fbpx
Pasang iklan

Susi Pudjiastuti Ajak Negara Dunia Tangani Praktek Illegal Fishing Bersama

Gema.id – Penanganan illegal fishing melalui pengakuan dan keterbukaan data lintas negara tidak dapat dilakukan sendiri, untuk itu Pemerintah Indonesia mengajak negara lain agar bisa ikut berpartisipasi.

Isu penangkapan ikan secara ilegal adalah penting mengingat seluruh wilayah perairan saling berpengaruh dan terhubung satu sama lain. Demikian tegas Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Workshop on Illegal Unreported and Unregulated Fishing and Organized Crime in the Fishing Industry, Senin (22/7/2019).

“Intinya, ikan dunia ini penting bagi semua negara. Kita bangga dengan biomassa dan banyaknya ikan di negeri kita, tapi kalau di luar negerinya kurang dijaga, nanti juga akan kembali berpengaruh pada kita. Jadi, penting untuk menggalang komitmen dan aksi bersama,”

Susi Pudjiastuti

Ibu Susi menyatakan, kendati Indonesia telah berhasil menyelesaikan sejumlah tindakan IUU fishing dalam negeri. Permasalahan Illegal fishin ini tidak bisa ditanggapi sebatas menangkap kapal dan menenggelamkannya jika menolak kooperatif saja. Pelaku IUU fishing secara umum belum terjamah sampai saat ini. Karenanya, diperlukan kerjasama antar negara yang ada agar problematika IUU fishing bisa dituntaskan sampai ke intinya.

Baca juga: Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila (Permasalahan umum, Tantangan, Keunggulan, dan Panduan Pengelolaan)

Menurut Susi Pudjiastuti, kerjasama antar pelaku tindakan IUU fishing ini melibatkan banyak negara dan kerap terjadi di area laut lepas (high seas). Persoalannya, 71% bagian bumi adalah lautan, 61% diantaranya merupakan wilayah high seas yang tidak terlindungi.

Pembaharuan Praktek Illegal Fishing

Lebih jauh, Ibu Susi mencontohkan; setelah kapal-kapal asing tidak bisa lagi masuk dan menangkap ikan di perairan Indonesia seperti saat ini, mereka menggunakan cara lain. Terakhir yang kita tahu cara yang sekarang mereka pakai adalah melepas jangkar di laut lepas, tidak jauh dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Setelah jangkar dilepas jaring-jaring besar yang cukup untuk mencapai wilayah ZEE Indonesia pun diluncurkan demi menangkap ikan dalam jumlah besar.

Sementara itu, ada juga kapal-kapal penangkap ikan dari Indonesia sendiri yang berusaha keluar dari wilayah perairan untuk menjual hasil tangkapannya ke kapal-kapal asing yang telah menunggu di areal yang tidak jauh dari ZEE Indonesia sambil melepas jaring tadi.

Entah disadari atau tidak para pelaku tersebut, tidak hanya telah melakukan praktek transshipment yang dilarang, tapi juga juga telah melanggar ketentuan pengelolaan ikan berdasarkan izin wilayahnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)