fbpx
Pasang iklan

Rasis, Politik Gelap, Mesut Ozil dan Sisi Kelam Sepak Bola Jerman

...

GemaDark Opinion dan kasus rasisme di dunia Sepak Bola Jerman semakin kencang berhembus. Kekalahan Jerman di fase penyisihan Grup pada piala dunia 2018 di Rusia. Bintang lapangan Hijau, Mesut Ozil memutuskan untuk pensiun dari Deutscher Fußball-Bund e.V atau Federasi Sepak Bola Jerman.

Pensiunnya Ozil meninggalkan pukulan keras ke Federasi Sepak Bola Jerman dengan mengungkapkan sis kelam yang penuh rasis dari Sepak Bola Jerman. Jerman yang menjadi salah satu representasi dari negara modern Eropa masih menyimpan cerita Rasis di banyak lini termasuk dalam Sepak Bola.

Semua hal tersebut diawali oleh sebuah foto yang terdiri atas Mesut Ozil, Ilkay Gundagan, Cenk Tosun dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah acara sosial di London. Mereka sengaja diundang oleh Erdogan sebagai tokoh-tokoh dunia yang masih memiliki keturunan Turki.

“Ibu saya selalu mengingatkan saya untuk tidak pernah melupakan darimana saya berasal, Saya lahir dan besar di Jerman, tapi saya berdarah Turki dan saya tidak bisa hapus itu” jelas Ozil.

Rasis, Mesut OZil dan Sisi Kelam Sepak Bola Jerman
Dari Kiri Ke Kanan : Ilkay Gundogan, Mesut Ozil, Recep Tayyip Erdogan dan Cenk Tosan – Standard.co.uk

Ozil menjelaskan jika pertemuan dengan Recep Tayyip Erdogan tersebut hanya berbicara seputar dunia sepak bola tanpa disertai isu politik, bahkan untuk urusan dukungan kepada presiden terpilih dari Turki ini dalam pemilihan presiden.

“Dalam pertemuan tersebut hanya ada Sepak Bola yang kami (Mesut Ozil dan Erdogan) bicarakan. Tidak ada dukungan sama sekali kepada Erdogan untuk maju pemilihan Presiden lagi. Ingat saya bukan seorang pemain politik, saya adalah pemain sepak bola” jelas Gelandang Serang Arsenal.

Namun hal yang berbeda terjadi di Jerman, foto pemain sepak bola yang pernah mengantarkan Jerman menjadi juara Piala Dunia tahun 2014 yang lalu berbuntut panjang dan membuat nama Ozil ikut menjadi bulan-bulanan politikus Jerman. Ozil merasa banyak pihak di Jerman yang bersekongkol untuk merusak citranya pada level nasional di Jerman.

Ozil juga merasa jika Media Jerman terlalu berlebihan dalam mem-blow up foto tersebut. Hal yang lebih buruk narasumber yang diudang dari kalangan anti-imigran di Jerman. Sebagai salah satu contohnya adalah Bernd Holzhauer yang meninggalkan komentar panas dalam foto tersebut.

“Pergi sana ke Anatolia, Anatolia adalah sebuah daerah di Turki yang banyak menyumbang Imigran di Jerman,” kata Ozil.

Hal ini bertambah buruk bagi Ozil, dimana Presiden DFB Reinhard Grindel yang seharusnya mengayomi para pemainya justru ikut memberikan tekanan kepada Ozil. Grindel hendak mengeluarkan Ozil dari skuad Jerman sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung. Perlu diikuti Grindel adalah seorang politikus anti-imigran Jerman.

Hal yang paling mencolok dari Grindel yang menunjukkan kalau dirinya adalah anti-imigran ketika dirinya masih menjadi anggota Parlemen Jerman. Grindel mengatakan jika kehidupan multikultural di Jerman hanya bohong belaka dan mustahil untuk diterapkan.

“saya sangat kecewa dengan Grindel'” Tegas Mesut Ozil.

Selain dari golongan Politik, rakyat Jerman juga ikut memberikan hujatan kepada Mesut Ozil melalui media sosial. Ozil mendapatkan cacian kala bermain dengan Swedia di Rusia 2018 yang lalu. Sejumlah fans Jerman menyebut Ozil sebagai Baby Turki.

Kekalahan dalam dua laga terakhir melawan Meksiko dan Korea Selatan membuat keadaan semakin buruk ke Mesut Ozil.

“Sangat Jelas, Saya adalah orang Jerman ketika kami Menang, tapi saya adalah Imigran jika kami kalah,” jelas mantan Bintang Real Madrid.

Ozil hanya merasa aneh jika rasis tersebut hanya tertuju pada pemain berdarah Turki. Padahal di Jerman sendiri ada banyak pemain berdarah campuran, salah satunya adalah Lukas Podolski dan Miroslav Klose yang merupakan pemain dari Polandia.

“Apa karena saya berdarah Turki? Apakah saya seorang Muslim? Saya lahir di Jerman dan mengambdi untuk Timnas Nasional Jerman, mengapa mereka sangat sulit menerima sana sebagai warga Jerman?” kata Ozil.

Mendapatkan tekanan yang cukup berat, mesin serang Arsenal ini akhirnya memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman.

“Bukan keputusan yang mudah untuk pensiun dari Timnas Jerman, tapi mau bagaimana lagi, saya sudah sudah tidak sanggup di sini” ujar Ozil.

Sayangnya alih-alih mendapatkan simpati dari curhatan yang ditunjukkan Ozil, justru semakin banyak orang yang sinis. Salah satunya juga berasal dari dunia sepak bola. Petinggi Bayern Muenchen, Uli Heoness, juga menjelaskan jika Mesut Ozil seharusnya sudah sejak lama pensiun dari Timnas Jerman.

“Curahan hati Ozil sengaja ditunjukkanya untuk menutupi penampilan buruknya di Rusia” jelas Hoeness.

Thomas Bareiss, tokoh politik senior Demokrat Kristen juga ikut-ikutan menuding bahwa pertanyaan Ozil tersebut hanya merendahkan DFB dan Jerman. Media Jerman lainnya, Bild juga menuding jika Ozil hanya bersandiwara sebagai korban rasis atas kekalahannya di Piala Dunia 2018 di Rusia

Dukungan kepada Ozil justru datang jauh datang dari Turki. Abdulhamit Gul, menteri keadilan dari Turki memuji keputusan Ozil melawan rasis yang seharusnya sudah punah di dunia olahraga.

“Saya ucapkan selamat kepada Ozil yang memutuskan untuk pensiun mencetak gol indah melawan virus rasisme” dukung Gul.

Beri tanggapan