fbpx
Pasang iklan

Jalan Senyap Navas di Tengah Hingar Bingar Real Madrid Telah Usai

...

Gema.id – Tidak ada isak tangis dalam kepergian Keylor Navas dari Real Madrid, tidak ada persembahan terakhir dari klub yang diberikan padanya. Pergi tanpa ada rasa kehilangan mendalam setelah membela panji Real Madrid selama 4 musim, membela  sebuah klub raksasa ibukota Spanyol yang memiliki sejarah panjang dan kaya prestasi. Selama itu pula Navas menempuh jalan sunyi sebagai kiper Real Madrid ditengah pamoritas klub.

Lagi pula namanya memang tidak setenar Toni Kroos, Sergio Ramos dan Luca Modric hingga Cristiano Ronaldo kala masih berseragam El Real. Nama Keylor Navas baru mencuat ke publik usai dirinya tampil gemilang di Piala Dunia 2014 Brazil, bersama Kosta Rika Navas mampu menembus grup neraka saat tergabung bersama Italia, Uruguay dan Inggris di dalam satu grup, aksi heroiknya di bawah mistar gawang membuat Kosta Rika melangkah hingga perempat final sebelum akhirnya digugurkan Belanda di babak adu penalti.

Lantas penampilannya membuat Real Madrid meliriknya dan mengangkut Navas untuk bergabung, berganti kostum dari klub semenjana Levante, sebuah tempat yang tepat untuk menguji kemampuannya di bawah mistar gawang, sebuah klub yang sudah pasti sering digempur lini penyerangan lawan apalagi jika berhadapan dengan klub-klub besar Spanyol.

Navas tetap kokoh berdiri, menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Di Levante pada musim 2013/2014 musim terakhirnya berseragam Levante dilansir dari Squawka jumlah penyelamatan (saves) yang dilakukan Navas disetiap pertandingan mencapa 8 saves per laga. Sementara Opta mencatat dimusim terakhirnya di Levante, Navas melakukan 95 saves di sepanjang musim mengalahkan Manuel Neuer, Petr Cech dan Thibaut Courtois dalam hal penyelamatan.

Bergabung bersama Real Madrid menjadi pertaruhan dalam karir Navas, sebuah klub raksasa yang selalu dalam sorotan, namun tekad Navas untuk membuktikan diri tidak mengendur. Seusai peninggalan Iker Casillas, Real Madrid terus mencari kiper utama sebagai palang pintu terakhir tim. Beberapa nama besar sering dikaitkan dengan mereka, salah satu di antaranya adalah David De Gea yang santer dikabarkan bergabung dengan Real Madrid, sebab Madrid memang adalah tempat hingar bingar, penuh gemerlap bagi pemain dan panggung bagi mereka yang berada di jajaran elit.

Baca Juga: Dua Gol Gareth Bale Selamatkan Real Madrid dari Kekalahan

Meski pada akhirnya pilihan jatuh pada Navas, Madrid menjadikannya alternatif pilihan setelah sederet kegagalan mereka mendatangkan incaran anyar, tetapi penampilan hebat Navas di bawah mistar gawang  tidak pula bisa dibantahkan, angka dan statistika berbicara.

Kedatangannya ke Real Madrid menjawab semua pertanyaan Madrid menyoal posisi penjaga gawang. Bukan hanya sekadar jumlah penyelamatan yang tercatat tapi disertai pula prestasi. Selama berseragan Real Madrid Navas meraih 1 gelar La Liga, 1 gelar Super Spanyol,3 gelar berturut-turut  Liga Champions, 2 gelar Super Eropa dan 4 gelar Piala Dunia Antar Klub.

Meski menyandingkan penampilan hebatnya bersama Madrid dengan sejumlah prestasi, Real Madrid tetap Real Madrid sebuah klub yang  lapar akan perbruan pemain, terus memburu pemain incaran mereka untuk mengumpulkan semua mega bintang, di balik kesuksesan Navas terselip pula kabar bahwa Madrid santer akan mendatangkan kiper baru di tiap jendela transfer. Keylor Navas bukanlah di antara mega bintang yang dimaksud.

Real Madrid akhirnya menemukan sosok yang mereka anggap mega bintang dalam diri Thibaut Cortouis dan merampungkan transfernya dari Chelsea. Pada kesempatan itu pula Cortouis merebut posisi utama Navas, yang—mungkin— bagi Navas tidak pernah dianggap panggung kemewahan dibaluti seragam berlogo Real Madrid. Ia hanya butuh waktu bermain dan bermain, hanya itu.

Sepanjang musim 2018/2019 kemarin waktu bermain itu menipis dan terus berkurang akibat kedatangan kiper yang berlebelkan Kiper Terbaik Piala Dunia Rusia 2018 tersebut.

Kini Navas memutuskan untuk pergi keluar dari pintu Real Madrid, meski keputusan diambil teramat sulit untuk pergi, baru diputuskan di detik-detik transfer pemain ditutup. Atas apa yang diberikannya pada Real Madrid toh masih dianggap belum cukup untuk menempatkan dirinya pada jajaran elit.

Bergabung bersama Paris Saint-Germain menjadi pelabuhan selanjutnya Keylor Navas, sebuah tempat untuk dirinya kembali bisa menampilkan performa  terbaiknya di bawah mistar gawang, bahwa Ia harusnya menjadi pilihan utama dan layak berada di jajaran elit posisi penjaga gawang.

Beri tanggapan