fbpx
Pasang iklan

Oknum Polisi Tembaki Ternak Warga, Ketum HPMKS: Kejam dan Tidak Pantas

...

Gema.id, Selayar – Aksi oknum Anggota Kepolisian Polsek Pasimasunggu yang tembaki sapi ternak milik warga dianggap tidak pantas dan brutal, ditambah telah melabrak Perda dan Peraturan Desa.

Ketua DPP-HPMKS, Wawan mengatakan aksi penembakan ini tidak pantas dilakukan tanpa sebab yang jelas dan mendesak.

“Penembakan Sapi milik warga Desa Kembang Ragi adalah perbuatan kejam dan tidak pantas, kita bisa melihat bagaimana Perdes Desa Kembang Ragi, begitu juga Perda Kabupaten. Seekor sapi itu punya pemilik pak. Kalau aparat kepolisian sudah berani menembaki ternak, berarti bukan hal yang sulit untuk menembaki masyarakat tanpa sebab,” terang Wawan, Senin (17/8).

“Di Jampea kita masih punya prinsip kekeluargaan, jangan asal tembak, sekalipun itu seorang polisi. Saya mau bilang aturan dari mana yang ketika seorang Polisi mendapati ternak warga lalu serta merta melakukan penembakan. Ini mesti diproses, kalau perlu copot jabatan pelaku penembakan dan semua yang terlibat atas kejadian ini,” tambahnya.

Tak hanya itu, Wawan menjelaskan bahwa proses penanganan ternak liar harus dimulai dari pemerintah Desa.

“Penertiban ternak liar memang seharusnya menjadi tanggung jawab Kepala Desa, itu saya lihat dalam peraturan Desa ketikan Hewan tersebut memasuki tempat umum seperti jalan raya, lapangan dan Halaman sekolah, di point lain dijelaskan bahwa apabila hewan ternak memasuki lokasi persawahan warga maka akan diberikan sanksi untuk mengganti rugi kerugian pemilik sawah, itupun harus dilihat dari kondisi pagarnya,” terang Wawan.

“Jadi tidak ada jalan penanganan dalam hal ini untuk melakukan penembakan, karena itu tupoksi Pemerintah Daerah, nanti kepala desa yang melakukan penunjukan,” pungkasnya.

Beri tanggapan