fbpx
Pasang iklan

Debat Capres di Kampus, KPU: Tidak Bisa Dilakukan

GEMA, JAKARTA – Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebut debat calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) termasuk kategori kampanye. Untuk itulah menurut KPU wacana debat di kampus tidak bisa dilakukan karena kampus merupakan salah satu lokasi yang dilarang untuk kampanye.

“Salah satu metode kampanye adalah debat capres-cawapres, jadi debat capres itu adalah kampanye. Sementara di ketentuan bahwa kampanye tidak bisa dilaksanakan di kampus, di lembaga pendidikan tinggi sehingga kita perlu mengindahkan aturan itu supaya tidak saling bertabrak,” ujar Wahyu Setiawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin, 22 Oktober 2018.

Menurut Wahyu penonton debat dapat dari berbagai kalangan termasuk mahasiswa. Hanya saja, Wahyu menyampaikan lokasinya tidak di kampus.

“Tetapi kalau audience-nya adalah civitas akademika itu boleh saja selama lokasinya tidak di kampus,” ujar Wahyu.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang juga tidak setuju usulan debat Calon Presiden (Capres) Pilpres 2019 dilakukan di kampus. Hal tersebut bisa dianggap pelanggaran kampanye.

“Kalau merujuk kepada UU (nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu) nggak boleh karena pasal 280 ayat 1 huruf H jelas. Tidak boleh melakukan kampanye, atau ada larangan kampanye di tempat pendidikan, ibadah, dan fasilitas lainnya,” kata Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, di Kantor Lemhannas, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Saat ini KPU mengaku telah merumuskan format debat akan dilaksanakan 5 kali. Debat capres cawapres akan dimulai 2019. KPU terbuka dengan usulan apa pun asalkan tak melanggar ketentuan.

Sebelumnya, Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan debat capres KPU digelar di kampus-kampus terpilih. Bukan tanpa alasan Dahnil menyarankan debat capres digelar di kampus. Alasan ekonomi jadi yang utama.

“Kami mengusulkan debat capres yang digelar oleh KPU RI digelar di kampus terpilih, diikuti oleh akademisi dan mahasiswa terpilih yang bebas berdialog dan ‘menguliti’ semua visi-misi kandidat dan live di TV-TV nasional, tidak perlu menghadirkan para pendukung di hotel misalnya,” kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu, 21 Oktober 2018.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)