fbpx
Pasang iklan

Dominasi Real Madrid atas Atletico Madrid Berlanjut di Piala Super Spanyol Format Baru

Gema.id – Lewat drama adu penalti, Real Madrid menyudahi perlawanan Atletico Madrid di laga  final Piala Super Spanyol 2020, Senin (13/1/2020) dini hari WIB. Pada laga yang dihelat di King Abdullah Sports City, Arab Saudi, sepanjang waktu normal dan ditambah dua babak extra time keduanya tidak mampu mencetak gol.

Meski tampil dengan penguasaan bola yang lebih dominan yakni 69,5%, Real Madrid tidak banyak menciptakan peluang di dalam kotak penalti Atletico Madrid yang tampil solid. Maka lantas, peluang El Real banyak melalui sepakan dari luar kotak penalti.

Sementara Atletico Madrid mengandalkan seranga balik untuk mencetak angka, beberapa kali Alvaro Morata cs nyaris mencetak angka melalui skema tersebut.

Namun demikian, laga yang berjalan selama 90 menit di tambah dua babak extra time, 2 x 15 menit, keduanya mengalami masalah kebuntuan, laga pun harus ditentukan melalui babak tos-tosan.

Sebelum memasuki drama adu penalti Real Madrid hanya bermaih sepuluh pemain di sisa laga setelah Fede Valverde diusir dari lapangan pada menit ke-118.

Di babak adu penalti kematangan dan ketenangan pemain Real Madrid lebih unggul daripada Atletico Madrid.

 Eksekutor pertama Atletico, Saul Niguez gagal melaksanakan tugasnya lantaran tembakannya  membentur tiang, sementara Thoma Partey pun demikian, eksekutor kedua ini gagal menjeblokan bola ke gawang Thibaut Courtois.

Berbanding terbalik dengan pasukan Zinedien Zidane, dari empat pemain yang maju sebagai penendang, kesemuanya sukses melaksanakan tugas. Sepakan Sergio Ramos yang mengelabui Jan Oblak menjadi penentu pada laga yang berkesudan 4-1.

Kemenangan ini merupakan gelar ke-11 Real Madrid pada ajang Super Spanyol. Edisi kali ini berbeda dengan edisi sebelum-sebelumnya. Sebanyak empat tim menjadi kontestan dan digelar di luar Spanyol.

Format Baru Piala Super Spanyol

Pada edisi Piala Super Spanyol beberapa tahun yang telah bergulir mempertemukan juara La Liga dengan juara Copa Del Rey, atau apabila tim yang juara La Liga juga menjuarai Copa Del Rey maka lawan yang akan dihadapi adalah lawan yang sama saat final Copa Del Rey.

Pertandingan ini akan berlangsung tandang dan kandang, kedua tim tampil silih-bergantian menjadi tuan rumah dan menggunakan sistem aggregate.

Piala Super Spanyol seringkali dicap sebagai laga pemanasan sebelum liga bergulir sama dengan ajang Community Shiled di Inggris.

Pada tahun 2020, Asosiasi Sepak Bola Spanyol (REEF) mengubahnya secara drastis, banyak yang menduga Piala Super Spanyol hanyalah sekadar laga eksebisi atau sekadar laga persahabatan. Dengan format terbaru ini dengan menghadirkan empat tim sebagai kontestan dan digelar di luar Spanyol, maka REEF berani menyebut kini Piala Super Spanyol bukan laga yang biasa-biasa saja.

Empat kontestan itu adalah finalis Copa Del Rey dan dua tim teratas di papan akhir klasemen La Liga. Di kampanye pertamanya yang menjadi peserta adalah Valencia (juara Copa Del Rey), Bercelona (juara La Liga), Atletico Madrid (runner-up La Liga) dan sementara Real Madrid yang bertengger di posisi ketiga La Liga  lolos karena mengganti kuota Barcelona  yang juga merupakan finalis Copa Del Rey.

Dengan sistem gugur, artinya keempat tim secara langsung mengisi babak semi-final. Tidak ada lagi laga kandang maupun tandang, tak ada lagi kesempatan membalikkan keadaan, yang kalah harus angkat koper yang menang melanggeng ke laga pamungkas.

Kontroversi sebenarnya sempat menyelimuti format terbaru ini, titik keberatan klub-klub Spanyol adalah lokasi perehelatan yang digelar di luar Spanyol, yang digelar di Timur Tengah yang tentu menguras tenaga dan memakan ongkos yang tidak sedikit. Apalagi Arab Saudi sudah ditetapkan sebagai tuan rumah dari 2020 hingga 2023 mendatang.

Namun keinginan REEF untuk membawa La Liga lebih dikenal luas menjadi alasan kuat untuk terus mempromosikan sepak bola negeri matador agar bersaing dengan negari sepak bola lainnya semacam Inggris dan Italia.

Tak tanggung-tanggung gelontoran hadiah yang tingggi menjadi tawaran kuat REEF agar laga ini digelar di luar tanah Spanyol.

Kemenagan Real Madrid, Dominasi atas Atletico

Sebelum dua tim finalis ini bersua, Real Madrid sebelumnya telah menyingkirkan Valencia yang merupakan jaura Copa Del Rey di babak semifinal dengan skor 3-0. Sementara pasukan Diego Simione berhasil mengandaskan Barcelona juara La Liga 2018/2019 dengan skor 3-2.

Kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid di laga final menambah derita Los Colchoneros kekalahan yang pernah dilalui saat harus berhadapan dengan El Real di laga penentu juara.

Enam tahun silam mereka kalah di laga final Liga Champions tahun 2014 dari Rela Madrid dengan skor 4-1. Dua tahun berselang, hal yang sama terjadi pada final Liga Champions 2016, kala itu mereka tumbang lewat babak adu penalti dan secara dramatis dua kali digagalkan dari Real Madrid untuk meraih gelar Liga Champions perdana mereka.

Atletico sebenarnya sempat membalas kekalahan mereka di Piala Super Eropa 2018. Namun kegagalan di Piala Super Spanyol tahun ini menandai dominasi Real Madrid atas Ateletico di laga penentu gelar.

Beri tanggapan