fbpx
Pasang iklan

KPU Minta Sandiaga Laporkan Dana Kampanye Hasil Penjualan Saham

GEMA, Jakarta – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku menjual saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) senilai Rp 503,38 miliar untuk kegiatan berkampanye di pilpres 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta Sandiaga melaporkan dana tersebut.

“Semua dana yang digunakan untuk kampanye harus dilaporkan dalam laporan dana kampanye,” ujar Ketua KPU Arief Budiman seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi II di gedung DPR, Jakarta, pada Kamis, 6 Desember 2018.

Jika telah dilaporkan, KPU akan menilai peruntukan dana kampanye tersebut. Serta bagaimana cara penggunaan dana kampanye tersebut.

“Nanti di situ dinilai siapa yang memberi sumbangan, berapa sumbangannya, sesuai dengan ketentuan atau tidak. Jadi sumbernya dari mana, besarnya berapa, menggunakannya gimana. Nanti akan dinilai apakah memenuhi syarat atau tidak. Jadi bukan sekarang,” ujar Arief.

Sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhud Alynudin, menyebut dana tersebut masuk ke biaya kampanye Timses Prabowo.

“Iya masuk. Sumber dana kampanye Pilpres itu di antaranya berasal dari capres atau cawapres itu sendiri, selain sumbangan dari pihak-pihak eksternal,” kata Suhud ketika dihubungi.

Dikabarkan, Sandiaga menjual saham sejak awal Oktober 2018 dalam beberapa tahapan. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan, cawapres untuk Prabowo Subianto tersebut sudah mengantongi Rp 503,38 miliar dari hasil menjual saham SRTG.

Sandiaga membeberkan alasannya menjual saham SRTG untuk kampanye. Sebab, menurutnya, belum ada pihak yang memberikan donasi untuk kegiatan kampanye Prabowo-Sandi.

“Seperti saya sudah ungkapan, bahwa saya dengan Pak Prabowo memastikan giat kampanye tetap bergulir. Karena sampai kini belum ada donasi, dan saya sampaikan siap untuk terus all-out,” ujar Sandiaga saat berkampanye di Kota Malang.

Sandiaga mengaku tidak ada masalah mengeluarkan nominal sebesar apa pun demi all-out di masa kampanye ini. Sandiaga mengklaim, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah melewati angka 40 persen versi survei internal.

“Sudah melewati bulan Desember, hasil survei telah melewati angka 40 persen, makanya saya harus all out, berapa pun yang dibutuhkan,” terangnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)