fbpx
Pasang iklan

Pengamat Pendidikan : Superioritas Senior Menjadi Penyebab Kekerasan Dalam Lingkungan Kampus

(Gema – Makassar) Peristiwa tewasnya Taruna ATKP Makassar menuai berbagai reaksi. Bahkan Kasus ini telah membuat warga Makassar Geram terhadap Muhammad Rusdy (21) taruna Tingkat 2 yang menjadi tersangka dalam kasus tewasnya Aldama Putra (19).

Menanggapi hal tersebut, praktisi dan pakar pendidikan tinggi sekaligus mantan rektor Universitas Negeri Makassar dua periode, Prof. Dr. Arismunandar menyatakan prihatin dengan perilaku senioritas di lingkungan akademis yang berujung pada kematian.

“Kita prihatin dan juga berduka cita. Fenomena seperti ini, belakangan ini banyak terjadi di sekolah kedinasan dan menerapkan cara militeristik dalam pola pembinaan kemahasiswaan,” jelas Prof Arismunandar seperti yang dikutip dari Tribunnews.

Prof Arismunandar sebenarnya menganggap jika sistem Senioritas adalah sebuah sistem yang baik jika dilaksanakan dengan baik. Hanya saja sistem Senioritas ini rentang dengan prinsip superioritas yang menyebabkan mudahnya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior ke juniornya.

“Sebenarnya itu harusnya baik, cuman sistem senioritas itu menjadi masalah. Hal itu dipupuk dan dilestarikan. Ditanamkan superioritas senior terhadap junior yang menyebabkan kekuasaan senior menjadi tidak terkendali. Celakanya jika tidak terkontrol dari manajemen perguruan tinggi,” tambah Guru Besar UNM ini.

Prof Arismunandar juga mengatakan jika kejadian seperti ini biasanya terjadi diluar pantauan perguruan tinggi, misalnya diluar waktu akademis seperti sore atau malam hari.

“Biasanya jika ada kejadian begini, hal itu diluar pengawasan manajemen perguruan tinggi. Mungkin di luar kontrol, apakah sore atau malam. Biasanya seperti Itu. Jika dilakukan pengawasan secara rutin harusnya tidak terjadi hal yang seperti itu,” tambah Prof Arismunandar.

Hal ini juga bisa jadi disebabkan karena sudah menjadi tradisi di kampus yang dilaksanakan turun temurun dari satu generasi ke generasi lain. Ada motif cenderung balas Dendam saat menjadi Junior.

“Bukan cuman pengawasan tapi juga penindakan terhadap penyalahgunaan senioritas itu. Saya yakin ini bukan sekali dua kali terjadi, ini turun temurun dan menjadi budaya baru dalam perguruan tinggi,” Jelas Arismunandar.

Aldama Putra sendiri bukan korban meninggal pertama di lingkungan ATKP Makassar. Tahun 2016 lalu, Ari Pratama tewas saat berenang dan dianggap murni kecelakaan. Namun pihak keluarga merasa curiga dengan kondisi anaknya karena ada beberapa luka lebam di bagian tubuhnya. Selain itu Sebelum meninggal, Korban sering mengeluh merasakan mual dan sakit perut ke temannya.

Pengawasan Dari Perguruan Tinggi

Guna menekan angka kekerasan dalam lingkup perguruan tinggi, seharusnya pihak kampus menghilangkan tradisi kekerasan atau senioritas dalam aktivitas yang melibatkan mahasiswa.

Salah satu caranya adalah dengan memutuskan kebiasaan menyerahkan Junior ke Senior mereka saat penerimaan mahasiswa baru. Mahasiswa baru harusnya institusi-lah yang mengatasi proses penerimaan mahasiswa baru.

“Misalnya penerimaan mahasiswa baru, senior tidak lagi berperan kepada juniornya. Penerimaan mahasiswa baru harus ditangani langsung institusi terkait dalam artian memimpin kegiatan kampus. Mau melibatkan senior mungkin tidak jadi masalah, tapi perlu memberikan batasan yang wajar,” Kata mantan Rektor dua Periode Universitas Negeri Makassar.

Universitas Negeri Makassar sendiri telah melakukan pemutusan penanganan junior oleh Senior pada penerimaan Mahasiswa Baru. Penanganan Mahasiswa Baru langsung ditangani oleh pihak Kampus mulai dari tingkat Universitas, Fakultas sampai Jurusan atau Program Studi masing-masing.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)