fbpx
Pasang iklan

Dirjen Pajak akan Kenakan PPN Pengguna Netflix dan Spotify

Gema.id — Saat ini pemerintah melalui Kementrian Keuangan sedang mencanangkan pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) bagi pengguna Netflix dan Spotify di Tanah Air sekalipun dua platform tersebut tidak berkantor di Indonesia.

“Kami boleh menunjuk subjek pajak di luar negeri untuk memungut dan menyetorkan ke kami. Kami ada hak itu sekalipun dia di luar negeri. Nanti ditambahkan persennya. Itu uang konsumen bukan uang perusahaan,” kata Dirjen Pajak Robert Pakpahan dalam konfrensi pers di kantor DJB, Kamis (5/9/2019) kemarin.

Pemungutan pajak pada objek yang dimaksud adalah merupakan pemungutan pajak pada barang-barang atau benda-benda intangible seperti langganan musik dan film. Saat ini mereka yang berlangganan Spotify dan Netflix khususnya di tanah air terbilang cukup banyak.

“Contohnya Netflix. Enggak ada di Indonesia (secara fisik) fine. Kalau Netflix ada di sini, ia bisa kena pajak. Dia harus setor ke kami,” ungkap Robert.

Maka pemerintah Indonesia akan menunjuk dan mewajibkan perusahaan tersebut menyetorkan atas transaksi atau layanan yang diberikan meski perusahaan berada di luar negeri. Dengan demikian ketiadaan kantor bukan lagi faktor penghambat.

Pemerintah Indonesia menilai aspek fisik perusahaan bukanlah yang utama melainkan aktivitas ekonomi yang mana dimaksud adalah aktivitas jual beli.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)