fbpx
Pasang iklan

Penolakan Ahok Jadi Bos BUMN: Antara Ketakutan dan Integritas

Gema.id Gelombang penolakan pasca berembus kabar Menteri BUMN Erick Thohir akan menempatakan Basuki Tjhaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam jabatan penting pada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berdasarkan kabar yang beredar Ahok akan ditempatkan jabatan penting di PLN atau Pertamina nantinya. Dan Ahok mengungkapkan dirinya akan terlibat pada November-Desembar mendatang di salah satu BUMN seusai melakukan pertemuan dengan Erick Thohor di Kantor Kementerian BUMN, pada Rabu (13/11/2019) kemarin.

“Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN. Itu  saja,” kata Ahok dikutip dari Antara. Meski demikian Ahok tidak menyebutkan di BUMN mana dan jabatan apa yang akan dipercayakan kepadanya nanti.

“Saya cuma diajak masuk dalam ke salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara, saya pasti bersedia,” ungkap Ahok.

Sementara Menteri BUMN Erick Thoir mengambil keputusan menunjuk Ahok masuk untuk mengelola salah satu BUMN karena sosok Ahok dianggap memiliki kualitas kepemimpinan yang tidak diragukan lagi. Ahok dinilai berani dan inovatif selama menduduki jabatan penting yang pernah dipegangnya.

“BUMN 142 Perusahaan, kita perlu figur-figur yang bisa mendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang [hanya] satu orang. Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang memiliki track record pendobrak,” kata Erick Thohir.

Selain  itu usulan Ahok masuk kedalam jabatan penting BUMN adalah usulan langsung dari Presiden Jokowi dan mengkomunikasikannya ke menteri terkait.

Namun rencana pemerintah dalam hal ini nampaknya menemui batu sandungan, sejumlah pihak menolak hadirnya Ahok di BUMN, menurutnya  dengan adanya Ahok bukan penyelesaian setumpuk masalah namun menimbulkan masalah baru.

Adalah mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengomentari rencana penunjukkan Ahok.

“Saya bingung Pak Jokowi cari masalah baru,” kata Rizal pada keterangan pers yan diterima Gema, Sabtu (16/11/2019). “Masalahnya Indonesia ini sudah banyak. Ini (Ahok) orang bermasalah yang hanya akan menimbulkan kontroversi tidak perlu,” sambung Rizal.

Rizal Ramli juga membantah soal track record Ahok yang dianggap mulus, karena menurutnya pembelian lahan RS Sumber Waras saat menjabat Gubernur DKI Jakarta mencoreng kiprah Ahok.

Tak sampai disitupenolakan juga diangkat oleh serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak jika Ahok nantinya menjadi Dirut Pertamina nantinya, mengongat Ahok berlatar belakang politisi.

Ahok juga dinilai tidak memiliki track record dalam mengurusi persoalan energi, maka keputusan nantinya hanya berujung blunder.

Mereka FSPPB telah memasang spanduk penolakan: “MIlih Figur Tukang Gadung, Bersiaplah Pertamina Segera Runtu!”

Membela Ahok

Politis  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara mengenai riak penolakan yang terjadi tak menerima Ahok di BUMN, sikap yang diperlihatkan oleh FSPPB penuh kekeliruan.

“Tokoh FSPPB yang menolak Ahok diduga terpapar virus pemahama keliru seperti ketuanya Arie Gumilar yang aktif Gerakan 212, yang aktif menyebarkan isu SARA di media sosial,” kata Gus Romli.

FSPPB yang juga menolak Ahok lantaran cacat materil karena dirinya pernah dipenjara dianggap hanyalah dalih untuk menghalangi Ahok sosok yang dikenal anti-korupsi.

“Ini ketakuatan akan adanya perbaikan anti-korupsi yang dikenal dari sosok Ahok. Ia cocok di BUMN, bersih, profesional dan transparan,” katanya.

Sementaara itu dilansir dari Asumsi, pengamat BUMN  Toto Pranoto menyebut Ahok amat layak memimpin BUMN, karena BUMN saat inu butuh sosok yang bisa kerja cepat dan efisien.

“Kandidat tersebut Ahok dianggap sangat tepat sepanjang memang punya kapabilitas kepemimpinan yang sesuai.  Terutama aspek integritas, visionary leadership dan kemampuan eksekusi yang andal,” kata Toto.

Toto Pranoto juga mengatakan Ahok mempunyai modal sukses memimpin modal birokrasi namun mengingatkan memimpin BUMN nantinya punya kesulitan tersendiri.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)