fbpx
Pasang iklan

Pengacara Minta Kasus Ratna Sarumpaet Tidak Diseret ke Politik

...

Gema, Jakarta – Penasehat hukum Ratna Sarumpaet menanggapi pujian dari capres petahana Joko Widodo yang dialamatkan kepada kliennya itu merupakan hal yang biasa dan tidak perlu dibicarakan lagi apalagi dipolitisasi.

“Kalau menurut saya sih kalau hanya pujian-pujian seperti itu menurut saya hal biasa saja ya. Karena menurut kami seharusnya persoalan kebohongan Ibu Ratna tidak haruslah diperpanjang ke wilayah hukum,” ujar Pengacara Ratna, Insank Nasruddin dalam keterangannya, Senin, 4 Februari 2019.

Menurut Insank pengakuan kliennya tentang kebohongan yang dilakukan tidak perlu diungkit kembali, karena cukup sanksi sosial yang diterima Ratna Serumpaet.

“Dengan Ibu Ratna melakukan pengakuan, tentunya dia sudah memperoleh sanksi sosial, kan seperti itu. Dia memperoleh sanksi sosial, dia kemudian juga membawa beban itu seumur hidupnya dan tentunya juga merusak dari semua hal-hal positif yang dia sudah bangun tentang dirinya selama puluhan tahun,” ucapnya.

Dia memint kepada seluruh pihak untuk tidak lagi mengungkit apa yang pernah dilakukan oleh Ratna apalagi membawa permasalahan kliennya itu ke persoalan politik.

“Harapan saya begini, bahwa semua pihak-pihak sudahlah, semua pihak-pihak ini setoplah membicarakan atau mengungkit-ungkit persoalan Ratna ini dibawa dalam nuansa politik. Biarlah persoalan hukum saja kita perdebatkan, janganlah didebatkan lagi dalam persoalan politik,” kata Insank.

Insank menilai pihak yang masih membicarakan kasus Ratna tidak memiliki bahan argumentasi baru, apalagi sekarang memasuki tahun politik yang kerapkali digunakan oleh kedua kubu yang bertarung di Pilpres.

“Saya menilai, siapa pun pihak-pihak yang membawa dalam persoalan politik, persoalan Ratna, saya berasumsi kemungkinan dia tidak memiliki bahan,” ujar Insank.

Sebelumnya, capres petahana Joko Widodo (Jokowi) memuji kejujuran yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Dia menyayangkan pihak yang mengatakan Ratna dianiaya sampai mengumkannya dihadapan publik.

“Saya acungi jempol ke Mbak Ratna. Tapi yang nggak benar itu yang ngabarin digebukkin, itu nggak benar. Maunya apa? Maunya nuduh kita kriminalisasi, tapi masyarakat kita sudah cerdas dan pintar-pintar,” kata Jokowi ketika berada di acara Koalisi Alumni Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Beri tanggapan