fbpx
Pasang iklan

PKS Larang Kadernya yang Menjabat Kepala Daerah Jadi Timses

GEMA – Sohibul Iman, presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan telah bersepakat dengan partai pengusung Prabowo-Sandi untuk melarang kepala daerah menjadi tim sukses. Sohibul meminta semua kepala daerah berfokus pada wilayah yang dipimpinnya.

“Kami punya kebijakan di partai ini dan partai koalisi bahwa kepala-kepala daerah PKS, dari Gerindra, dari PAN maupun Demokrat. Mereka kita minta fokus mengurus daerahnya dan mengurus rakyat, tidak ikut serta dalam timses,” kata Sohibul di Hotel Bumi Wiyata, Hotel Margonda Raya, Depok, pada Minggu, 14 Oktober 2018.

Sohibul juga menegaskan partainya akan melarang kepala daerah menjadi timses. Dirinya mengatakan saat ini dua kadernya Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah telah menegaskan tidak ikut dalam timses kubu manapun.

“Tidak jadi timses, sudah barang tentu apalagi menjadi timses nomor satu. Jelas kita tidak perbolehkan. Sejauh ini keduanya tidak menyatakan sebagai timses,” kata Sohibul.

Sohibul juga mengatakan Irwan Prayitno juga hadir dalam konsolidasi nasional yang bertujuan untuk mempersiapkan Pilpres sekaligus Pileg. Dia mengatakan akan melakukan proses internal bila diketahui kadernya mendukung kubu lain.

“Jadi kalau ada yang mengklaim ya…Insyaallah kalau kemudian mereka…kita punya mekanisme internal,” ujar Sohibul.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sohibul saat menggelar konsolidasi nasional untuk mempersiapkan Pilpres dan Pileg 2019. Sejumlah jajaran pengurus DPP dan DPW dari seluruh Indonesia hadir dalam acara tersebut.

Selain itu, hal serupa juga diungkapkan oleh Sekjen PKS, Mustafa Kamal yang meminta pendukung pasangan calon Jokowi-Ma’ruf juga harus mengikuti hal itu. Dia khawatir terjadi konflik kepentingan bila kepala daerah dilibatkan dalam kampanye.

“Kalau dia pidato sudah berposisi panitia teknis, itu kan ada split personality. Kapan dia memerankan sebagai kepala daerah kapan dia sebagai tim pemenangan,” kata Mustafa.

Mustafa menilai sudah ada pelanggaran yang dilakukan oleh kepala daerah yang mendukung pasangan calon lain. Dia mendorong Bawaslu bertindak tegas agar tidam terjadi pelanggaran.

“Sekarang kan kita saksikan sendiri, yang harus disikapi secara serius. Saya berterima kasih, saya kira Bawaslu juga memperhatikan di beberapa daerah,” ujar Mustafa.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)