fbpx
Pasang iklan

PP Muhammadiyah Minta Kaum Intelektual Menjadi Pencerah Musim Pilpres

Gema, Jakarta – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir mengimbau kepada seluruh pelaku intelektual untuk turut andil dalam pemilu 2019. Setelah Nasir melihat tensi politik cenderung naik saat musim pilpres, dia mengimbau agar para intelektual mampu menjadi pencerah di musim pilpres.

“Sangat (dibutuhkan). Jadi peran intelektual itu ya sebagai pencerah. Kalau dalam bahasa agama disebut sebagai ar rasikhuna fil ilmi, sebagai pencerah,” kata Nasir dalam keterangan tertulis yang diterima Gema.id, Minggu (11/2).

Nasir kemudian menyoroti pikiran masyarakat ‘sumbu pendek’ atau gampang emosi. Dia meminta agar pelaku intelektual turut melibatkan diri untuk menurunkan tensi politik di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi pilpres 2019.

“Di saat masyarakat berpikir sumbu pendek. Ya tugas intelektual, tugas ilmuwan itu memberi perspektif ‘kayak gini lho politik itu, politik ini sebenernya menjadi alat demokrasi yang baik buat kita berbangsa dan bernegara, bukan alat untuk perang dan permusuhan’,” ucap Nasir.

Nasir menyayangkan bila masih ada kaum intelektual yang pasif terhadap persoalan politik, apalagi sekarang telah memasuk musim politik yaitu pemilu serentak 2019. Dia kembali meminta agar pelaku intelektual mampu menjadi pencerah akal budi masyarakat.

“Maka saya imbau kaum intelektual itu harus tetap menjadi kekuatan yang mencerahkan akal budi masyarakat. Jadi dari UGM, dari UI, ITB, perguruan tinggi Muhammadiyah ayo bangkit kaum intelektual,” ujar Nasir.

Imbauan Nasir kepada kaum intelektual itu tujuannya ialah agar menciptakan penyelenggaraan pemilu yang damai, yang terhindar dari gesekan-gesekan apalagi pihak-pihak yang berusaha memprovokasi masyarakat.

“Maka mereka yang sekarang ada di kampus-kampus, di lab, dan berada di menara gading saya imbau untuk mari turun gunung mencerahkan masyarakat. Agar suasana berpolitik itu gembira, riang,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketum PP Muhammadiyah ini sempat menyoroti dinamika politik pada musim pilpres. Nasir menilai tensi politik cenderung naik saat memasuki tahun politik. Dia meminta seluruh masyarakat maupun ormas untuk menjadi peredam gesekan antara dua kubu.

“Mengajak kepada kekuatan-kekuatan penyeimbang, kekuatan ormas dan civil society untuk menjadi kekuatan mediator, menjadi kekuatan peredam sekaligus juga menciptakan suasana yang lebih rileks dalam politik,” kata Nasir, Minggu, (10/2).

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)