fbpx
Pasang iklan

Diprediksi Gagal Lolos Parlemen, Mardani Tetap Optimis

Gema, Jakarta – Lembaga survei Charta Politika memprediksi politikus PKS Mardani Ali Sera tidak bakalan lolos meraih kursi di Senayan. Menanggapi hal itu, Mardani mengatakan tetap optimis bertarung di dapil 1 DKI Jakarta.

“Antara urutan 9 hingga 5 masih di margin error. PKS solid dan mesinnya full kerja. Hasil kerja di lapangan PKS sebagai partai kader insyaallah kian optimis,” ungkap Mardani dalam keterangan tertulis yang diterima Gema.id, Selasa, 12 Februari 2019

Meski disebut sebagai caleg yang bakalan gagal mendapat kursi di Parlemen, Mardani menyebut partainya memiliki elektabilitas tinggi apalagi disebut sebagai parpol representasi umat islam.

“Bagus dengan pengenalan 22 persen dan baru mau mulai turun, ini modal berharga. Yang keren, PKS di seluruh dapil Jakarta merupakan partai paling dianggap representasi suara Islam,” ujar Mardani.

Sebelumnya, Lembaga survei Charta Politika merilis hasil terkait pengenalan dan elektabilitas calon anggota DPR dapil 1 DKI Jakarta. Hasil survei menyebut Imam Nahrawi menjadi caleg dengan tingkat elektabilitas tertinggi dan dikenal oleh masyarakat di dapilnya.

Pertanyaan yang diberikan Charta Politika kepada sejumlah responden ialah ‘di antara nama-nama tokoh di bawah ini, siapakah yang Bapak/Ibu/Saudara pilih jika pemilihan umum legislatif dari dapil DKI Jakarta 1 dilaksanakan hari ini?’. Dan hasilnya Imam Nahrawi menduduki posisi pertama caleg dengan elektabilitas tinggi.

“Jadi, begitu kita sebutkan beberapa nama, terutama urutan 1-2, kita sebutkan nama-nama caleg di dapil DKI-I, 15,1 persen yang akan memilih Imam Nahrawi. Kemudian Mas Eko (Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio) 3,8 persen. Mas Eko memang tingkat pengenalan hanya 20,2 persen. Begitu diuji, elektabilitasnya sangat signifikan, yaitu langsung naik 3,8 persen,” kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, Senin (11/2).

Masih di dapil 1 DKI Jakarta pengaruh parpol lebih kuat dibanding calegnya. Hal ini dibuktikan karena kebanyakan responden mencoblos gambar partai dibanding foto caleg.

“Kemudian yang kedua, untuk khususnya di Gerindra dan PDIP, kalau kita lihat jauh lebih banyak yang mencoblos gambar partainya dibanding calegnya,” ujarnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)