fbpx
Pasang iklan

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila (Permasalahan umum, Tantangan, Keunggulan, dan Panduan Pengelolaan)

Selain termasuk bidang usaha yang mudah pengelolaannya, Budidaya Ikan Nila juga merupakan peluang usaha yang umum diminati karena minim modal dengan omset yang menjanjikan. Dengan memanfaatkan lahan dan sumber daya seadanya, prospek Usaha Budidaya Ikan Nila dapat diperlakukan sebagaimana bisnis rumahan lainnya.

Potensi pasar Ikan Nila terbilang baik, mengingat kebutuhan ketersediaan ikan yang tidak pernah surut. Setelah Lele, Nila adalah jenis ikan primadona untuk santapan masyarakat Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh harga yang cenderung terjangkau, mudah untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan, serta dagingnya yang gurih dan lezat.

ikan nila jenis gift – farmbos.com

Kerabat dekat ikan Mujair ini yang berkarakteristik omnivora (pemakan segala) ini adalah jenis yang mudah ditemui di alam bebas. Khususnya di perairan tawar seperti danau, sungai, rawa, dan waduk pada PH 7-8 dengan suhu 25-30oC.

Dengan memanfaatkan karakteristik ikan nila tersebut, tata cara budidaya Nila dapat dijalankan beriringan dengan banyak bidang usaha agrikultura lainnya, seperti peternakan ayam petelur. Anda dapat saja memanfaatkan buangan pakan dan kotoran ayam sebagai pakan, trik ini banyak dipraktekkan oleh pelaku usaha pemiaraan ikan lele.

Namun demikian, tentu kualitas Prospek Usaha Budidaya Ikan Nila akan berkurang (atau sekurang-kurangnya tidak maksimal). Karena kandungan pakan yang tidak direkomendasikan, jika anda bermaksud memaksimalkan omset dari Budi Daya Ikan Nila.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila

Harus diakui, agrobisnis peternakan & perikanan adalah bidang bisnis yang tidak pernah mati, termasuk diantaranya bisnis pembudidayaan ikan nila. Bisnis budidaya ikan nila, dapat di mulai dengan mudah dan dengan modal yang relatif kecil. Lebih jauh, bisnis budidaya ikan nila dapat dimulai di pekarangan hunian anda.

Profil Pelaku Usaha

Bisnis budidaya ikan nila terbilang cocok digeluti semua orang. Apapun latar belakang anda, jika saat ini masih bingung memilih bidang usaha yang tepat, Budidaya Ikan Nila mungkin adalah peluang terbaik.

Sasaran Pasar & Konsumen

Cakupan konsumen usaha pembudidayaan ikan nila diketahui luas. Sasaran pasar bisnis ini terhitung mulai dari kebutuhan konsumsi rumah tangga hingga bisnis kuliner aneka jenis rumah makan.

Harga Pasaran Ikan Nila

Penentuan harga ikan nila dihitung dalam bilangan berat per kilogram, dengan keadaan hari ini berkisar mulai Rp. 20.000 hingga Rp. 25.000.

Analisis Bisnis Budidaya Ikan Nila

Penanaman Modal

Objek InvestasiPrakiraan Nilai Objek
Sewa lahanRp. 3.514.000
Biaya pembuatan kolamRp. 4.670.500
Mesin pompa AirRp. 521.000
JaringRp. 120.000
Belanja Benih IkanRp. 475.600
DrumRp. 253.500
Jerigen dan wadah lainnyaRp. 87.500
Paralon & selangRp. 94.500
GayungRp. 57.600
Perlengkapan pembersih kolamRp. 75.800
TerpalRp. 132.600
Objek investasi lainnyaRp. 76.000
JumlahRp. 10.078.600

Cara Hitung Nilai Penyusutan Investasi Pembudidayaan Ikan Nila (Bulanan)

Biaya Operasional TetapCara Hitung
Penyusutan nilai lahanNilai lahan : 12 (bulan)
Penyusutan kolamBiaya pembuatan kolam : 62
Penyusutan mesin pompa airHarga mesin pompa air : 62
Penyusutan JaringHarga Jaring : 62
Penyusutan ikanHarga benih : 62
Penyusutan drumHarga drum : 44
Penyusutan jerigen dan wadah lainnyaHarga jerigen dan wadah lainnya : 62
Penyusutan paralon dan selangHarga paralon dan selang : 62
Penyusutan gayungHarga gayung : 44
Penyusutan perlengkapan pembersih kolamHarga perlengkapan pembersih kolam : 44
Penyusutan terpalHarga terpal : 44
Penyusutan objek investasi lainnyaNilai/harga : 44
KaryawanRp. 1.500.000
TotalDengan nilai asumsi objek investasi diatas, prakiraan total Nilai Penyusutan Investasi = Rp. 1.902.638

Variabel Pembiayaan Budidaya Ikan Nila (x 30)

Variabel pembiayaanPrakiraan harga
Pakan utamaRp. 56.000
Pakan tambahanRp. 26.000
PupukRp. 12.500
Bahan lainnyaRp. 21.000
VitaminRp. 22.000
Obat-obatanRp. 26.000
PengemasanRp. 19.500
Biaya angkutRp. 28.000
Air dan listrikRp. 42.000
JumlahTotal x 30 = Rp. 7.590.000

Total kebutuhan operasional

Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 9.492.638

Potensi Omset Bulanan

10 kg x Rp. 25.000 = Rp.    250.000

Rp.  250.000 x   30 hr = Rp. 7.500.000

Profit Bersih Bulanan

Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

Rp.   7.500.000 – Rp. 9.492.638 = Rp. 1.992.638

Jangka Pengembalian Modal Usaha

Total Investasi / Keuntungan = Rp. 10.078.600 : Rp. 1.992.638 = 5 bln

Dari analisa bisnis di atas, diketahui bahwa; usaha budidaya ikan nila yang beroperasi dengan modal Rp. 10.078.600 dapat memberikan kentungan Rp. 1.992.638 per bulan dan jangka pengembalian modal selama 5 bulan.

Permasalahan Umum Budidaya Ikan Nila

Sebagaimana bidang, jenis, dan objek usaha lainnya Budi Daya Ikan Nila juga memiliki rintangan dan resikonya sendiri. Tanpa bermaksud mengurangi semangat berwirausaha, penting untuk calon pengelola usaha mengetahui permasalahan umum seputar bidang usaha yang akan digeluti.

Ketika memasuki musim penghujan air cenderung keruh dan terjadi upwelling atau arus balik ~ naiknya air dalam ke permukaan, hal ini adalah penanda dan sebab berkurangnya kandungan oksigen pada air. Berkurangnya oksigen pada air merupakan salah satu sebab alamiah yang dapat dikategorikan sebagai hambatan pemiaraan ikan nila di ruang terbuka.

Pola terjadinya upwelling – www.ck12.org

Disamping musim penghujan yang telah disinggung diatas, terdapat beberapa hambatan, tantangan dan permasalahan lain Usaha Ternak Nila yang penting untuk diketahui sebelum memulai pembudidayaan, berikut ini adalah gambaran umum beberapa diantaranya;

Hambatan Alamiah Budidaya Ikan Nila

  • Ketersediaan dan Kondisi Air

    Kerabat dekat ikan mujair ini adalah jenis ikan air tawar yang senang dengan sirkulasi yang konstan/tetap dan kualitas air yang bersih. Dengan demikian, Budidaya Ikan Nila membutuhkan suplai air dengan sumber yang melimpah.

  • Musim Kemarau dan Kekeringan

    Berlanjut dari hambatan alamiah pembudidayaan ikan nila dari segi kondisi air. Jika kolam yang dibuat tidak bersumber dari ketersediaan air yang melimpah dan mengandalkan sumur, maka musim kemarau adalah tantangan yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan sebelum dan saat membuat kolam budidaya ikan nila.

  • Musim hujan

    Kandungan asam yang tinggi pada air hujan dapat berdampak buruk pada ekosistem ikan. Potensi banjir, dan pergantian arah angin yang mendorong terjadinya upwelling juga perlu diantisipasi di musim hujan. Upwelling dan perubahan kualitas air secara drastis dapat berdampak pada berkurangnya kandungan oksigen air. Jika tidak dipersiapkan dengan baik keadaan ini dapat berakibat buruk pada Usaha Budidaya Ikan Nila.

  • Jangka waktu pengelolaan

    Mulai dari penebaran benih, peternakan ikan Nila dapat membutuhkan waktu sampai 6 bulan untuk panen. Dua kali lipat dari waktu yang dibutuhkan beternak ikan Lele, 2,5 sampai 3 bulan.

  • Hama Kecebong dan Katak

    Kecebong dan katak adalah predator untuk benih ikan secara umum, termasuk diantaranya adalah bibit ikan nila. Penting untuk diketahui mengingat keduanya hidup dan berhubungan dengan media yang sama, air tawar.

Tantangan Usaha Pembudidayaan Ikan Nila

Agar sukses, Budidaya Ikan Nila tidak bisa dikelola dengan sembarangan. Setiap calon pengelola usaha membutuhkan trik, langkah tepat, perencanaan kerja dan belanja yang matang agar dapat berhasil menjalankan Budi Daya Ikan Nila dengan baik.

Untuk diketahui sehingga dapat dihindari, kemudian mampu mengembangkan Budidaya Ikan Nila sebagai usaha sampingan menguntungkan dengan potensi omset maksimal. Berikut ini adalah tantangan yang perlu diwaspadai dalam perencanaan persiapan usaha ternak nila;

  • Harga Pakan dan Pelet cenderung tinggi

    Saat ini harga pakan benih ikan nila berada di kisaran 16.000 – 20.000 per kilogram. Sementara harga pakan ikan nila berkisar 13.000 – 17.000. Dengan angka pasaran yang tidak jauh yakni 20.000 – 25.000 per kg, tidak banyak selisih yang dapat diperoleh jika menggunakan pola yang standard dan hanya mengandalkan harga pasaran.

  • Wabah Tilapia Lake Virus

    Tahun 2017 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan peringatan terkait Virus Tilapia sebagai wabah yang berdampak pada usaha peternakan ikan Nila. Banyak peternak Nila yang tidak tahu menahu mengenai wabah virus ini, sementara pertanyaan seputar ikan tiba-tiba mati masih banyak beredar.

Penjelasan hambatan, tantangan, dan permasalahan umum diatas bukan dimaksudkan untuk menyurutkan semangat berwirausaha. Melainkan untuk mendorong setiap calon pembudidaya agar dapat lolos dan mencapai target profit sesuai yang diharapkan.

Selanjutnya, berikut ini adalah Informasi Penting seputar keunggulan dan potensi profit yang akan anda lewatkan jika tidak beternak Nila;

Keunggulan Usaha Budidaya Ikan Nila

Tidak hanya menjanjikan keuntungan besar melalui peluang usaha, ikan Nila juga memiliki kandungan gizi yang dapat dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.

Panen hasil budidaya ikan Nila

Meski masih kalah populer dari Lele, yang mana sebenarnya justru merupakan kabar baik (artinya kompetitor juga masih kurang). Diantara keunggulan ikan Nila yang perlu dipertimbangkan untuk memulai usaha budidaya adalah;

  • Menghasilkan Benih yang Banyak

    Pilihan usaha lainnya dari Pengembangbiakan Nila adalah penjualan benih. Nila adalah jenis ikan yang mampu bertelur lebih banyak dari jenis ikan lainnya. Ikan dengan nama latin Oreochromis niloticus ini dapat menelurkan lebih dari 1.500 ekor benih, bahkan tak jarang 1 ekor indukan Nila mampu bertelur sampai 2.800 benih. Selain memiara untuk dijual dagingnya, Prospek penjualan benih ikan nila juga menjanjikan omset yang baik.

  • Benih Mudah Didapatkan

    Sebelum membeli, pastikan benih yang anda dapatkan tidak cacat fisik, aktif bergerak, dan memiliki ukuran yang sama. Mudahnya akses benih Ikan Nila kerap kali membuat calon peternak lupa untuk mensortir kualitas yang baik sebelum memulai bisnis pembudidayaan. Benih Ikan Nila dapat dengan mudah anda dapatkan dengan kisaran harga Rp. 100 sampai Rp. 1.500 per ekor, tergantung kualitas dan jenis ikan Nila.

  • Cakupan Pasar Luas

    Disamping persaingan yang masih rendah, pangsa pasar ikan nila juga lumayan luas. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang terbilang tinggi, Budidaya Ikan Nila adalah usaha dengan peluang yang menjanjikan. Baik dari segi penguasaan pasar maupun potensi keuntungan.

  • Harga Jual Tinggi dan Cenderung Stabil

    Diantara banyaknya peluang usaha dibidang peternakan, ikan adalah objek yang secara umum memiliki harga jual stabil. Anda tentu pernah mendengar kabar naiknya harga ikan tapi tidak dengan harga yang turun. Kenaikan harga ikan dipicu oleh keadaan alam, pada beberapa keadaan dapat naik (dan kembali turun setelah gejala alam membaik), tapi tidak untuk turun.

    Fenomena harga ikan di pasar juga menjelaskan kurangnya mafia pasar untuk harga ikan dalam cakupan lokal. Tentu berbeda ketika yang kita bicarakan adalah harga nasional, atau bahkan ekspor. Perubahan harga jual ikan secara umum hanya dipengaruhi oleh 2 variabel utama; kebijakan pemerintah, dan gejala alam. Termasuk dalam gejala alam, adalah; cuaca dan ketersediaan ikan.

    Tidak terlepas dari itu harga jual ikan nila, sangat jarang mengalami penurunan dan termasuk tinggi di pasaran. Ketika produksi menipis, harga jual akan meningkat. Sementara ketika musim panen masal, harga ikan nila tetap stabil.

  • Pendistribusian Mudah

    Keunggulan lain dari usaha budidaya ikan nila adalah mudah didistribusikan. Proses distribusi ikan nila sangat beragam, bisa dijual secara langsung, dititipkan ke pengecer, ataupun menjadi pemasok (kafe, rumah makan, supermarket, ataupun pasar tradisional).

    Selain mentahan, ikan nila juga dapat dipasarkan dalam bentuk olahan. Justru, jenis distribusi ini dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak. Terdapat banyak jenis masakan yang berbahan dasar Ikan Nila, contohnya; pepes ikan nila, ikan nila goreng, ikan nila bumbu rujak, ikan nila bakar madu, ikan nila saus tiram, ikan nila kuah kuning, ataupun ikan nila asam manis.

  • Angka Kematian Rendah

    Jika kembali kita perbandingkan dengan budidaya ternak lainnya, ikan adalah objek ternak dengan angka kematian yang rendah. Lebih khusus ikan Nila, jenis ikan ini tergolong mudah berkembang biak dan kemampuan adaptasi yang baik. Terlepas dari hambatan dan tantangan pada uraian diatas, ikan Nila termasuk dalam jenis ikan dengan potensi populasi yang baik.

    Meski demikian, ikan Nila adalah jenis kedua (setelah lele) yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap ruang. Setelah mampu menghindari hambatan dan tantangan yang secara umum berfokus pada keadaan air, seharusnya tidak ada lagi masalah berarti dalam pembudidayaan ikan Nila.

  • Pada beberapa lokasi, pakan tidak perlu dipikirkan

    Dalam kasus ini, terdapat beberapa jenis tanah (untuk pembudidayaan ikan nila dengan kolam tanah tanpa lapisan) yang secara geografis memiliki kandungan yang baik untuk pertumbuhan lumut dan plankton sebagai pakan Nila. Jika anda cukup beruntung memiliki lahan dengan keunggulan geografis seperti ini, maka akan sangat menghemat biaya pengelolaan khususnya pada biaya pakan.

Panduan Pengelolaan Budidaya Ikan Nila

Sekarang anda telah mengetahui peluang usaha dan permasalahan umum usaha budidaya nila. Kemudian memutuskan untuk melanjutkan praktek budidaya ikan nila, akan lebih baik jika lebih dulu mengenal jenis-jenis ikan Nila.

Hal ini penting, dalam kaitannya untuk menentukan metode pembudidayaan dan perlakuan pengelolaan yang tepat pada Usaha Ternak Ikan Nila.

Mengenal Jenis-Jenis Ikan Nila

  • Jenis ikan nila merah nifi
  • Jenis ikan nila merah gift
  • Jenis ikan nila gift biasa
  • Jenis ikan nila gesit
  • Jenis ikan nila citralada
  • Jenis ikan nila get
  • Jenis ikan nila salina
  • Jenis ikan nila lokal
  • Jenis ikan nila best
  • Jenis ikan nila nirwana
  • Jenis ikan nila larasati
  • Jenis ikan nila pandu
  • Jenis ikan nila kunti
  • Jenis ikan nila jica
  • Jenis ikan nila srikandi
  • Jenis ikan nila jatimbulan
  • Jenis ikan nila sultana
  • Jenis ikan nila anjani
  • Jenis ikan nila nilasa

Ada banyak Jenis Ikan Nila, mengetahui latar belakang dan keunggulannya dapat membantu anda memutuskan (berdasarkan sumberdaya yang dimiliki) untuk memulai usaha budidaya dengan jenis ikan nila yang tepat.

  1. Nila Nilasa

    Nila Jenis Nilasa

    Keunggulan:

    • Pertumbuhan cepat
    • Telur banyak
    • tingkat tetas telur (Sintasan) tinggi
    • Hemat pakan
    • Kemampuan adaptasi baik, khususnya pada lingkungan yang ekstrim
  2. Nila Anjani

    Nila Jenis Anjani

    Keunggulan:

    • Pertumbuhan cepat
    • Kebal serangan baketri Streptococcus iniae
    • Memiliki daging tebal
  3. Nila Sultana

    Nila Jenis Sultana

    Keunggulan:

    • Memiliki daya tahan tubuh baik
    • Pertumbuhan cepat
    • Dapat mencapai ukuran besar
    • Telur banyak
  4. Nila Jatimbulan

    Nila Jenis Jatimbulan

    Keunggulan:

    • Pertumbuhan cepat
    • Postur besar, dapat mencapai panjang 25 cm
    • Tingkat kelangsungan hidup (survival rate / hatching rate) tinggi; 85%
    • Dapat hidup di air tawar dan payau
    • Tahan salinitas (kadar garam) tinggi
    • Kebal bakteri Aeromonas hydrophylla
  5. Nila Srikandi

    Nila Jenis Srikandi

    Keunggulan:

    • Kebal terhadap air dengan kadar salinitas tinggi
    • Tekstur daging dan rasa lebih lezat
    • Pertumbuhan cepat
    • Kandungan protein tinggi 17,6%, dibanding ikan nila lokal
    • Mengkonsumsi pakan alami tambak, selain lebih hemat biaya pakan nila jenis ini juga memiliki FCR (Food Conversion Ratio) rendah
  6. Nila Jica

    Nila Jenis JICA (Japan for International Cooperation Agency)

    Ciri:

    • Berwarna hitam keabu abuan pada tubuhnya
    • Berwarna putih kekuning-kuningan atau putih kehitam-hitaman pada bagian insang
  7. Keunggulan:

    • 20% lebih cepat tumbuh daripada ikan nila gift
    • Konversi pakan rendah
  8. Nila Kunti

    Nila Jenis Kunti

    Didatangkan ke PBIAT klaten pada tahun 1997 dari BBIS Ngrajek, Mungkid, Magelang. Nila Kunti berwarna hitam pada punggung dan putih pada bagian perut, cukup disukai karena mampu mencapai berat 760 gram/ekor.

  9. Nila Pandu

    Nila Jenis Pandu

    Sama halnya Kunti, Nila jenis Pandu juga didatangkan ke klaten pada tahun 1997 tapi oleh PT Aquafarm.

    Jenis Nila Merah ini dominan berwarna putih utamanya pada bagian perut dan punggung, hanya sirip yang berwarna kemerah-merahan. Bersamaan dengan Kunti, Nila Pandu juga di sahkan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan pada tahun 2012

  10. Nila Larasati/Janti

    Nila Jenis Larasati atau Janti

    Keunggulan:

    • Daya tahan hidup 90% lebih baik
    • Pertumbuhan cepat
    • FCR (Food Conversion Ratio) lebih rendah, jika dibanding ikan nila lokal
  11. Nila Nirwana

    Nila Jenis Nirwana

    Hasil perkawinan silang antara Nila betina jenis GIFT dan Nila Jantan jenis GESIT, jenis Nila yang namanya diambil dari singkatan Nila Ras Wanayasa ini pertama kali dirilis pada tahun 2006. Sebagaimana namanya, Ikan Nila Jenis Nirwana berasal dari Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Dalam pengembangannya ilmuan Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) dan IPB, menghasilkan 3 versi generasi Ikan Nila Jenis Nirwana

    • Nila Nirwana 1

      Keunggulan;

      • Dalam waktu 6 bulan mampu mencapai bobot 650 gram per ekor.
      • Daging lebih tebal, cocok untuk budidaya dengan tujuan penjualan dalam bentuk bahan olahan, contoh : Fillet.
    • Nila Nirwana 2

      Bercirikan warna punggung abu-abu kehijauan dan perut putih ke abu-abuan. Keunggulan;

      • Daya tahan tubuh baik
      • Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan: pelaku budidaya dapat menikmati kenaikan pendapatan 50-70% dibandingkan nila lokal
    • Nila Nirwana 3

      Keunggulan;

      • Pertambahan bobot 23.41%
      • Angka kelangsungan hidup meningkat 8.99%
      • Konversi pakan 27.66% lebih kecil (membutuhkan pakan lebih sedikit dari Nirwana 2), bahkan untuk pengembangbiakan ikan di kolam jaring apung, konversi pakannya 30% lebih rendah.
  12. Nila Citralada

    Nila Jenis Citralada

    Didatangkan dari Thailand pada tahun 1989, mirip dengan ikan nila merah biasa. 2 indikasi yang dapat digunakan untuk membedakan Nila Citralada dan Merah biasa yakni;

    • Warna tubuh Citralada lebih terang, memiliki garis vertikal lebih jelas
    • Sirip ekor lebih panjang dari Nila Merah biasa
  13. Nila Best

    Nila Jenis Best

    Keunggulan:

    • Hemat pakan, skor FCR (Food Conversion Ratio) 1,1 dibanding Nila lokal; 2
    • Laju pertumbuhan 4,85 %, lebih baik dari Nila Nirwana dengan persentase 3,93%
    • Survival rate 90%, sedangkan nila lokal 60-70%
    • Lebih kebal penyakit dibanding nila lokal
    • Ukuran lebih besar
  14. Nila Lokal

    Nila Jenis Lokal

    Lebih dikenal dengan nama Nila Hitam, kendatipun warna hitamnya cenderung abu-abu, warna bagian perut lebih terang. Ikan Nila Lokal adalah jenis yang paling banyak tersebar di Indonesia.

    Bukan asli Indonesia, melainkan didatangkan dari taiwan. Nila Hitam banyak dikembangkan di daerah Tondano, Sulawesi Utara

  15. Nila Salina

    Nila Jenis Salina

    Keunggulan:

    • Kemampuan bertahan untuk efek global warming yang lebih baik
    • Mampu hidup di kolam dengan salinitas tinggi, yakni 20-25Ppt. Bandingkan dengan air tawar yang hanya 0-5 PPt
    • Bisa Hidup di dekat laut
    • FCR (Feed Conversion Ratio) rendah/Lebih hemat pakan
  16. Nila Get

    Nila Jenis GET

    Didatangkan dari filipina pada tahun 2000an. Penamaan GET diambil dari singkatan Geneticaly Enhanched of Tilapia

  17. Nila Gesit

    Nila Jenis Gesit

    Keunggulan:

    • Benih yang bagus, jika dilakukan perkawinan antara Nila jenis Gesit jantan dan nila gesit betina, dengan kadar keberhasilan 98% akan menghasilkan benih jantan semua.
    • Pertumbuhan cepat, Ikan Nila jenis Gesit mampu mencapai panjang 8 cm dan bobot 500-600 gram dalam waktu 6 bulan
  18. Nila Gift Biasa

    Nila Jenis Gift Biasa

    Keunggulan:

    • Jumlah telur lebih banyak 20-30% dibanding Nila Lokal
    • Pertumbuhan lebih cepat 300-400% dibanding Nila Lokal
    • Pertumbuhan saat pembesaran lebih cepat 100-200% dibanding Nila Lokal
    • Konversi pakan 0,8-1,2 lebih rendah dari Nila Lokal
    • Toleransi Salinitas 0-15%
  19. Nila Merah Gift

    Nila Merah Jenis Gift

    Keunggulan:

    • Lebih kebal penyakit dibanding Nila Lokal
    • Jangka produktif 1,5 – 2 tahun
    • Panen dapat dilakukan setelah berumur 5 sampai 6 bulan
    • Lebih mampu beradaptasi pada lingkungan dengan salinitas yang tinggi (Salinitas adalah kadar garam/asam pada air)
  20. Nila Merah Nifi

    Nila Merah Jenis Nifi

    Keunggulan:

    • Toleransi salinitas yang cukup tinggi, berkisar antara 6–8,5

Pertimbangkan keunggulan geografis calon lokasi kolam, kualitas dan kondisi air, karakteristik tanah (jika menggunakan kolam tanah tanpa lapisan), intensitas curah hujan, siklus pergantian cuaca, dan kebutuhan pasar disekitar anda untuk disesuaikan dengan Jenis Nila yang akan dibudidayakan.

Persiapan Budidaya Ikan Nila

Setelah pengetahuan dan pemahaman yang baik, hal selanjutnya yang perlu disiapkan sebelum memulai Usaha Budidaya Nila adalah Kolam. Pembudi Dayaan Ikan Nila bisa dilakukan di berbagai jenis kolam;

  • Kolam tanah,
  • Kolam beton/semen,
  • Kolam terpal,
  • Jaring terapung, hingga
  • Tambak air payau.

Diantara berbagai jenis kolam pembudidayaan ikan nila tersebut, kolam tanah paling banyak digunakan. Cara membuat yang cukup mudah dan biaya konstruksi yang terbilang murah adalah sebab menjadi primadonanya kolam tanah.

Kolam Tanah Untuk Pembudidayaan Ikan Nila

Media tanah langsung sebagai media/kolam Ternak Ikan Nila hari ini dikenal sebagai cara Budidaya Ikan Nila konvensional. Praktek kolam tanah sendiri telah lama dilakoni dalam praktek pengembangbiakan ikan pada umumnya.

Persiapan Kolam Tanah

Persiapan Kolam Tanah yang baik adalah fondasi dari suksesnya budidaya ikan nila. Karena tidak hanya untuk Ikan Nila, tapi juga sebagai tempat hidup beberapa hewa-hewan air kecil lain, dan tumbuhan. Keduanya akan dimanfaatkan sebagai Pakan Alami Ikan Nila.

Persiapan Kolam Terbuka Tanah Budidaya Ikan Nila ~ Ilustrasi

Meskipun demikian, akan lebih baik jika tetap memberikan pakan yang kaya nutrisi dan gizi lain. Agar Ikan yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Lebih jauh, berikut ini adalah Tahapan Lengkap Persiapan Kolam Tanah Untuk Budidaya Ikan Nila;

  • Dasar Kolam Ikan Nila

    Tahap awal pembuatan kolam yang baik adalah dengan mengeringkan dasar areal calon kolam. Proses pengeringan ini biasanya berlangsung antara 3 sampai 7 hari, tergantung cuaca.

    Pengeringan berlangsung sampai tanah dasar kolam terlihat retak-retak, perhatikan: jangan sampai pengeringan tanah kolam membatu/mengeras.

  • Pembajakan Tanah Lokasi Kolam

    Pembajakan tanah pada kolam dengan kedalaman sekitar 10cm dilakukan setelah dasar tanah pada kolam telah kering (tanah terlihat retak-retak). Pembajakan ini bertujuan untuk mengangkat sisa lumpur yang biasanya berbau busuk sisa pakan yang tidak habis dan mengendap pada dasar kolam.

  • Mengembalikan pH Tanah Kolam

    Dalam budidaya ikan nila air tawar pada kolam tanah, tingkat keasaman yang baik adalah sekitar 7 hingga 8 pH. Kendati, pada umumnya tanah memiliki tingkat keasaman yang rendah, dibawah 6 pH. Agar lebih akurat, silahkan gunakan alat pH meter untuk mengecek tanah di lokasi calon kolam budidaya ikan Nila

    Setelah mengetahui jumlah pH pada kolam ikan nila, maka lakukan langkah penetralan tanah pada kolam. Untuk menetralkan pH pada tanah lakukan pengapuran pada kolam, gunakan dolomite atau kapur pertanian.

    Selain dapat menetralkan pH pada tanah, pengapuran ini juga untuk mematikan virus, bakteri, jamur serta dapat mencegah penularan penyakit pada periode berikutnya

    • Dosis pengapuran pH tanah kolam

      Gunakan kapur sebanyak 500-1000 kg/ha untuk pH kurang dari 4

      • Gunakan kapur sebanyak 250-500 kg/ha untuk pH 5-6
      • Gunakan kapur sebanyak 100-250 kg/ha untuk pH 6

      Tata cara pengapuran; taburkan pada area kolam setelah kapur/dolomite di aduk secara merata. Kemudian diamkan tanah selama 2 sampai 3 hari

  • Pemberian Pupuk Kolam Tanah Ikan Nila

    Setelah pH kolam sesuai dengan yang dianjurkan (7 hingga 8 pH), langkah selanjutnya adalah melakukan pemupukan.

    Gunakan pupuk kandang yang ditambahkan GDM Black bos untuk mengembalikan kesuburan tanah. GDM Black Bos diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan plankton, yang mana merupakan pakan alami Ikan Nila.

    Dosis penggunaan pupuk kandang adalah 1-2ton/ha.

    • Cara Pemupukan Tanah Kolam

      Tebar pupuk kompos (kandang) secara merata di areal kolam
      Masukan 5kg GDM Black Bos per 1 hektar luasan tanah
      Agar dapat terserap didalam tanah, diamkan pupuk kandang & GDM Black Bos selama 1 sampai 2 minggu

  • Pemberian Air Pada Kolam Tanah

    Terakhir, Langkah selanjutnya dalam persiapan kolam tanah yaitu, pengisian air. Tahapan pemberian air pada kolam tanah;

    • Isi air hingga mencapai ketinggian 10-20 cm
    • Masukkan 5kg GDM Black Bos per 1 hektar luasan tanah
    • Diamkan selama 5-7 hari sampai ada perubahan warna air menjadi hijau (penanda kualitas air menjadi lebih baik dan plankton telah tumbuh dengan sempurna)
    • Lanjuktan pengisian air pada kolam ikan nila hingga ketinggian 75cm

Jenis-Jenis Kolam Pembudidayaan Ikan Nila

Tahapan pengunaan dan pemanfaatan kolam berikut ini berlaku untuk semua jenis ikan nila. Berikut ini adalah jenis kolam berdasarkan tahapan penggunaannya;

  • Kolam Pemijahan / Pemeliharaan induk

    Kolam Pemeliharaan Induk Ikan Nila sebaiknya berupa kolam tanah dengan luasan 50 sampai 100m2, dengan tingkat kepadatan sekitar 2 ekor per meter kubik.

    Ketentuan kolam pemijahan:

    • Kisaran suhu air 20-22°C
    • Kedalaman air sekitar 40 sampai 60cm, dan
    • Menggunakan pasir untuk dasar kolam.
  • Kolam Pendederan / Pemeliharaan Benih

    Pemeliharaan benih ikan nila di kolam pendederan (juga dikenal dengan sebutan kolam ipukan) berlangsung antara 3 sampai 4 minggu, terhitung sejak benih ikan berukuran 3 sampai 5cm. Kolam Pemeliharaan Benih Ikan Nila yang baik adalah:

    • Luasan kolam berkisar 100 sampai 500 m2, tidak lebih
    • Kedalaman air pada kolam sekitar 30 sampai 50cm,
    • Tingkat kepadatan kolam 5 sampai 50 ekor/m2.
  • Kolam Pembesaran Ikan

    Fungsi kolam pembesaran adalah sebagai media pemeliharaan untuk membesarkan ikan selepas dari Kolam Benih. Selain kolam tanah, pembesaran juga dapat dilakukan di kolam jaring apung, berupa keramba dengan ukuran 1x2m – 2x3m berkedalaman 75 sampai 100cm. Ukuran hapa pada keramba kolam jaring apung bisa disesuaikan dengan tingkat kedalamanya.

    Dalam prakteknya Kolam Pembesaran Ikan Nila tidak cukup hanya 1. Berdasarkan pengelolaannya, kolam pembesaran dapat dibagi menjadi 3 tahap, yakni;

    • Pembesaran Tahap Pertama

      Sesuai urutannya, kolam pembesaran tahap pertama ini bertujuan untuk melanjutkan pemeliharaan benih selepas pendadaran. Idealnya, tiap 1 pembudidayaan ikan nila memiliki kolam pembesaran tahap pertama 4-2 buah dengan luasan masing-masing 200 sampai 500m2.

      Penggunaan lapisan semen tidak dianjurkan untuk kolam pembesaran tahap ini, benih yang baru masuk tahap pertama pembesaran memerlukan ruang yang luas. Sampai benih ikan tumbuh menjadi gelondongan kecil, ikan siap memasuki kolam pembesaran tahap kedua. Ikan Nila dengan ukujran gelondongan kecil sudah bisa di jual, pasaran yang baik untuk nila usia ini adalah; pembudidaya.

    • Pembesaran Tahap Kedua

      Pembesaran tahap ke-2 adalah kategori kolam untuk pemeliharaan Ikan Nila gelondongan besar. Dapat berupa kolam tanah, atau keramba apung dengan ukuran jaring 1,25 sampai 1,5cm. Tngkat kepadatan pada kolam pembesaran tahap kedua ini sebaiknya tidak melebihi 10 ekor per meter kubik

    • Pembesaran Tahap Ketiga

      Pembesaran Ikan tahap ketiga memerlukan kolam tanah dengan ukuran 80 sampai 100cm di luasan lahan 500 sampai 2.000m2.

Kiat Pemilihan Benih Ikan Nila

Usai pembuatan kolam, pemilihan benih merupakan fase berikutnya yang tidak kalah penting dalam rangkaian pemeliharaan ikan nila.  Baik/buruknya benih ikan nila yang dipelihara adalah faktor penentu kualitas panen.

Benih ikan nila

Supaya mendapatkan hasil maksimal, tiap pembudidaya dianjurkan hanya menggunakan benih jantan. Dibanding betina, pertumbuhan Nila jantan 40% terbukti lebih cepat. Selain jenis kelamin, ketahui ciri-ciri bibit ikan nila yang baik melalui Kiat Pemilihan Benih Ikan Nila berikut ini;

  • Lincah bergerak,
  • Memiliki respon tinggi (bisa di cek saatpemberian pakan),
  • Berwarna cerah,
  • Seragamkan ukuran benih,
  • Bentuk dan keadaan fisik normal (tidak cacat dan masih berlendir).

Menebar Benih Ikan Nila

Seusai pemilihan benih, dan kolam budidaya telah siap. Langkah selanjutnya adalah penebaran benih. Jika diasumsikan tiap ikan memiliki bobot benih 10 sampai 20 gram dengan prakiraan bobot panen 300gram, maka per meter perseginya kolam budidaya dapat berisi 15 sampai 20 ekor ikan.

Panduan Menebar dan Pengadaptasian Benih Ikan Nila

  • Masukkan kantong berisi benih ikan nila di permukaan kolam.
  • Lakukan pengadaptasian suhu antara kantong benih dan air kolam, apungkan kantong benih selama kurang lebih 30 menit.
  • Buka ikatan kantong media benih
  • Dalam keadaan kantong terbuka, miringkan dan biar ikan keluar sendiri. Keluarnya ikan dari kantong benih menandakan suhu air kantong benih dan air kolam sudah sesuai

Praktek Budidaya Ikan Nila

Kolam budidaya telah ditebari benih, selanjutnya ialah pemeliharaan ikan nila. Diantara beberapa hal yang penting dan harus di lakukan dalam bisnis budidaya ikan nila berfokus pada; pengelolaan kolam (lebih khusus lagi; air), pemberian pakan, & pengendalian penyakit.

Manajemen Air Kolam

Selalulah perhatikan kadar pH dan kandungan oksigen air pada kolam budidaya ikan nila. Jika persentase kadar oksigen pada air mulai menurun, tanggapi dengan memperbesar debit air di kolam, dengan memperderas sirkulasi air.

Gunakan SOC (Suplemen Organik Cair) GDM Khusus Ikan yang untuk menjaga kualitas air. Kandungan bakteri dalam SOC GDM dapat mengurai endapan sisa pakan pada kolam, agar menekan kandungan Amoniak & gas H2S pada air kolam.

Pemberian Pakan

Ikan Nila makan dengan porsi 3% dari total berat tubuhnya setiap hari. Waktu terbaik pemberian pakan untuk ikan nila adalah pagi dan sore. Lakukan kontrol berat badan Ikan tiap dua minggu sekali, cukup gunakan sampel acak pada beberapa nila. Melalui kontrol yang baik, data berat badan ikan nila dapat diketahui, dengan begitu mudah untuk menentukan jumlah pakan yang harus diberikan tiap harinya.

Menghitung Kebutuhan Pakan Ikan Nila

Jika terdapat 2000 ekor dalam satu kolam dengan prakiraan berat 9-12 gram/ekor. Maka rata rata bobot ikan nila di kolam tersebut adalah (9+12) : 2 = 10,5 gram/ekor. Jadi, cara menghitung kebutuhan pakannya yaitu;

10,5 x 2000 x 3% = 630 gram atau 6,3kg per harinya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)