fbpx
Pasang iklan

Pipi Perawan, UAS Fisika SMAN 1 Babakan dan “Ngawuritas” Level Guru

Gema.id – Tepat beberapa malam yang lalu, saya sedang asik menikmati isu Sontoloyo yang lagi ramai di televisi. Tiba-tiba Whatsapp grup S2 saya berbunyi. Beberapa soal masuk ke dalam layar dalam bentuk cuplikan soal yang dikirim oleh teman.

Dalam caption soal yang diberikan, teman dari kejauhan mengirim 5 butir soal yang tersusun secara acak dengan kop ujian SMA Negeri 1 Babakan. Soal-soal yang tertera ditempatkan oleh si pembuat soal pada butir nomor 7, 12, 18 dan 24 serta satu butir yang bagian nomornya tidak ter-screenshot.

Selain foto tersebut, ada caption tersebut teman bertanya kepada saya Ini jenis soal apa? Sambil membaca soal-soal yang isi seperti berikut, saya sedikit berkerenyit dan agak kebingungan :

Malam jumat Kliwon Tidak angin, tidak ada hujan, krekeet pintu terbuka berarti ada
A. Genderuwo/Ma’ Lampir
B. Engsel Pintu
C. Gaya
D. Lengan Gaya
E. Momen Gaya

7. Kelompok Benda yang biasa disebut elastis …
A. Kolor, Kerta, Kayu
B. Pegas, Behel, Batu Bacan,
C. Pipi Perawan, Kayu Jati, Besi
D. Bokong, Kolor, Busa,
E. Bokong, Tihang Listrik, Beton Bocor

12. Kita Berjumpa dengan Fluida Statis jika …
A. Kita Mandi di Bawah Curug Sewu
B. Kita Berenang di Jempol
C. Kita Berenang di Baro
D. Kita Berenang di Gentong Berair
E. Kita Kentir Di Pipa Air

18. Ketika kita ada beridir diam dipinggir jalan, lalu wes ada Inova Lewar maka tubuh kita akan teratrik ke arah mobil Innova, karena
A. Iman kita lemah sehingga tergoda Inova
B. Inova lebih menarik dari pada Terios apalagi Avanza
C. Ada udara yang bergerak cepat menghasilkan tekanan tinggi di sekitar Innova
D. Ada udaya yang bergerak cepat menghasilkan tekanan rendah disekitar Inova
E. Masa Inova lebih besar dari pada masa badan kita

24. Air mendidik menjelang magrib, masukan ke Termos lalu menjelang sahur, Subhanallah itu air yang ditermos tetap panas, nikmatnya nyedu kopi melengkapi sahut, alhamdulillah Allah Menjaga air di Termos tetap panas melalui proses …
A. Isotermis
B. Isobaris
C. Isokhoris
D. Oraiso
E. Adiabtis

Sambil ketawa terbahak-bahak saya menyindir teman jangan suka menyebar berita hoaks, meskipun buat bercanda. karena soalnya lumayan lucu dan sedikit tidak masuk akal.

Klarifikasi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Babakan

Beberapa waktu kemudian saat saya sedang berselancar di dunia maya saya membaca berita melalui portal liputan 6 bertajuk “Di Balik Soal UAS SMA 1 Babakan yang Viral di Media Sosial” yang terbit Kamis, (6/12/2018). Dalam berita tersebut berisi klarifikasi dari kepala sekolah, Kasanudin Johari mengenai kebenaran soal tersebut.

Dengan pembelaan agar soal ujian tidak membuat peserta didik tidak stress, Pak Kasanudin terlihat membenarkan tindakan yang dilakukan oleh guru dibawa binaannya membuat soal jenaka dalam ujian akhir sekolah (UAS), meskipun menyayangkan bentuk soal, namun membuat pembenaran atas kelucuan di kegiatan penting sekolah sama sekali bukan cerminan pimpinan yang baik.

Ujian akhir sekolah yang sejatinya digunakan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik, bisa keluar dengan bentuk seperti tersebut. Padahal sejatinya kegagalan dalam mengevaluasi peserta didik akan berdampak buruk bagi peserta didik.

Kegagalan ini akan membuat guru tidak mampu menebak ketuntasan belajar dalam bentuk kompetensi dalam kasus ini adalah kompetensi inti 3 yang menyangkut aspek pengetahuan. Hasilnya guru dan sekolah akan kehilangan data krusial menyangkut kompetensi yang dimiliki peserta didik di semester tersebut.

Tidak sesuai dengan Kompetensi Dasar

Ujian akhir sekolah adalah langkah Evaluasi hasil belajar yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengetahui ketuntasan dari peserta didiknya. Ketuntasanya tentu saja tidak merujuk lagi kepada satuan pendidikan masing-masing karena KTSP yang diberlakukan tahun 2006 sudah tidak berlaku lagi dan diganti dengan kurikulum 2013 dimana kompetensi inti (KI) telah ditentukan dari pusat.

Kompetensi inti sendiri terdiri dari 4 jenis yakni KI I berkaitan dengan aspek spiritual, KI II berkaitan dengan aspek sikap, KI III berkaitan dengan aspek pengetahuan, KI IV berkaitan dengan aspek keterampilan. Keseluruhnya ditentukan oleh Kemendikbud guna pemerataan kualiatas pendidikan dari Sabang sampai Merauke.

Tugas dari guru adalah menyampaikan seluruh KI yang telah ditetapkan nasional dalam proses pembelajaran, lalu diuji pada akhir semester untuk mengetahui ketuntasan dari masing-masing sekolah. Hasil analisis Ujian akhir sekolah kemudian evaluasi dan digunakan oleh guru sebagai pedoman untuk memperbaiki kompetensi yang dianggap kurang tuntas dan tidak tuntas.

Parameter ketuntasannya tentu saja dikombinasikan dari tuntun SKL berdasarkan tingkatan masing. SKL ini dibuat oleh Kemendikbud lalu disebarkan. Oleh karena itu mari kita melihat sejenak Kompetensi Dasar (KD) dari KI 3 yang berkaitan dengan soal di atas.

Berdasarkan edaran dari kemedikbud ke empat soal tersebut harsnya dikembangkan dari KD-KD berikut

3.1 Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari- hari misalnya dalam olahraga

3.2 Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kehidupan sehari hari

3.3. Menerapkan hukum-hukum fluida statik dalam kehidupan sehari- hari

3.4 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi

3.5 Menganalisis pengaruh kalor dan perpindahan kalor yang meliputi karakteristik termal suatu bahan, kapasitas, dan konduktivitas kalor pada kehidupan sehari-hari

Tugas guru selanjutnya adalah menyiapkan pembelajaran dan ujian sesuai dengan tingkatan dalam KD -KD tersebut, berdasarkan Taksonomi Anderson mengenai pengetahuan atau Cognitif. Dari kasus ini saja sudah terlihat jelas perbedaan yang sangat besar antara tuntutan kurikulum minimal dengan soal yang dikembangkan.

Mari kita bandingkan dalam bentuk tabel.

NoBadan Soal

Tingkatan Cognitif

Guru

Seharusnya

TNMalam jumat Kliwon Tidak angin, tidak ada hujan, krekeet pintu terbuka berarti ada…

C2

(Pemahaman)

C3

(Aplikasi)

7Kelompok Benda yang biasa disebut elastis…

C2

(Pemahaman)

C4

(Analisisis)

12Kita Berjumpa dengan Fluida Statis jika…

C2

(Pemahaman)

C3

(Aplikasi)

18Ketika kita ada beridir diam dipinggir jalan, lalu wes ada Inova Lewar maka tubuh kita akan teratrik ke arah mobil Innova, karena…

C2

(Pemahaman)

C3

(Aplikasi)

24Air mendidik menjelang magrib, masukan ke Termos lalu menjelang sahur, Subhanallah itu air yang ditermos tetap panas, nikmatnya nyedu kopi melengkapi sahut, alhamdulillah Allah Menjaga air di Termos tetap panas melalui proses…

C2

(Pemahaman)

C4

(Analisisis)

Berdasarkan tabel yang ada diatas terlihat jelas jika perbedaan antara soal yang disusan oleh guru lebih rendah dari tuntutan kurikulum minimum. Jika soal ini bisa dijawab dengan benar oleh peserta didik tidak dapat menunjukkan kesimpulan bahwa peserta didik sudah lulus KKM, karena tuntutan paling rendah minimal mengetahui kompetensi pada tingkat C3.

Hal ini dapat diambil jika soal disusun valid sesuai dengan dengan aturan pembuatan soal pilihan ganda dengan benar.

Semoga saja soal yang disusun oleh bapak guru tersebut ada yang mewakili paling tidak sesuai dengan semua KD yang dituntut dalam SKL.

Membuat Soal Pilihan Ganda tidak Sebercanda Itu

Konlfik selanjutnya adalah bentuk ujian pilihan ganda. Selama mengeyam dunia pendidikan, saya sendiri menganggap pembuatan soal pilihan ganda adalah soal yang paling sulit untuk disusun. Hal ini karena jenis soal yang bersifat Konvergen dan juga syarat-syarat lain sehingga soal pilihan ganda yang dianggap valid secara empirik baik dari pandangan ahli maupun pandangan praktisi.

Beberapa aspek yang harus dipenuhi dari soal pilihan ganda dan dampaknya jika aspek tidak terpenuhisebagai berikut :

NoAspekKesalahan yang muncul jika tidak dipenuhi
1Soal sesuai dengan indikatorKesalahan tidak mengetahui tingkatan cognitive yang hendak diukur
2Materi yang ditanyakan sesuai dengan komptensi
3Pilihan jawaban bersifat logis dan homogenKemungkinan peserta didik salah karena ada ada tendensi memilih pilihan misalnya jawaban terlalu panjang. Dalam kasus peserta didik tidak menjawab soal dengan kemapuannya.
4Hanya terdapat satu kunci jawabanJawaban tidak bis adianalis generalisasi, jika salah peserta didik kemungkinan kebingungan dengan pilihan yang benar, bukan karena tidak memiliki kompetensi yang ingin diukur.
5Pokok soal dirumuskan singkat, jelas dan tegasKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika
6Rumusan pokok dan pilihan jawaban merupakan pertanyaan yang diperlukan saja
7Pokok soal tidak memberikan petunjuk kunci jawabanJawaban benar kemungkinan ditebak oleh peserta didik karena ada di badan soal
8Pokok soal terbebas dari pertanyaan negatif gandaKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika
9Pilihan jawaban logis ditinjau dari segi materiSeluruh jawaban kemungkinan benar karena distractor tidak berfungsi.
10Gambar, grafik, tabel, diagram atau simbol jelas berfungsiKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa dan gambar, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika
11Panjang pilihan jawaban relatif samaSeluruh jawaban kemungkinan benar karena distractor tidak berfungsi.
12Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan, seperti “semua jawaban adalah benar” dan sejenisnyaKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa dan gambar, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika
13Pilihan jawaban yang berbentuk angka dan waktu tersusun urut sesuai dengan kronologisnyaKemungkinan peserta didik salah karena ada ada tendensi memilih pilihan misalnya jawaban terlalu panjang. Dalam kasus peserta didik tidak menjawab soal dengan kemapuannya.
14Butir soal tidak bergantung pada jawaban sebelumnyaJika benar tidak menjadi masalah, jika salah aka nada kerancauan melacak komptensi yang tidak didimiliki.
15Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benarKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa dan gambar, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika
16Menggunakan bahasa yang komunikatifKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa dan gambar, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika
17Tidak menggunakan bahasa yang bersifat kedaerahanKemungkinan peserta didik gagal memahami bahasa dan gambar, bukan karena tidak memiliki komptensi yang ingin diujikan dalam kasus ujian fisika

Satu butir soal yang disusun harus memenuhi ke 17 aspek diatas agar valid secara kontruk dan tampang. Dalam upaya membantu pembuat soal menjaga kualitas butir soal, dibutuhkan paling dua orang validator untuk menilai soal sudah layak digunakan atau tidak.

Dalam kasus Kepala sekolah harus bertanggung jawab untuk memastikan seluruh soal yang digunakan valid secara teoritik dari segi konstruksi dan tampang dan seyogyanya valid secara empirik.

Berdasarkan tabel diatas mari kita menganalisisi satu-persatu soal yang disusun oleh guru berdasarkan tampang.

NoAspekKegagalan Soal
TNMalam jumat Kliwon Tidak angin, tidak ada hujan, krekeet pintu terbuka berarti ada..

 

A. Genderuwo/Ma’ Lampir
B. Engsel Pintu
C. Gaya
D. Lengan Gaya
E. Momen Gaya

  1. Pilihan A tidak homogen dengan distraktor yang ada.
  2. Kata krekter tidak menjamin dapat ditafsirkan seluruh peserta didik
  3. Pengantar Jum’at Kliwon tidak terlihat saintifik dan konstekstual
7Kelompok Benda yang biasa disebut elastis …
A. Kolor, Kertas, Kayu
B. Pegas, Behel, Batu Bacan,
C. Pipi Perawan, Kayu Jati, Besi
D. Bokong, Kolor, Busa,
E. Bokong, Tihang Listrik, Beton Bocor
  1. Pilihan mengandung unsur yang tidak sesuai seperti “bokong” dan “pipi perawan”
  2. Beton Bocor tidak konstekstual

Harusnya jawaban hanya mengandung material, karena kasus ini Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kehidupan sehari hari. Bahan dalam hal ini adalah materi bukan benda

12Kita Berjumpa dengan Fluida Statis jika …

 

A. Kita Mandi di bawah Curug Sewu
B. Kita Berenang di Jempol
C. Kita Berenang di Baro
D. Kita Berenang di Gentong Berair
E. Kita Kentir Di Pipa Air

  1. Kunci jawaban BCDE sejenis hanya berbeda di tempatnya sehingga bisa dipastikan jawaban yang berbeda adalah A.
  2. Mengandung kata Kentir yang tidak baku dan konstekstual

Jika siswa benar ada kemungkinan karena menebak karena BCD dan E sama.

18Ketika kita ada beridir diam dipinggir jalan, lalu wes ada Inova Lewar maka tubuh kita akan teratrik ke arah mobil Innova, karena

 

A.    Iman kita lemah sehingga tergoda Inova

B.     Inova lebih menarik dari pada Terios apalagi Avanza

C.     Ada udara yang bergerak cepat menghasilkan tekanan tinggi di sekitar Innova

D.    Ada udaya yang bergerak cepat menghasilkan tekanan rendah disekitar Inova

E.     Masa Inova lebih besar dari pada masa badan kita

  1. Menggunakan distractor merek mobil yang tidak esensi dalam penggunaanya
  2. Distraktor disusun ngawur dengan membandingkan merek mobil yang yang tidak ada di badan soal.
  3. Distraktor A dan B tidak homogen
  4. Udaya harusnya diketik udara
24Air mendidik menjelang magrib, masukan ke Termos lalu menjelang sahur, Subhanallah itu air yang ditermos tetap panas, nikmatnya nyedu kopi melengkapi sahut, alhamdulillah Allah Menjaga air di Termos tetap panas melalui proses …

 

A.    Isotermis

B.     Isobaris

C.     Isokhoris

D.    Oraiso

E.     Adiabtis

Distrakto D kemungkina tidak berfungsi karena tidak homgen dengan pilihan yang tersedia

 

Jika ditinjau dari jawabannya, Harusnya jawaban yang benar karena termos berisfat Isolator panas sedangkan sistem kerja ruang vakum di termos adalah adiabatis.

Setiap guru harusnya memiliki kualifikasi membuat dan menyusun instrumen mengingat mata kuliah Evaluasi di LPTK adalah sebuah kewajiban. Selain itu mata kuliah Evaluasi biasanya lebih dar tiga mata kuliah, mengingat pentingnya mata kuliah untuk pelaksanaan pembelajaran.

Oleh karena sepertinya sangat tidak wajar jika seorang guru menyusun soal ujian akhir fisika yang perannya sangat vital bagi pendidikan dalam bentuk soal sebercanda itu.

Dalil soal kreatif dan agar peserta didik tidak stres tentu saja bukan pembenaran melakukan kesalahan yang parah ini. Ditambah menurut sang Kepala sekolah si guruh adalah guru berprestasi. Jika memang demikian, sudah seberapa lama sang guru membuat soal dengan bentuk seperti ini.

Saya menjadi curiga, apakah perlu dilakukan ujian ulangan untuk mengukur ulang kompetensi sang guru kreatif ini dalam hal Evaluasi pendidikan dan pembelajaran. Karena ini adalah salah satu kompetensi wajib guru dalam melaksanakan kewajibannya di dalam kelas dan di sekolah.

Hal lain yang sangat disayangkan dalam kasus ini adalah peran kepala Sekolah. Wajar saja jika saya bertanya dimana peran Kepala Sekolah dalam ujian akhir sekolah sampai akhirnya soal ini bisa lolos menjadi soal ujian. Apakah Kelompok Guru Mata Pelajaran tidak berfungsi di sekolah tersebut, ataukah soal tersebut tidak sempat lewat di meja Kepala sekolah yang memiliki kewajiban mengetahui setiap kejadian yang terjadi di wilayah kekuasaannya.

Fakta ini membuat saya sangat takut menyerahkan anak-anak saya dengan guru yang memiliki kompetensi seperti  ini. Lebih takut dari Genderuwo dan Ma’ Lampir yang datang membuka pintu dengan bunyi kreeek pada malam Jum’at Kliwon.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)