fbpx
Pasang iklan

Ngabalin Bantah Pernyataan PKS Soal Kondisi Ekonomi yang Rakyat Cemberut

GEMA, JAKARTA – Sohibul Iman, Presiden PKS menilai ekonomi saat ini di bawah pemerintahan Jokowi semakin sulit dan membuat masyarakat cemberut. Penilaian tersebut kemudian dikritik oleh Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.

“Kalau menggunakan narasi atau diksi yang sesungguhnya terkesan menyudutkan pemerintah atau Pak Jokowi, justru mengundang simpati publik karena apa yang bisa diambil manfaatkan dari komentar mereka, dari ekonomi semakin sulit, bikin suami-istri cemberut. Apa urusannya? Jadi alasan yang tidak logik itu bisa membuat juga PKS kehilangan simpati publik,” kata Ngabalin, pada Sabtu malam, 20 Oktober 2018.

Ngabalin kemudian meminta PKS agar menunjukkan data dan fakta soal ucapannya itu. Jika tidak, lanjut Ngabalin, ucapan Sohibul masuk ke dalam kampanye hitam.

“Kalau tidak menunjukkan fakta artinya black campaign. Kampanye hitam yang sama sekali tak menunjukkan data dan fakta. Kalau tidak menunjukkan fakta dan data, tidak saja negative campaign, tapi black campaign,” ujar Ngabalin.

Ngabalin mengimbau agar PKS memberikan pernyataan yang mengedukasi masyarakat. Ia siap menunjukkan data seperti soal ekonomi dengan kubu oposisi.

“Jadi kalau umpama, memang jauh lebih bagus apakah teman-teman PKS yang di DPR ataupun yang ada di tim kampanye, kalau bisa memberikan sejumlah data, fakta yang bisa menjadi data perbandingan, itu akan jauh lebih bagus sehingga pemilih bisa mengukur,” tegas Ngabalin.

Sebelumnya, Sohibul yang merupakan Presiden PKS bicara soal kondisi ekonomi saat menemui komunitas UMKM di Tangerang Selatan bersama cawapres Sandiaga Uno. Sohibul menyebut daya beli masyarakat rendah.

“Kami sangat tahu kondisi perekonomian saat ini semakin sulit, daya beli masyarakat juga semakin rendah, harga-harga makin naik. Bapak-Ibu sekalian, mudah-mudahan nanti senyumnya semakin lebar kembali. Sekarang saya lihat banyak yang senyumnya kurang lebar,” kata Sohibul di Adin House, Pamulang, Tangsel, pada Sabtu, 20 Oktober 2018.

Sohibul menyinggung keberadaan Sandiaga yang menemui warga di tempat itu. Sohibul menyebut warga yang datang bisa tersenyum meski di rumah mereka cemberut pada pasangannya.

“Sehingga yang mungkin di rumah sebetulnya sedang cemberut, di sini bisa senyum lebar. Tapi saya melihat ini senyum lebarnya hanya karena ketemu Bang Sandi, padahal sesungguhnya karena perekonomian yang sulit Bapak-Ibu sekalian di rumah saling cemberut antara suami dan istri,” ujar Sohibul.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)