fbpx
Pasang iklan

Klub Rusia, Batal Rekrut Pemain Gegara Warna Kulit

(Gema) – Rasisme masih marak terjadi di sepak bola Rusia. Terbaru, klub Torpedo Moskow batal merekrut Erving Botaka-Yoboma hanya karena ia pemain kulit hitam.

Sebelumnya, pesepak bola muda tersebut telah resmi menjadi anggota dari klub berjuluk The Black and White pada pekan lalu. Tetapi, kehadiran Erving Boataka-Yoboma mendapatkan reaksi keras dari para ultras bernada ancaman di media sosial dengan mengatakan line up timnya hanya wajib diisi pemain berkulit putih.

Pemain berposisi sebagai bek itu sejatinya bukan orang asing di Rusia. Ia lahir dan dibesarkan di negera yang dipimpin Vladimir Putin tersebut. Namun, darah Afrika, ditambah warna kulitnya yang berbeda dari orang Rusia kebanyakan membuat fans Torpedo tidak menerima kedatangannya.

Zapad-5 Ultra, salah satu fans Rusia melayangkan nada protes lewat media sosial bahwa mungkin di warna klub kami ada warna hitam, tapi para pemain wajib diisi pemain kulit putih.

“Hitam mungkin menjadi salah satu warna kebesaran klub, tapi kami hanya menginginkan pemain berkulit putih di tim,”katanya.

Setelah kecaman itu mulai muncul, pemilik klub, Torpedo Moscow Roman Avdeyev sangat menyayangkan tingkah laku fans klubnya.

“Tidak ada kriteria khusus yang mengatakan anda harus memiliki warna kulit putih atau hitam. Tidak ada yang seperti itu,” tutur Avdeyev.

Namun dalam pernyataan resminya Torpedo Moscow menegaskan, pembatalan kehadiran Erving Boataka-Yoboma sesuai keputusan finansial saja.

“Kami tegaskan, kebijakan transfer kami sepenuhnya berdasarkan prinsip-prinsip olahraga. Kami melawan segala bentuk diskriminasi,”ungkapnya.

“Pembatalan kepindahan Erving Boataka-Yoboma sepenuhnya dikarenakan besaran transfer. Erving Boataka-Yoboma didatangkan dengan transfer secara cuma-cuma,” tambahnya.

“Akan tetapi pada 17 Juli 2018 kami menerima surat pemberitahuan dari klub sebelumnya perihal adanya kewajiban pembayaran kompensasi. Pada persetujuan awal yang sejalan dengan kebijakan klub, yang tidak termasuk adanya pembayaran transfer, kepindahan itu urung dilakukan,” kata pihak klub Torpedo Moscow.

“Tidak ada alasan lainnya dalam penolakan seorang pesepak bola. Kami akan memastikan bahwa situasi serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Persatuan Pesepak Bola Rusia, Alexander Zotov, mengutuk keras tingkah laku suporter ‘bodoh’ Torpedo Moscow.

“Sepertinya ada sesuatu yang berubah terkait perilaku masyarakat setelah Piala Dunia selesai. Ternyata, masih ada suporter yang menjadi bagian dari perkumpulan idiot seperti itu,” tutur Zotov.

“Masyarakat bumi datar ada di setiap negara. Kita melihat bagaimana terbukanya masyarakat kami selama Piala Dunia,” tegasnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)