fbpx
Pasang iklan

Pemerintah Akan Sanksi Pemerintah Daerah yang Merekrut Guru Honorer

(Gema – Jakarta) Polemik status tenaga pendidik honorer masih terus bergulir. Salah satu upaya agar polemik tidak semakin besar dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berupa imbauan kepada pemerintah daerah untuk melakukan perekrutan guru honorer.  Muhadjir Effendy  selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengaku telah membuat surat edaran kepada seluruh Pemerintah untuk berhenti merekrut guru Honorer.

“Kalau Kemendikbud sebenarnya sudah membuat surat kepada pemda untuk tidak lagi rekrutmen guru honorer. Dan kalau ada pengangkatan guru itu bisa kita pantau melalui dakodik yang ada di kemendikbud,” jelas Muhadjir, Jumat (21/9).

Penghentian ini sendiri merupakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Selain meminta melakukan pemberhentian penerimaan Guru Honorer, Pemerintah juga akan memberikan sanksi kepada daerah yang tidak mengikuti instruksi tersebut. Sanksi yang diancamkan juga sudah tertuang dalam surat edaran menteri.

“Karena guru ini sekarang jadi wewenang pemda bukan pemerintah pusat, memang political will atau keinginan baik dari pemda dan kepala sekolah sangat kita harapkan,” ujarnya.

Terkait akan ancaman yang akan diberikan, Muhadjir menjelaskan sanksi yang diberikan berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus, namun ia tidak merinci mengenai pemberian sanksi.

“Belum ada kasus yang ketahuan ada sekolah masih tetap merekrut guru honorer. Tapi kalau ada, itu akan terkait dengan masalah bantuan kita yaitu DAK nonfisik, BOS itu. Mereka kan biasanya digaji dari BOS,” kata dia.

Kelebihan Guru Honorer

Muhjadir mengaku jika surat edaran tersebut sudah disahkan sejak dirinya menjabat jadi Menteri Pendidikan dan kebudayaan. Rekruitmen Aparat Sipil Negara harus dilakukan dengan ketat untuk menjaga kualitas SDM.

Saat ini terdapat sekitar 700 ribu guru honorer di seluruh Indonesia. Muhadjir menyarankan untuk mereka mengikuti proses seleksi CPNS yang sudah disyaratkan Kemempan-RB, sedangkan bagi mereka yang sudah tidak memenuhi syarat agar mengikuit seleksi PPPK.

“Tapi juga tetap seleksi, tetep tes. Yang tidak lulus tes ya mohon maaf, juga tidak bisa diterima. Jadi, mohon kemudian itu jangan ditawar soal kualitas,” tambahnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)