fbpx
Pasang iklan

JK Intruksikan Tabloid Indonesia Barokah Dibakar, Sandi: Lebih Baik Dicegah

Gema, Jakarta – Sandiaga Salahuddin Uno menanggapi saran dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang mengimbau tabloid ‘Indonesia Barokah’ sebaiknya dibakar. Menurut Sandi tabloid politik tersebut lebih baik dicegah penyebarannya, apalagi dikabarkan telah masuk ke ruang-ruang ibadah seperti Mesjid.

“Bagi saya harapan Pak JK bahwa masjid tidak dijadikan tempat untuk berkampanye dan berpolitik. Kalau menurut saya apa yang diarahkan Pak JK tersebut bisa saja dilakukan, tapi menurut saya yang paling terpenting adalah mencegah penyebaran berita-berita yang sangat merugikan dan mencederai proses demokrasi,” kata Sandi dalam keterangan tertulis yang diterima Gema.id, Senin, 28 Januari 2019.

Sandi menyampaikan bahwa dirinya dan Prabowo Subianto sebelumnya telah berkomitmen untuk mendukung pemilu damai. Dia mengaku prihatin karena masih ada saja pihak yang melakukan kampanye hitam seperti penyebaran tabloid politik itu.

“Ya kami sudah komitmen bahwa Prabowo-Sandi untuk kampanye damai tidak menggunakan kampanye hitam apalagi menggunakan pola-pola lama, masyarakat sudah sangat menolak pola kampanye hitam, apalagi ditujukan ditempat yang strategis, kami prihatin,” ucapnya.

Sandi juga meminta agar para pendukung untuk tidak melakukan hal-hal diluar batas wajar, contohnya menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan. Karena hal itu menurut Sandi sangat tidak diridhoi oleh Allah SWT.

“Kami juga mengimbau kepada diri kami sendiri, juga kepada relawan, jangan melakukan dan menghalalkan segala cara untuk melanggengkan, mengambil kekuasaan itu. Karena Allah SWT pasti tidak akan meridhoi cara-cara seperti itu,” imbuhnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Wapres Jusuf Kalla (JK) mengimbau agar tabloid politik ‘Indonesia Barokah’ sebaiknya dibakar. Hal itu disampaikan JK karena mendengar tabloid politik itu telah masuk kedalam mesjid.

Ya itu karena melanggar aturan apalagi mengirim ke masjid. Saya nanti harap jangan dikirim ke masjid. Semua yang (sudah tiba di) masjid-masjid itu dibakarlah, siapa yang terima itu,” kata JK dalam keterangannya, Sabtu (26/1).

JK meminta agar seluruh jajaran Dewan Mesjid Indonesia (DMI) agar seluruh Mesjid yang ada di tanah air tidak menerima tabloid politik itu karena dinilai berbahaya. Dia juga menekankan agar tempat ibadah jangan dijadikan wadah untuk menyebar hoaks.


Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)