fbpx
Pasang iklan

KPI Tegur “Rumah Uya”, “Spongebob”, “Gundala” dan 11 Siaran Program Lainnya

Gema.id – Surat teguran dilayangkan oleh Komisi Penyiaran Republik Indonesia (KPI) yang dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program  Siaran (P3-SPS) untuk empat belas program siaran di lembaga penyiaran, televisi dan radio, Kamis (5/9/2019) lalu.

Sebanyak 14 program  di putuskan diberikan sanksi oleh KPI, mereka di antaranya adalah Program Siaran Jurnalistik “Borgol” GTV,  “Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie” GTV, “Ruqyah” Trans 7,  “Rahasia Hidup” ANTV,  “Rumah Uya” Trans 7, “Obsesi” GTV, Promo Film “Gundala” TV One, “Ragam Perkara” TV One, “DJ Sore” Gen FM, “Heits Abis” Trans 7, “Headline News” Metro TV, “Centhini” Trans TV, “Rumpi No Secret” Trans TV, dan  “Fitri” ANTV.

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadu Purnomo menyampaikan dalam rilis nya, bahwa sejumlah pelanggaran yang ditemukan terkait adanya muatan kekerasan, adegan horor, adegan kesurupan, adegan berbahaya,  pemanggil arwah, dialog dan gerakan sensual, ungkapan kasar, konfilik pribadi, penayangan identitas pelaku pelecehan seksual, privasi dan pelecehan status kelompok tertentu.

Menurut KPI penayang adengan kesurupan, penampakan menyeramkan dan pemanggilan arwah mendorong pemirsa percaya pada kekuatan paranormal, klenik, dan praktik-praktik seputar supranatural.

“Perlindungan terhadap kepentingan tumbuh kembang psikologis dan perilaku anak-anak remaja harus dijaga,” ungkap Mulyo Wakil ketua KPI Pusat dilansir dari laman resmi KPI.

Temuan adegan kekerasan, pelecehan terhadap status tertentu dan penayangan identitas wajah pelaku serta korban di program pemberitaan juga ditemukan. Menurut Mulyonya tayangan seperti ini jelas tidak sesuai dengan prinsip jurnalistik dalam  P3-SPS yakni ketentuan soal penyamaran identitas, baik korban maupun pelaku hal tersebut terdapat dalam penayangan “Rumah Uya” Trans 7.

Sementara dalam tayang “Big Movie Family: The Spongebob Squarpants Movie”,  ada dua hal menjadi alasan KPI melayangkan teguran karena adanya tayangan kekerasan seperti tindakan kekerasan seekor kelinci dengan kelinci lain yakni memukul dengan papan.

Dan  “Gundala” ditegur lantaran memuat kata kasar yakni “bangsat”.

KPI melayangkan teguran karena lemabaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopana dan kesusilaan di masyarakat.

KPI juga menemenemukan obrolan antara penyiar dengan narasumber yang mengarah pada asusila di Gen FM.

“Obrolan ini tidak pantas disiarkan dan seharusnya lembaga penyiaran  memperhatikan kepentingan anak dalam setiap aspek produksi siaran. Semua deskripsi tentang pelanggaran yang dilakukan 14 program tersebut sudah kami muat dalam website KPI,” tandas Mulyo. 

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)