fbpx
Pasang iklan

Sama-Sama Ki’ Lawan Corona

Riuh intrik akibat wabah virus Sars-CoV-2 atau penyakit Covid-19 kian hangat dan menjadi pembicaraan publik. Cemas dan takut menjadi rasa yang menyatu dalam tiap diri manusia dimana ia berpijak. Covid-19 atau Corona seolah menggantikan isu-isu krusial yang sebelumnya hangat menjadi pembicaraan khalayak. Apa boleh buat karena wabah virus ini telah menjadi titik sentrum pembicaraan global yang harus segera diselesaikan.

Di seluruh belahan dunia sama-sama membicarakan soal Corona dan bagaimana proses penanganan dan pencegahannya karena akibat penyakit ini telah menjangkiti manusia sebanyak 378.287 di seluruh Dunia karena terjangkit virus ini (sumber: kompas.com/24 Maret 2020). Tak heran jika virus Corona menjadi pembicaraan hangat khalayak yang seharusnya ditangani dengan tanggap oleh Pemerintah di negara-negara yang terinfeksi.

Indonesia dari beberapa Daerah ada sebanyak 55 orang meninggal dunia akibat terinfeksi dari 686 kasus yang dilaporkan karena virus Corona (sumber: cnnindonesia.com/24 Maret 2020). Tak terkecuali Sulawesi-Selatan sebagai Provinsi resmi di Republik Indonesia, jumlah korban meninggal dunia ialah satu dari empat orang yang positif terinfeksi virus ini (sumber: tribunnews.com/24 Maret 2020). Perlu diingat angka kematian akibat virus ini tergolong tinggi di Kawasan Asia Tenggara dan Indonesia berada pada urutan ke-10 dari negara-negara Dunia yang meninggalkan korban jiwa akibat virus Corona.

Dalam upaya pencegahan ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah dalam menanggulangi penyebarluasan virus ini sehingga perlu dan penting agar masyarakat mendukung sepenuhnya upaya Pemerintah dalam menjalankan amanat Konstitusi “melindungi segenap bangsa Indonesia”. Kita patut mengapresiasi niat baik Pemerintah dalam menjalankan tugasnya tersebut, dan bersama-sama dengan mereka untuk melawan atau mencegah penyebarluasan virus mematikan ini.

Salah satu upaya Pemerintah yang cenderung banyak disoroti oleh khalayak ialah penyemprotan cairan disinfektan di beberapa titik rawan, seperti fasilitas umum dan rumah ibadah. Kendati hal itu dilakukan tapi tidak menyertakan berapa takaran zat kimia yang terkandung dalam cairan disinfektan yang telah disebar. Karena kita seharusnya mawas diri apakah cairan itu baik untuk kesehatan atau sebaliknya. Sosialisasi semacam itu adalah hal yang perlu dan penting, dan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang seharusnya menjawab pertanyaan yang meresahkan masyarakat.

Pertanyaan yang muncul dan paralel dengan angka kematian sesuai data yang dicantumkan sebelumnya ialah apakah solusi penyemprotan cairan disinfektan ini merupakan langkah bijak untuk meminimalisir kemasifan penyerbarluasan virus ini?

Hal lain yang perlu kita sadari ialah keterlibatan kita sebagai warga Negara (citizen) dalam mendukung upaya Pemerintah untuk melindungi segenap bangsanya ialah mendengar himbauan Pemerintah terkait apa yang mesti dilakukan bersama, terutama himbauan yang memiliki kapasitas keilmuan soal virus ini. Karena jika himbauan datang dari pejabat publik yang tidak memiliki kapabilitas mempuni di bidangnya, terkhusus penanganan virus hanya akan membuat kegaduhan yang berlarut-larut.

Satu hal menarik terkait himbauan Pemerintah Pusat yang kemudian dikoordinasikan ke Pemerintah Daerah ialah penerapan social distance. Pertanyaan yang kemudian muncul dari hal itu ialah solutifkah solusi yang dihimbaukan Pemerintah kepada rakyatnya? Melihat angka korban yang terinfeksi kian meningkat tiap harinya? Ataukah upaya Pemerintah soal social distance ini adalah upaya terbaik, namun masyarakatnya yang enggan mendengarkan

Pemerintah Indonesia harusnya belajar banyak pada Negara bagian Asia Tenggara, seperti Korea Selatan yang mampu menekan jumlah infeksi virus Corona. Upaya yang dilakukan ialah dengan membuka akses informasi Daerah mana yang terjangkit secara detil, sehingga masyarakatnya mampu mawas diri agar menghindar sejenak di titik keberadaan wabah itu.

Hal lain yang dilakukan ialah komunikasi Pejabat publik dan masyarakat secara intens, dan yang berhak yang mengeluarkan pernyataan adalah orang yang memiliki kapasitas keilmuan penanganan virus. Terkait test massal yang masif, Indonesia saat ini telah melakukan upaya itu, dengan menggunakan termometer tembak yang diterapkan dibeberapa fasilitas umum untuk mengecek suhu tubuh warga.

Sebagai warga Negara perlu dan penting kiranya kita mampu mawas diri dan mengikuti himbauan Pemerintah setempat dengan niat baiknya. Pandemik virus Corona seharusnya kita lawan bersama. Upaya yang paling mudah dilakukan ialah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Semoga keselamatan tetap tercurah untuk Bumi Pertiwi.

Beri tanggapan