fbpx
Pasang iklan

JK Tanggapi Keputusan KPU yang Menyerahkan Bocoran Pertanyaan kepada Paslon Sebelum Debat

GEMA, Jakarta – Jusuf Kalla (JK) menanggapi bocoran soal debat capres yang diserahkan kepada masing-masing paslon oleh KPU. Menurutnya, debat capres seharusnya mampu menjadi pemantik pengetahuan masing-masing kandidat, yang ditanyakan ketika debat berlangsung. Dan jika hal tersebut telah dibocorkan terlebih dahulu, maka jawaban berasal dari timses.

“Debat itu gunanya untuk mengukur sejauh mana pengetahuan calon presiden dan cawapres itu apabila menghadapi masalah yang harus diputuskannya sendiri. Nah kalau (kisi-kisi debat) itu dibuka duluan, berarti yang menjawab itu tim (sukses). Padahal yang mau diuji adalah yang bersangkutan pribadi,” kata JK dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 Januari 2019.

JK menilai keputusan KPU yang memberikan bocoran pertanyaan kepada masing-masing paslon sebelum diadakannya debat ialah hal yang kurang tepat. Karena besar kemungkinan yang menjawab pertanyaa itu ialah timses.

“Jadi saya sendiri kurang pas untuk melihat itu pertanyaan (diberikan) dulu, nanti dirapatkan oleh tim demi tim. Nanti akhirnya yang pantas jadi capres tim itu,” imbuhnya.

Orang nomor 02 RI itu menilai debat capres berorientasi peda pengujian para kandidat di hadapan publik, dan agar publik mengetahui seberapa besar pengetahuan kandidat dalam hal menanggapi persoalan yang terjadi dalam negara, dan hal itu akan ditanyakan di debat pilpres.

“Dan itu di mana-mana begitu. Kita setiap kali terjadi begitu (ditanya saat debat) ya tiba-tiba saja pertanyaannya. Cuma judulnya saja, masalah ekonomi apa, kita sendiri harus menjawabnya. Banyak hal yang perlu ditanggapi langsung (capres-cawapres), pribadi oleh yang bersangkutan, agar rakyat mempunyai pilihan dan jelas, lebih jelas,” terang JK.

Sebelumnya diberitakan, KPU telah menyerahkan daftar pertanyaan kepada masing-masing kandidat capres-cawapres sebelum diadakannya debat. Sebanyak 20 daftar pertanyaan yang telah diserahkan ke masing-masing paslon. Tetapi hanya 3 pertanyaan yang akan ditanyakan dan dipilih secara acak.

“Pertanyaan itu sudah diserahkan duluan, tapi mereka kan nggak tahu apa yang akan ditanyakan karena kan itu seperti bank soal begitu. Ada 20 pertanyaan,” kata Ketua KPU, Arief Budiman.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)