fbpx
Pasang iklan

Hati-hati! Penurunan Berat Badan yang Drastis karena Diet Bisa Memberi Efek Buruk

Gema – Diet merupakan program yang dilakukan untuk menurunkan berat badan. Namun, yang perlu anda ketahui yaitu jangan menjalani program diet yang bisa membuat berat badan menurun drastis. Meskipun impian anda bisa tercapai lebih cepat, penurunan berat badan yang drastis dan terjadi dalam waktu yang singkat hanya memberi risiko yang berbahaya untuk tubuh anda. Berikut beberapa efek buruk yang bisa saja terjadi jika mengalami penurunan berat badan yang drastis.

1. Metabolisme tubuh melambat

Berat badan akan menurun jika anda mengurangi porsi makan setiap harinya. Namun hal tersebut akan mengganggu kerja di sistem metabolisme di dalam tubuh. Metabolisme akan menjadi lambat karena kalori yang digunakan juga berkurang.

Saat anda mengurangi asupan kalori, tubuh akan mengalami kelaparan sehingga pembakaran kalori menjadi lambat. Pembakaran kalori yang lambat juga mempengaruhi proses metabolisme semakin lambat. Penurunan metabolisme ini bisa bertahan lama dan berbahaya untuk tubuh.

Ketika asupan kalori berubah menjadi meningkat, maka tubuh tidak akan membakar kalori seperti sebelumnya. Sehingga ke depannya anda akan kesulitan menurunkan berat badan.

2. Kehilangan otot

Berat badan yang menurun, belum tentu mengurangi lemak pada tubuh anda. Biasanya hanya massa dari otot anda yang berkurang. Menurut sebuah penelitian yang ditulis di jurnal Obesity Society pada 2016 lalu mengatakan bahwa orang yang menjalani diet rendah kalori berisiko mengalami kehilangan massa otot 6 kali lipat.

Massa otot yang hilang berkaitan dengan sistem metabolisme di dalam tubuh. Semakin kecil massa otot maka kerja metabolisme juga semakin lambat. Hal tersebut membuat tubuh anda cenderung menyimpan kalori.

Berkurangnya massa otot bisa terjadi ketika menjalani program diet namun tidak berolahraga.

3. Kekurangan zat gizi

Berat badan yang menurun karena program diet bisa membuat tubuh anda kekurangan zat gizi yang sebenarnya diperlukan tubuh.

Orang yang menjalani diet rendah kalori bisa membuat dia kekurangan asupan kalsium, zat besi dan vitamin B12. Hal tersebut bisa memberi efek jangka panjang untuk tubuh. Gizi yang tidak terpenuhi bisa membuat anda cepat lelah, anemia, sistem imun menurun dan juga otot keseringan kram.

4. Kulit mengendur

Penurunan berat badan yang drastis juga memberi efek buruk untuk kulit yaitu kulit anda mengendur, terkhusus di area lengan, kaki dan perut. Kulit yang mengendur tentunya sangat mengganggu penampilan anda. Keelastisan kulit akan berkurang.

Berat badan yang menurun dalam waktu yang cepat akan membuat kulit tidak mengalami penyusutan yang mengikuti bentuk tubuh. Hal tersebut bisa memberi efek buruk untuk kesehatan.

5. Batu empedu

Batu empedu merupakan hal yang sering terjadi ketika mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Kantong empedu berperan dalam proses pelepasan enzim pencernaan yang bertujuan untuk memecah makanan yang berlemak sehingga mudah dicerna. Namun ketika anda menjalani program diet, anda akan mengurangi mengonsumsi makanan berlemak. Asupan lemak yang berkurang membuat kantong empedu berhenti bekerja dan berhenti menghasilkan enzim pencernaan tersebut.

Karena itu enzim pencernaan tersebut akan mengendap dan mengkristal menjadi batu. Hal tesebutlah yang menjadi penyebab terjadinya batu empedu. Selain itu, karena waktu makan yang dikurangi sehingga menurunkan kontraksi yang terjadi di kantong empedu yang berakibat empedu menjadi kosong.

Batu empedu ini tidak akan memberi gejala. Hal tersebutlah yang perlu diwaspadai. Jika batu empedu dibiarkan maka akan semakin membesar. Ketika batu empedu sudah membesar, barulah gejalanya muncul dan akan memberi rasa sakit. Untuk mengatasi hal tersebut, anda perlu menjalani proses operasi guna mengangkat batu empedu tersebut.

Itulah beberapa efek buruk yang bisa terjadi ketika menjalani program diet yang ketat.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)