fbpx
Pasang iklan

Setelah Dewi Perssik, Kini Giliran Rosa Meldianti Polisikan Balik Sang Tante

(Gema – Jakarta) – Perseteruan antara penyanyi dangdut Dewi Perssik dengan sang keponakan, Rosa Meldianti memasuki babak baru dan semakin memanas. Pada hari Senin kemarin (5/11/2018) Dewi Perssik resmi melaporkan Meldi ke pihak kepolisian, kini giliran Meldi yang melaporkan balik sang tante pada hari Selasa (6/11/2018).

Meldi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan bersama dengan Rudi Kabunang selaku kuasa hukum Meldi. Sang kuasa hukum mengatakan bahwa Meldi dan sang ibu, Adrie Febriarti masing-masing membuat laporan dengan tujuan untuk memenjarakan Dewi Perssik.

Ibu dan anak ini membuat pengaduan dengan tuduhan pencemaran nama baik atau fitnah di media elektronik berdasarkan Pasal 27 ayat (3) UU ITE dan Pasal 310 serta 311 KUHP.

“Dalam Instagram Live, ada ucapan khusus kepada ibunda Meldi yang diduga diucapkan oleh Dewi Persik dengan tuduhan adanya perselingkuhan dan lain-lain. Kalau khusus kepada saudara Meldi ada ucapan-ucapan, baik itu diucapkan secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Rudi selaku kuasa hukum.

Keponakan Depe ini juga tak mau kalah, Ia mengaku memiliki cukup bukti sehingga berani untuk membuat laporan tersebut. Tak hanya bukti yang dimiliki oleh pihak Meldi, tapi Ia mengaku telah memiliki sejumlah saksi untuk kasus tersebut.

“Buktinya hampir 10. Itu berupa video, ada lima, dan surat juga jumlahnya hampir lima. Saksi ada sekitar empat orang. Bahkan lebih–kalau diperlukan,” tambah Rudi.

Pada saat itu, Meldi justru tak mengeluarkan satu kata pun di depan awak media dan menolak untuk bicara. Meldi justru memberikan kuasa hukumnya untuk menjawab pertanyaan dari para wartawan.

“Saya enggak bisa jelaskan apa-apa, ya. Semua sudah saya serahkan sama pengacara,” kata Meldi dengan singkat.

Sehari sebelum Meldi membuat laporan, Dewi Perssik bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris juga melaporkan sang keponakan kepada pihak berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik.

“Yang dilaporkan ada tiga pasal yang pada dasarnya adalah sama, yaitu dugaan pencemaran nama baik. Pasal 27 Ayat (3) UU ITE jo Pasal 45 ayat (3) UU ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP. Pelaporan atas pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui ITE,” ungkap Hotman pada Senin kemarin (5/11/2018).

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)