fbpx
Pasang iklan

Jokowi dan Prabowo Dinilai Tidak Kuasai Masalah Hukum di Indonesia

Gema, Jakarta – Firma Hukum Lokataru menyinggung persoalan hukum yang dinilai kurang dibahas tuntas oleh masing-masing paslon dalam debat capres putaran pertama. Menurutnya masalah hukum merupakan bagian terpenting yang harus diselesaikan dalam negara hukum.

“Karena saya bekerja di bidang hukum, bidang HAM, saya lihat dua pasangan ini, terutama capresnya ini punya persoalan serius terutama di hukum dan HAM. Kenapa ini penting karena hukum dan HAM ini sisi penting dari konstitusi kita,” kata Direktur Lokataru, Hariz Azhar dalam diskusi bertajuk ‘Mafia Hukum, Tema yang Hilang dari Perdabatan Pemilu Capres’, Jakarta, Senin (5/3).

Haris mengungkapkan bahwa persoalan hukum yang dibahas di ruang publik seharusnya mampu dibahas tuntas, apalagi dalam acara debat pilpres. Pembahasan persoalan hukum oleh calon kepala negara merupakan bagian penting karena diperintahkan oleh konstitusi.

“Agenda hukum dan HAM harus dibahas tuntas karena itu bagian dari konstitusi,” pungkasnya.

Haris juga menyoroti kebijakan pemerintah dibidang hukum. Melalui program yang ditawarkan oleh masing-masing kandidat menurutnya masih kurang dari aspek pemecahan persoalan hukum di Indoenesia.

“Jokowi misalnya dalam 5 tahun terakhir sejumlah indeks survei dari development indeks, freedom house, reward justice project, performa hukum Jokowi jelek, bukan rendah, jelek dilihat dari angle mana pun,” ujar Haris.

Selain itu, Haris mengambil sampel carut marut pengaplikasian hukum di negeri ini. Misalnya, penataan lembaga pemasyarakatan yang dinilainya diperlukan penataan sistem, mentalitas dan moralitas para sipir.

“Kita perlu bangunan lapas atau perlu penataan sistem, mentalitas, moralitas para sipir atau sistem pidananya yang salah. Misalnya orang sedikit-sedikit dipenjara karena tidak ada sistem jaminan. Ya mestinya Presiden mendorong, inisiatif, proaktif, super cepat, meroket untuk mendorong sistem hukum pidana bukan gedung,” pungkasnya.

Soal kedua yang menjadi penilaian Haris dibidang hukum ialah terkait penyampaian argumentasi oleh capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang dinilai kurang memahami persoalan hukum dalam negeri secara umum. Prabowo dinilai hanya menyoroti permasalahan hukum yang menimpa pendukungnya.

“Penantangnya menyedihkan juga. (Prabowo) nggak bisa bicara soal hukum, nggak bisa mengkritik hukum. Kalau bicara hukum hanya bicara pendukungnya saja. Kriminalisasi, kriminalisasi terhadap oposisi,” imbuhnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)