fbpx
Pasang iklan

Gerindra Sebut Penundaan Kenaikan Harga BBM Premium Sebagai Pencitraan

GEMA, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono menyindir soal penundaan kenaikan harga BBM jenis premium merupakan upaya pencitraan.

“Kang mas Joko Widodo panik. Udah naikin BBM Premium subsidi belum sejam dibatalin lagi, ha ha ha, pencitraan banget,” ujar Arief Poyuono kepada sejumlah wartawan, pada Rabu, 10 Oktober 2018.

Arief juga menuding ditundanya kenaikan BBM premium karena Jokowi jaga image (jaim). Ia lalu mengkaitkan kebijakan penundaan ini dengan Jokowi sebagai capres nomor urut 01 yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin.

“Pembatalan kenaikan BBM Premium sebagai bentuk pribadi Joko Widodo yang jaim dan takut nggak populis. Sebab sudah dekat dekat Pilpres ya,” kata Arief.

Arief juga mengatakan bahwa BBM premium naik dikarenakan kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 100USD/barrel. Tetapi rezim Jokowi kata Arief akan sampai bisa menahan kenaikan harga BBM premium.

“Yang pasti sampai di mana Kangmas Joko Widodo bisa tahan nggak naikin BBM Premium, sebab BBM Premium harus Naik karena harga minyak dunia itu trennya terus naik dan di akhir tahun bisa hingga 100 USD/barrel,” ujar Arief.

Arief kemudian kembali menyebut soal melemahnya nilai tukar rupiah akibat dolar Amerika Serikat yang terus naik. Ia menantang alasan apa lagi yang akan dikemukakan pemerintah Jokowi soal meroketnya harga dolar Amerika Serikat.

“Bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja karena nilai inflasi dan Pertumbuhan ekonomi di kwartal kedua tumbuh 5.27 persen akan menjadi pembalikan bahwa USD makin kuat krisis ekonomi di Indonesia sudah terjadi dan inflasi akan semakin liar dengan kenaikan harga BBM sekalipun yang non-subsidi,” sebut Arief.

Sebelumnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium ditunda sore ini. Penundaan dilakukan tak berselang lama setelah pengumuman kenaikan harga Premium, menyusul kenaikan BBM non-subsidi seperti Pertamax. Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebut penundaan kenaikan harga Premium atas instruksi Presiden Jokowi.

“Sesuai arahan bapak Presiden rencana kenaikan harga Premium di Jamali menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda,” kata Jonan, pada Rabu, 10 Oktober 2018.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)