fbpx
Pasang iklan

Kenaikan Tarif Berlaku Awal Tahun Ini, Anggota BPJS Kesehatan Pilih Turun Kelas

Gema.id – Kenaikan tarif BPJS Kesehatan per  1 Januari 2020 lalu mempengaruhi penurunan kelas keanggotaan BPJS Kesehatan . Kenaikan yang mulai awal tahun ini sebanyak 100 persen.

Kenaikan BPJS Kesehatan ini melalui  Peraturan Presiden  No. 75/2019 tentang Perubahan atas  PP  No. 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Pemerintah menyetujui kenaikan tersebut untuk menambal defisit BPJS yang mencapai angka Rp32 triliun dan kenaikan tarif dianggap merupakan jalan satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Selain itu, kenaikan ini diharapkan tetap melanjutkan program berkesinambungan BPJS Kesehatan.  Menurut Perpes yang telah disetujui Presiden Jokowi, dengan kenaikan itu, iuran perbulan yang harus dibayarkan untuk kelas III sebesar  Rp42.000; kelas II Rp110.000 dan kelas I Rp.160.000 per bulannya.

Namun kenaikan tarif ini selurus dengan penurunan kelas anggotanya.  Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Advokasi BPJS Watch Timbole Siregar. Penurunan tersebut terus terjadi dari Novembar tahun lalu hingga Januari tahun ini.

Sebelum adanya kenaikan tarif, pasien yang turun kelas di tahun 2019 juga terus bertambah. Bulan Juni 2019, kata dia, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1 ada sebanyak 4,6 juta kemudian di Oktober 2019 turun 200.000. Kemudian di kelas 2 pada Juni terdapat 6,8 juta peserta. Kemudian di Oktober 2019 jumlahnya turun 200.000.

Timbole Siregar juga membenarkan satu-satunya kini yang menjadi pos pemasukan BPJS Kesehatan adalah bersumber dari iuran, karena hampir setiap tahunnya kebutuhan dan jumlah peserta ikut naik.

“Kalau iuran itu tidak naik, maka bagaimana untuk mengatasi pembiayaan yang tentunya pasti naik setiap tahun. Karena peserta naik, kalau naik akan buat utilitas naik. Kedua inflasi. Jadi iuran harus naik. Nah, kalau iuran harus naik ini akan bantu defisit,” ungkap dia.

Meski demikian, diakui penurunan kelas anggota menjadi sesuatu yang tak terhindarkan karena mereka tidak mampu membayar tingggi  setelah pemerintah mengeluarkan harga baru. Ia juga mengatakan pemerintah harus bersiap menghadapi ini dan memberikan fasilitas bagi mereka yang memilih turun kelas.

Beri tanggapan