fbpx
Pasang iklan

Reynhard Sinaga: Bagaimana Pemerkosa Paling Dikenal di Dunia Menemukan Korbannya

Gema.id – Selasa, 7 Januari 2020 hampir semua headline Koran di UK menyebut nama Reynhard Sinaga sebagai “monster pelecehan seksual”. Terbukti pria 36 tahun melakukan 159 kasus pemerkosaan dan seragan seksual terhadap 48 pria, dan dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Manchester, baru-baru ini.

Tiap kali Reynhard melakukan aksinya Ia selalu terlebih dulu membius sang korban, kasus baru terbongkar saat ada satu korban terbangun saat diperkosa, lalu melapor ke polisi. Dalam laporan BBC, pria yang dianggap sebagai “pemerkosa paling produktif” di Inggris, telah melancarkan aksinya sejak tahun 2017. Ia memangsa para pria muda yang menikmati malam di sebuah klub malam di jantung pusat kota Manchester yang sepi.

Di Princess Street, jantung pusat kota Manchester yang sepi itu,  Sinaga mahasiswa pascasarjana tinggal di apartemen dan menjadikannya sebagai rumah selama tujuh tahun, hanya butuh beberapa menit berjalan kaki dari apartmen menuju Factory Nightclub. Sinaga sudah memiliki empat gelar dan sedang melanjutkan studinya di Manchester untuk mendapatkan gelar doktor.

Kini, Sinaga dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual dengan membius korbannya, sebanyak 48 pria menjadi korban, polisi meyakini angka ini dapat bertambah sedikitnya 190 korban karena Sinaga memfilmkan serangannya sebagai tanda “penaklukan pada korban.”

Sinaga biasanya mendekati korban di jalan, sang pemerkosa beroperasi di daerah kecil di sekitar dekat apartemennya. Sasarannya adalah kebanyakan pria yang berusia akhir belasan atau awal 20-an yang sedang keluar dari Factory Nightclub. Beberapa dari korban ada yang sedang berjalan pulang ada pula yang terpisah dari teman-temannya. Bagi mereka tidak ada indikasi motif seksual. Sinaga menggunakan berbagai dalih untuk membujuk korban. Mereka diajak minum dan kemudian pingsan karena obat bius.

Setiap keluar Sinaga menampilkan dirinya sebagai akademisi flamboyan, pergi ke Gereja dengan menggunakan staylish yang mewah. Pria kurus bertubuh kecil dan pendek, secara fisik tidak tampak mengancam. Jusrtu beberapa korban mengingatnya seorang pria yang banyak tersenyum.

Para korban yang datang ke pengadilan sebagian besar mengakui mereka adalah heteroseksual, Ia Rush dari  The Crown Prosecution Service (CPS), menduga Sinaga: “Kesenangan khusus memangsa pria heteroseksual”.

Akun para korban menjelaskan bagaimana Sinaga beroperasi. Salah satu dari mereka sedang menunggu pacarnya di luar klub malam Fifrh Manchester, Ia lalu di dekati pria kecil yang tampak tidak berbahaya, lalu mengundanganya ke apartemen Sinaga untuk menunggu pacarnya, tetapi dia tidak ingat lagi setelah diberi minuman.

Seorang pria lain menggambarkan bahwa “didekati oleh pria muda Asia”. Meski memiliki ingatan samar-samar, menjelaskan bahwa ponselnya sudah mati dan sedang menunggu taksi. Lalu kemudian datang Sinaga menawarkan diri: “Apakah Anda ingin masuk dan mengisi beterai telepon supaya dapat melakukan panggilan,” ungkapnya pada pengadilan.

Beberapa korban merasa sangat tidak sehat setelah sadar kembali. Tidak diketahui saat itu, mereka telah diberi obat bius, GHB (gamma-hydroxybutyrate) yang membut mereka tidak sadar sebelum Sinaga melancarkan serangan.

Seorang korban, yang terbangun telanjang di lantai tempat Sinaga dengan perasaan mual dan panik, sampai pada kesimpulan dirinya dibius. Dia tidak melaporkan apa yang terjadi pada polisi, sampai didekati oleh mereka.

Terbongkarnya kasus ini adalah investigasi pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris. Ian Rush dari CPS mengatakan Sinaga mungkin adalah pemerkosa paling banyak dikenal “di mana saja di dunia”.

Beri tanggapan