fbpx
Pasang iklan

NKCTHI: Tentang Semesta Pilihan yang Terbatas

Gema.id – Dengan kutipan-kutipan yang mengena perasaan sobat galau kesepian tanpa teman dan mungkin jarang keluar rumah, kini akun Instagram NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) sudah menembus 1,6 juta jumlah pengikut.

Kutipan-kutipan yang dilontarkan seringkali menggambarkan perasaan anak muda di zaman kiwari. Mudah tumbuh mudah pula layu, terkadang semangat datang menggebu-gebu lalu bisa saja  dengan sekejap patah tanpa gairah.

Semua kutipan-kutipan yang diunggah di akun instagram, lalu dibukukan oleh si empunya Marchella FP berisi petuah yang ditulis seorang perempuan bernama Awan untuk anaknya kelak. Buku ini amat laris setelah lebih dulu berbagai kutipannya ramai dibagikan di Instagram.

Konten yang diterima di media sosial serta buku yang meledak di pasar, lalu membuatnya disulap menjadi drama keluarga yang punya misi untuk membuat penontonnya diam-diam menghapus air matanya. Lebih dari 10 hari penayangan di layar lebar, kini jumlah penonton mencapai angka 1,4 juta penonton yang berbagi cerita hari ini.

Jauh sebelum penayangan perdana sang sutradara sesumbar bahwa tidak main-main mengemas semesta NKCTHI. Adalah Angga Dwimas Sassongko sang CEO Visinema duduk di bangku sutradara NKCTHI mengemasnya menjadi cerita utuh tentang keluarga Narendra (Oka Antara & Donny Samara) dan Ajeng (Niken Anjani dan Susan Bachtiar) yang memiliki tiga orang anak. Si sulung Angkasa (Rio Dewanto), si tengah Aurora (Sheila Dara Aisha), dan si bungsu Awan (Rachel Amanda).

Semesta NKCTHI berpusat pada tiga anak Narendra. Si sulung Angkasa setiap waktu terus diingatkan untuk menjaga adik-adiknya, dirinya adalah sosok yang diberi tanggung jawab dan mesti mengesampingkan ego pribadinya. Menjadi role model, sebab apabila si bungsu gagal besar kemungkinan hal yang sama terjadi pada si adik.

Angkasa diwajibkan untuk setiap hari menjemput si bungsu Awan pulang dari kantor, meski Awan sendiri yang sudah merasa gede dan mestinya tak perlu diurusi lagi dari hal sepele macam itu. Namun sebagai kakak yang dianggap harus bertanggung jawab, hal itu adalah wajib baginya.

Awan sendiri dalam semesta NKCTHI adalah sosok keras kepala, ambisius disamping cerdas, membuat karakternya benar-benar hidup. Sebagai si bungsu, rasa perhatian lebih dari orang tuanya mendatangkan cemburu dari saudara-saudaranya.

Di antara Angkasa dan Awan, ada si tengah Aurora, di semesta NKCTHI dirinya adalah sosok yang irit bicara, tak terlalu vokal. Meski demikian karakternya dianggap yang paling hidup di antara kedua saudaranya.

Aurora yang dikenal pendiam, Ia ternyata memupuk cemburu pada perhatian yang diberikan ayahnya kepada Awan, dirinya selalu menjadi pusat tata surya keluarga, Ia menyembunyikan hal itu di balik sisi pendiamnya yang bisa meledak dengan seketika.

Latar belakang film sebenarnya biasa-biasa saja, bahkan cenderung tidak sama dengan gaya hidup keluarga kebanyakan, yang serba mumpuni. Namun film ini menujukkan secara gamblang pola asuh dan pola didik orang tua Asia Parents, yang cenderung egois dan otoriter menjadi suguhan menariknya.

Orang Tua sebagai Penentu

Tak ada satupun orang tua yang ingin melihatnya hidup anaknya berkesusahan, maka dari itu dorongan dan semua hal yang dimiliki terus diberikan, tak tanggung-tanggung banyak materi yang dikorbankan demi hal-hal tersebut. Serbuan kata-kata motivasi juga terus dilontarkan agar si anak sadar diri.

Namun pola komunikasi yang tidak cair dan cenderung tertutup kadang memaksa ini dan itu, menjadi boomerang bagi si anak, mereka merasa terbebani, harus menjadi ideal di mata orang tua mereka. Maka tak ayal kelonggaran kebebeasan untuk memilih sepertinya sulit didapatkan.

Keluarga Narendra, utamanya sang bapak mengekang kebebasan si anak, apalagi untuk si Awan. Hal ini membuatnya terlihat frustrasi lantaran susah menjalankan keputusan yang diambilnya. Sementara Angkasa terus diingatkan agar tanggung jawabnya pada adik-adik mereka tak sekalipun lepas.

Lalu bagaimana dengan Aurora? sosok ini mestinya penuh sorot, berada di tengah-tengah seringkali keluarga abai atas semua pencapaiannya. Merasa tenggelam di tengah-tengah keluarga, perhatian minim baginya dibanding kakak dan adiknya.

Bisa saja semuanya pecah dan konflik akan tak berkesudahan di keluarga itu, jika tidak ada si Ibu Ajeng yang meski tak terlalu banyak mengomentari keputusan ketiga anaknya namun bisa memahami gejolak perasaan mereka.

Semesta Pilihan

Pilihan adalah keputusan yang paling krusial pada hidup. Tiap-tiap keputusan yang diambil akan menjadi kalkulasi hasil tentang seperti apa kita hari ini.

Kalau dipikir-pikir memang semuanya bisa, namun tak semudah itu. Berbagai benturan hadir menghinggapi bahkan jika tak ada satupun tembok di dunia ini. Akan selalu saja ada hal-hal yang menjadi pertimbangan sebelum memilih.

Dalam NKCTHI pilihan sendiri menjadi sesuatu yang penuh rintangan, bukan berarti mustahil namun-namun lagi si penentu ada pada Narendra sang bapak. Si anak harus nurut, menjalankan apa keinginan mereka karena itu merupakan pilihan yang terbaik.

Sang bapak seolah bisa memegang kendali sendiri. Hal yang sebenarnya toxic jika terus-menerus dirawat dalam keluarga. Maka kita bisa menarik kesimpulan, kalau keluarga Narendra sedang tidak bahagia!

Beri tanggapan