainan yang melihat anak anak Merah Putih sudah mulai kelelahan.  

Ketinggal dua gol membuat mental bermain anak-anak Garuda down seketika. Efeknya pun berimbas ke kualitas pertahanan yang terus menurun. Melihat celah itu, anak-anak Thailand terus melakukan tekanan ke jantung pertahanan Garuda. Lagi-lagi Supachok yang sukses menyambut umpan silang dari  rekannya sukses melepaskan tembakan yang tak mampu di gagalkan kiper Garuda, Andritany. Thailand semakin menjauh 3-0 atas Indonesia.

Gol Supachok menjadi gol terakhir pada laga tersebut. Hingga peluit paruh kedua dibunyikan tak ada lagi gol tercipta. Laga pun berkesudahan dengan skor  akhir 3-0 untuk kemenangan Thailand.

Dengan hasil ini Garuda harus menelan dua kekalahan beruntun dan harus puas jadi juru kunci klasemen sementara Grup G.

Kekecewaan Supporter tak Terhankan

Garuda yang kembali menelan kekalahan usai di tumbangkan Thailand membuar supporter kecewa dan melampiaskannya dengan teriakan “Boo”  yang menggema seisi stadion GBK. Terlebih ketika Garuda tertinggal 3 gol supporterpun makin intens meneriakkan kata “Boo”.

Dilansir dari DetikSport, para supporter Garuda meneriaki anak asuh Simon McMenemy ketika setiap kali memegang bola dengan teriakan “Boo”.

Hal menarik justru terjadi ketika para supporter Garuda yang kecewa malah berbalik mendukung tim Gajah Perang kala membangun serangan.

Seperti palu terlanjur di ketukkan, nasib mantan pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy kini berada di ambang pintu keluar kepelatihan. Dari dua laga yang di laluinya bersama Garuda, dua-duanya berakhir dengan kekalahan yang memaksa Garuda harus berada di dasar klasemen sementara Grup G.

Dari dua laga yang sudah di jalani, Garuda sudah kebobolan enam gol sejauh ini. Faktor fisik pemain menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang belum  terselesaikan oleh pelatih asal Skotlandia tersebut. Juga kurangnya kreatifitas permainan Garuda sangat wajar jika melihat hasil kekalahan yang diderita Garuda.

Dilansir dari Panditfootball, dari 23 pemain yang dipilih Nishino untuk menghadapi Vietnam dan Indonesia hanya 10 pemain yang memiliki lebih dari 20 caps. Selebihnya hanya pemain yang minim pengalaman (Caps di bawah 5) yang dibawa Nishino untuk menghadapi Indonesia.

Secara tidak langsung level Thailand jauh di atas Indonesia . Berbekal pemain yang terbilang cukup muda dan minim jam terbang, tim Gajah Perang terbilang cukup mudah untuk menghancur leburkan Garuda di rumah sendiri.  Sekali lagi Thailand bukan level kita dan bukan level Asia Tenggara!

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)