fbpx
Pasang iklan

Polri Siap Amankan Lokasi Pencetakan Surat Suara Pemilu 2019

...

Gema, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia siap mengamankan lokasi percetakan surat suara selama 1×24 jam. Pengamanan tersebut akan dilakukan Polri hingga pencetaka surat suara tuntas. Mengingat sebelumnya beredar berita bohong (hoaks) soal surat suara tercoblos sebanyak 7 kontainer.

“Polri ada di sana untuk mengamankan 1 x 24 jam bersama-sama dengan tim quality control,” ujar Pamen Staf Operasi (Sops) Mabes Polri, AKBP Gusti May Chandra dalam keterangan tertulisnya, Senin, 21 Januari 2019.

Polri menegaskan setiap titik di lokasi percetakan, akan diawasi oleh 5 personel dari kepolisian. Karena ada sebanyak 35 lokasi yang mengerjakan pencetakan surat suara itu.

“Tidak ada (wilayah yang rawan) karena kan Polri juga ada internal sekuritinya, Bawaslu juga ada, KPU juga ada. Jadi bersama-sama kita mengamankan proses percetakan ini,” ucap Chandra.

Sebelumnya KPU bersama Bawaslu serta Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) bersama-sama mengecek pencetakan surat suara di PT Gramedia, Indonesia.

Proses pencetakan ditargetkan akan rampung di bulan Maret 2019. Adapun beberapa surat suara yang dicetak itu terdiri dari 5 model surat suara, diantanya: surat suara untuk Pilpres, Pileg; DPR, DPD, DPRD (Provinsi), DPRD (Kabupaten).

Meski sebelumnya teranyar kabar bahwa ada sebanyak 7 kontainer surat suara tercoblos beredar di grup Whatsapp. Kabar tersebut setelah di cek oleh pihak penegak hukum merupakan berita bohong (hoaks).

KPU sebelumnya telah memastikan bahwa kabar yang telah tersebar tersebut merupakan hoaks karena telah melakukan pengecekan berkas bersama Bawaslu di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara.

KPU menegaskan kabar tersebut merupakan berita palsu (hoaks).

“Hari ini kami memastikan, berdasarkan keterangan yang didapat oleh pihak Bea Cukai, tidak ada kebenaran tentang berita tujuh kontainer tersebut. Itu tidak benar. Tidak benar juga kabar bahwa ada TNI AL yang menemukan itu, dan tidak benar bahwa KPU dikatakan telah menyita satu kontainer tersebut. Jadi semua berita itu bohong,” kata Ketua KPU, Arief Budiman, Kamis (3/1).

KPU merasa dengan beredarnya hoaks tersebut, ada sejumlah pihak yang berusaha mendelegitimasi lembaganya sebagai penyelenggara pemilu.

Beri tanggapan