fbpx
Pasang iklan

Harusnya Evan Dimas yang di sana Membobol Gawang Liverpool dan Bukan dia Hwang Hee-chan

Gema.id – Hwang Hee-chan straiker Red Bull Salzburg sukses membobol gawang Liverpool di ajang Liga Champions Eropa dan menarik perhatian pecinta dunia bola tanah air, Indonesia. Sebelum membobol gawang Liverpool, pemain asal Korea Selatan ini beberapa kali tertangkap kamera berhasil mengecoh bek tangguh milik Liverpool Virgil van Dijk.

Menjelang laga bubaran straiker andalang The Reds Moh Salah sukses membobol gawang RB Salzburg  untuk kedua kalinya lewat aksinya yang membelah jantung pertahanan Salzburg di gol laga. Kendati RB Salzburg gagal meraih kemenangan dalam laga tersebut, nama Hwang Hee-chan tetap menjadi bahan perbincangan.

Dibalik meroketnya nama straiker Korea Selatan ini membuat nama Evan Dimas ikut terseret kedalam pusaran di balik pujian Hwang Hee-chan berkat aksinya yang acap-kali mengibuli Virgil van Dijk yang notabenanya pemain terbaik Eropa 2019.

Meskipun pada akhirnya Liverpool berhasil memenangi laga, sihir Hwang Hee-chan juga menarik bek andalang Liverpool Virgil van Dijk kedalam pusaran perhatian netizen. Alih-alih mendapat pujian berkat keberhasilannya mengantarkan The Reds memenangi laga, van Dijk malah menjadi olok-olokan warga di jagad Twitter. Dengan nada sedikit menyindir, penampilan buruk  van Dijk di laga itu kerap disandingkan dengan Chris Smalling , mantan bek Man United.

Baca Juga: Liga Champions Match Day 2: Hasil Lengkap dan Klasemen Sementara

Pemain Korea Selatan ini boleh larut dalam euforia kebahagiaan berkat aksi gemilangnya tengah pekan lalu di ajang Liga Champions, namun jika flashback ingatan enam tahun lalu, di Senayan, Evan Dimas Darmono pernah mempecundangi Korea Selatan yang diperkuat Hwang Hee-chan di stadion Gelora Bung Karno.

Dalam gelaran Kualifikasi Piala Asia U-19 2014. Timnas U-19 Korea Selatan yang diperkuat Hwang Hee-chan, di luar dugaan takluk dari anak asuh Indra Sjafri. Garuda muda secara mengejutkan mampu membenamkan Korea Selatan dengan skor akhir 3-2.

Ingatan publik tanah air mungkin sedikit kabur, laga yang diguyur hujan ini membuat pencinta dunia bola tanah air larut dalam sukacita.  Laga hidup mati melawan Korsel memacuh semangat Garuda muda untuk menyudahi laga sebagai juara Grup G.

Hatrick Evan Dimas di tengah guyuran hujan menjadi mimpi buruk Hwang Hee-chan bersama Korea Selatan. Di tengah gemilangnya Evan Dimas di laga itu, Hwang Hee-chan seakan tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan negaranya dari jurang kekalahan.

Sepanjang turnamen kualifikasi Piala Asia U-19, Hwang Hee-chan dan Evan Dimas berhasil mencetak empat gol dan satu kali hattrick.

Memori kelam enam tahun silam di tengah guyuran hujan deras di senayan tak membuat Hwang Hee-chan tenggelam dalam kubangan masa silam.  Hwang Hee-chan kini menjadi pesepakbola yang bermain di ajang liga paling bergensi di eropa: Liga Champions.

Tak sampai disitu, Hwang Hee-chan kini masuk dalam deretan pencetak asis terbanyak di Liga Champions berkat torehan tiga asis nya. Namanya kini sejajar dengan Takumi Minamino rekan setimnya di RB Salzburg dan Roberto Firmino (Liverpool) dalam daftar asis terbanyak Liga Champions sementara musim ini.

Hwang sudah berada di Eropa dan bermain di salah satu kompetisi terbaik di dunia, sedangkan Evan Dimas pahlawan di tengah guyuran hujan enam tahun silam kini berkarier di Liga 1 Indonesia bersama Barito Putra. Seakan mentok, prestasi terbaik Evan Dimas hanyalah persembahan trofi piala AFF U-19.

Di tengah kalang kabut Liga dan sistem manajemen PSSI yang kerap kali mengundang kerutan kening membuat pemain muda seakan kehilangan arah dan mati gaya. Evan Dimas pemain muda yang berbakat yang dihasilkan Indonesia bahkan tak mampu berbicara banyak. Jangan kan level Eropa, Asia pun tak banyak cerita yang bisa didengarkan darinya.

Syndrom ”bersinar di usia muda meredup mejelang dewasa” seakan menggrogoti tubuh pesepakbola tanah air. Spectres (hantu) kegagalan seakan membayangi karir pemain muda yang acap kali tampil bersinar.

Jika pengelolaan sepakbola kita dilakukan dengan profesional dan PSSI ‘sedikit’ mau serius membenahi manajemen sepakbola kita, bukan tidak mungkin kita bisa melihat Evan Dimas (dari balik layar kaca) melepaskan umpan jarak jauh kepada Messi yang berdiri di lini depan Barcelona, Ravi Murdianto yang terbang menggagalkan sepakan keras Cristiano Ronaldo yang menghujam gawangnya, atau aksi heroik Putu Gede yang melepaskan takel bersih kepada Neymar yang menggocek bola di pinggir garis lapangan. 

Hwang Hee-chan sudah terbang jauh ketanah Eropa, bermain untuk Korsel di Piala Dunia Rusia 2018 dan mempersembahkan medali emas ASIAN GAMES 2018 silam seakan menjadi cambuk kecil yang memukul punggung Evan Dimas pahlawan di tengah guyuran hujan deras yang kini melanglang buana  hanya di Liga Online eh, Liga Shopee Indonesia, karena sepakbola yang makin di mari makin salah urus.  

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)