fbpx
Pasang iklan

Jangan Lupa ke Warloka, Jika Anda Berkunjung ke Labuan Bajo

...

(Gema – Labuan Bajo) Warloka, merupakan sebuah desa yang terletak sekitar 20 km dari Bandara Labuan Bajo yang menjadi akses utama ke Pulau Komodo VIA udara. Desa ini menyimpan sejuta misteri yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Desa Warloka sendiri terdiri dari tiga kampung besar yakni Kampung Warloka, Kampung Kenair dan Kampung Cumbi. Desa ini menjadi menarik karena memiliki perbedaan keyakinan agama yang agama dimana Kampung Warloka dan Kampung Kenari memiliki penduduk yang berkeyakinan Islam sedangkan Kampung Cumbi ditempati penduduk beragama Katolik.

Kendati memiliki kepercayaan yang berbeda, ke tiga kampung ini hidup dalam kerukunan dan bahkan dengan tingkat toleransi sangat tinggi. Tidak heran jika mereka akan membaur satu sama lain tanpa ada sekat di kehidupan nyata.

Pesona Kearifan Lokal Khas Warloka

Setiap kampung di Desa Warloka ini memiliki kelebihan yang unik, sebut saja yang pertama adalah kampung Warloka. Tempat dimana para penduduknya didominasi oleh nelayan. Nyaris kehidupan mereka ditopang oleh Laut di Selat Molo.

Selat Molo ini sendiri merupakan laut yang memisahkan antara Warloka dan Pulau Rinca yang juga dikenal sebagai Pulau Komodo Kecil. Kekayaan laut kas Samudra Antlantik ini tentu saja menyimpan ratusan ribu spesies laut baik ikan maupun terumbu karang indah.

Disisi lain ada kampung Kenari dan Kampung Cumbi yang menempati daratan yang lebih tinggi, praktis membuat mata pencaharian utama penduduk kampung Cumbi adalah berkebun.

Interaksi intens penduduk tiga kampung ini dapat disaksikan pada dua waktu, yakni pada saat ada hajatan besar atau di pasar Warloka. Uniknya meskipun mereka sudah mengenal Rupiah, Penduduk pasar Warloka punya kebiasaan jual beli dengan sistem Barter yang masih bertahan hingga hari ini.

Tentu saja ikut mengambil bagian dalamtransaski sistem Barter di pasar Warloka akan menambah pengalaman wisata anda yang lebih dari sekedar melepas penat di Flores Nusa Tenggara Timur.

Penyokong Wisata Pulau Komodo

Sebagai Pulau berpenghuni terkdekat dengan Kampung Warloka tentu saja memiliki potensi besar dalam perkembangan wisata pulau Komodo yang kini sudah menjadi salah satu keajaiban dunia melalui spesien endemiknya Varanus komodonensis atau lebih dikenal sebagai Komodo Naga.

Memang benar ada beberapa pulau lain yang berdekatan dengan Pulau Komodo, namun jika dibanidngkan dengan Warloka, pulau-pulau tersebut lebih sulit diakses oleh para pelancong yang hendak ke Pulau Komodo, mengingat bandara udara dan pelabuhan besar labuan Bajo masih satu berada di pulau yang sama dengan Warloka.

Hal ini tentu saja membuat pendukung sarana dan prasarana wisata pulau Komodo seperti Cottage, Restauran dan sejenisnya jauh lebih mudah dibangun di Labuan Bajo, apalagi jika mengingat kawasan pulau Komodo dan Komodo kecil sudah memiliki status Taman Nasional yang otomatis akan ada pembatasan pembangunan dan aktifitas penduduk disana.

Mengapa harus di Warloka?

Yah karena Posisi Warloka yang berada di sisi paling Barat dari Pelabuhan Labuan membuat titik otomatis menjadi tempat paling dekat untuk menuju Pulau Komodo.

Jika pelancong berniat berkunjung ke Pulau Komodo dair Warloka, maka waktu tempus dengan menggunakan Speed Boat tentu saja jauh lebih dekat dibandingkan jika harus berangkat dari pelabuhan Labuan Bajo.

Tidak hanya itu, letak Desa Warloka yang langusng berhadapan dengan laut yang biru dengan obak yang tenang membuat para pengunjung bisa mendapatkan view yang sangat menarik dan mungkin saja akan membuat mereka membatalkan niat mereka ke Pulau Komodo.

Kecuali bagi wisatawan yang memang datang dengan niat yang gigih untuk bertemu komodo di Flores.

Tapi jika kita melihat jauh lebih dalam mengenai potensi wisata Flores, tentu pesona wisata di sana tidak melulu mengenai kadal paling besar di dunia ini.

Flores dan juga Warloka adalah salah satu pulau yang berada di posisi paling selatan Indonesia dan langusng mendapatkan arus air hangat dari Samudra Hindia. Sebagiamana hukum alam, air hangat dair Samudra tentu saja akan membawa banyak kehidupan laut yang sangat menarik untuk telurusi.

Beberapa titik yang tidak jauh dari bibir pantai Warloka masih menyimpan banyak banyak ekosistem terumbu karang yang sangat indah untuk ditelurusi melalui aktivitas Scuba Diving.

Arus laut yang sangat tenang membuat Aktifitas Scuba Diving ini tentu saja lembih aman dibanidngkan beberapa spot Diving di Bali yang langusng berhadapan dengan arus laut dari Samudras Hindia.

Sayangnya hanya ada satu Resort yang menyediakan layanan wisata Diving dan Snorkeling di sana yakni Scuba Junkie Komodo Resort, yang kemungkinan bakalan kewalahan dalam melayani jumlah wisatawan yang datang ke Flores yang setiap tahunnya meningkat.

Berdasarkan laporan Kementerian Pariwisata Indonesia, tahun 2018 saja total wisatan yang berkunjung ke Flores mencapai angak 150 ribu yang didominasi oleh wisatan manca negara yakni sebesar 80.683 pengunjung atau dengan kata lain Flores harus melayani sekitar 416 wisatawan perhari sepanjang tahun.

Beri tanggapan