fbpx
Pasang iklan

Sejarah Puskas Award: Si Raja Gol yang Lari dari Negaranya

FIFA sebagai induk sepak bola dunia telah merilis daftar nominasi gol terbaik untuk penghargaan FIFA Puskas Award 2019 pada Senin (19/8/2019) kemarin. Penghargaan tersebut dianugerahi FIFA kepada pemain yang mencetak gol indah dalam kurun waktu setahun.

Tahun lalu gol Moh Salah ke gawang Everton di ajang Liga Inggris menjadi peraih Puskas Award 2018 kemarin. Tahun ini meski berhasil keluar sebagai top skor Liga Inggris, tidak satu pun gol Moh Salah yang masuk dalam nominasi.   

Berikut daftar nominasi Puskas Award 2018-2019

  1. Matheus Cuna (Brazil) : Bayer Leverkusen vs RB Leipzig (Bundesliga 2018-2019, 06 April 2019).
  2. Zlatan Ibrahimovic (Swedia) : Toronto FC vs LA Galaxy (MLS, 15 September 2018)
  3. Lionel Messi (Argentina) : Real Betis vs Barcalona FC (La Liga 2018-2019, 17 Maret 2019).
  4. Ajara Nchout (Kamerun) : Kamerun vs Islandia Baru (Piala Dunia Wanita 2019, 20 Juni 2019).
  5. Fabio Quagliarella (Italia) : Sampdoria vs Napoli (Serie A 2018-2019, 2 September 2018)
  6. Juan Fernando Quintero (Kolombia) : River Plate vs Racing Club (Superliga Argentina, 10 Februari 2019).
  7. Amy Rodriguez (Amerika Serikat) : Utah Royals vs Sky Blue FC (NWSL, 16 Juni 2019).
  8. Billie Simpson (Irlandia Utara) : Sion Swifts Ledies FC vs Cliftonville Ledies FC (9 Agustus 2018).
  9. Andros Townsend (Inggris) : Manchester City vs Crystal Palace ( Premier League 2018-2019, 22 Desember 2018).
  10. Daniel Zsori (Hungaria) : Debrecen FC vs Ferencvaros TC (16, Februari 2019).

Awal Mula Puskas Award

Nama Puskas Award diambil dari nama Ferenc Puskas, legenda pencetak gol terbesar sepanjang masa yang berasal dari Hungaria (Eropa Tengah). Sepanjang karirnya dari tahun 1943 sampai tahun 1966, Ia membela Budapest Honved dan Real Madrid, mencetak 512 gol dari 528 pertandingan.

Baca Juga: Eden Hazard dan Pemain Real Madrid yang Sukses Memakai Nomor 7

Di level timnas, ia juga menjadi pemain yang hingga saat ini terkenal sangat produktif dalam urusuan membobol jala gawang lawan. 84 gol dari 85 penampilannya bersama Timnas Hungaria. Rataan, setiap kali ia merumput ia mencetak gol di setiap pertandingannya. Sehingga orang-orang menamai mereka dengan sebutan The Magical Magyer, julukan untuk Timas Hungaria.

Ferenc Puskas menutup usia pada 17 November 2006  karena penyakit pneumonia yang ia derita. Adalah Dr. Istvan Csorba, orang yang pertama kali memberikan ide kepada FIFA, atas dasar persetujuan dari keluarga Puskas, untuk menamai suatu gol terbaik dunia dengan nama yang hingga saat ini kita kenal dengan sebutan ”Puskas Award”. 

Hal ini penting dilakukan agar menjaga ingatan mereka terhadap pesepakbola hebat yang telah meninggalkan jejak mereka di sejarah sepak bola.

“Ferenc Puskas tidak hanya sekadar pemain dengan talenta besar yang memenangkan banyak penghargaan, akan tetapi juga seorang pria yang luar biasa. Oleh karena itu senang untuk memberikan penghormatan dengan mendedikasikan penghargaan ini untuk mengingat dirinya,” ungkap Sepp Bletter mantan presiden FIFA kala itu. 

Sejak saat itu hadirlah sebuah dokumen yang menyatakan kesepakatan untuk memberikan hadiah terhadap gol terbaik dunia yang tercipta menurut dokumen resmi, yang kemudian kita kenal hingga saat ini dengan sebutan Puskas Award. Sejak 2009 penghargaan Puskas Award dianugerahkan bersamaan dengan pengumuman Ballon d’Or, penghargaan pemain terbaik dunia yang diadakan pula setiap tahunnya.

Kecamuk Politik di Hungaria

Dalam perjalan karirnya Puskas muda mengawali karirnya di Budapest Honved klub ibukota yang berada di Hungaria. Di Budapest, Puskas bermain selama 13 tahun dan berhasil mempersembahakan lima gelar domestik. Prestasinya pun tak sampai di level klub saja, di level timnas Puskas berhasil menjuari beberapa kejuaraan bergensi pada saat itu seperti, Piala Champion Balkan, Olimpiade, dan kejuaran Eropa Tengah. Bahkan Puskas mampu membawa  Hungaria melaju sampai ke final Piala Dunia 1954 walau pada akhirnya Hungaria harus menyerah dihadapan Jerman Barat . Performan apiknya pun membuatnya di anugerahi gelar individu ‘word player of the year’.

Setelah kekalahan atas Jerman Barat dua tahun lalu, Hungaria mengalamami revolusi di Budapest. Akibatnya beberapa pemain termasuk Puskas pergi dan tak mau kembali lagi ke negaranya. Tindakan ini menimbulkan sentimen dan UEFA memberikan sanksi kepada Puskas untuk tidak bermain sepak bola selama dua tahun.

Setelah hukuman itu, Puskas tetap tidak mau kembali ke negara asalnya. Dan Puskas akhirnya melanjutkan destinasinya ke kota Madrid dengan bergabung dengan klub Real Madrid. Selama berkarir di Real Madrid beberapa gelar ia persembahkan dari domestik hingga eropa. Puskas pensiun di umur 39 tahun dan menutup musim terakhirnya di Madrid dengan manis, menciptkan 10 gol di musim pemungkasnya. Tak lama setelah ia pensiun, Puskas memutuskan menjadi pelatih, salah satunya pernah melati klub Yunani, Pananthinaikos dan berhasil menghantar timnya ke final Piala Eropa tahun 1971.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)