fbpx
Pasang iklan

Kenali Ciri-Ciri Lembaga dan Aplikasi Pinjaman Online Ilegal – Lintah Darat Berkedok Fintech

...

Gema.Id – Masa sulit seperti saat wabah Covid-19 ini memang mebawa banyak masalah, salah satunya tentu saja masalah finasial, terutama mereka yang bekerja harian atau buruh.

Larangan beraktifitas membuat keadaan keuangan semakin menipis dan akhirnya mencari pinjaman menjadi salah satu solusinya, namun tidak semua pinjaman adalah penolong di kala sulit, bisa jadi pinjaman tersebut menjadi duri dalam daging yang justru membuat hidup semakin susah.

Salah satunya adalah jenis pinjaman yang didapatkan dari lintah darat berkedok pinjaman online illegal yang melakukan pemaksaan dalam penagihan sampai harus menanggung bunga utang yang berlipat-lipat dari total utang yang dibutuhkan.

Pinjaman Online dari Perusahaan Fintech Ilegal

Akhir-akhirnya, semakin canggihnya perkembangan teknologi dan besarnya kebutuhan yang mendesak juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak culas untuk memeras masyarakat lapisan bawah.

Salah satu caranya adalah melalui Pinjaman online melalui aplikasi yang mencuri data pribadi pengutang untuk diteror jika pinjaman tersebut tidak dibayarkan. Sayangnya desakan kebutuhan dan mudahnya proses pencairan membuat masyarakat awam tidak sadar telah terlibat dengan pinjol ilegal.

Tidak jarang dari mereka yang sudah terlibat akan diintimidasi sampai diteror jiak tidak membayar utang beserta bunganya, mulai dari dimaki, diancam sampai cara-cara tidak manusiawi akan dilakukan oleh dept collector mereka pada saat menagih.

Di Indonesia sendiri sudah beberapa orang memilih bunuh diri karena kerasnya intimidasi dan terror yang dilakukan oleh para dept kolektor ini, karena yang diteror tidak hanya diri sendiri tapi juga keluarga dan rekan kerja yang seolah-olah mempermalukan si peminjam.

Agar dapat terhindar jeratan lintah darat ini berikut ini ciri-ciri pinjaman online ilegal yang harus dihindari:

1. Tidak terdaftar di OJK

Otoritas jasa keuangan atau OJK adalah Lembaga yang mengawasi dan menerbitkan izin oprasi perusahaan Fintech. Tujuannya adalah untuk mengatur mekanisme pemimjaman yang rasional dan membatasi ruang gerak lintah darat atau Lembaga peminjaman yang memeras nasabahnya dengan bunga tinggi dan tidak manusia.

Jika anda berniat untuk meminajm uang melalui Fintech, ada baiknya melakukan penhecekan di situs OJK, apakah finteck tersebut sudah legal atau tidak. Jika tidak maka sebaiknya hindari atau silahkan cari Applikasi.

Tips berikutnya adalah jangan pernah percaya dengan logo OJK yang terpampang di situs pinajman online sebelum melakukan pengecekana langsung di domain OJK.go.id atau silahkan klik link berikut ini : daftar penyelenggara fintech berizin OJK.

Perusahaan fintech ilegal juga terkadang memasang banyak logo di aplikasi atau situs mereka karena logo tersebut bisa didonwload bebas di google oleh karena itu satu-satunya cara pasti untuk mengetahui pinjaman tersebut legal atau tidak tentu saja hanya melalui situs OJK.

2. Pencarian Mudah namun Bunga yang tidak terbatas

Layanan pencarian uang yang diberikan pinjaman online ilegal biasanya tidak menuntut banyak syarat hanya dengan foto Selfei anda Bersama KTP dan izin untuk mengakses data pribadi anda, maka uang akan dengan cair dalam hitungan jam.

Sebagai gantinya, Anda harus siap-siap ditagih dengan Bungan yang tidak masuk akal dalam kurung waktu yang singkat, biasanya akumulasi bunga sampai 100 % dalam kurung waktu 90 hari bahkan ada yang lebih parah lagi yakni bunga 100 % dalam kurung waktu 1 bulan.

Agar calon nasabah tertarik dengan bunga tersebut biasanya pinjaman online akan menuliskan suku bunga dalam harian ilsany abunga 1 % perhari, jadi orang-orang akan tergiur dengan angak 1% saja padahal pinjaman legal dan bank konvensional pada umunya menawarkan bunga pinjaman paling pendek bulanan bahkan satuan tahun.

Bunga pinjaman ideal paling tidak mkasimal 3 % perbulan namun rata-rata pinjaman legal dari bank memberikan bunga sekitar 10 % sampai 33 % pertahun, lebih dari itu pinjaman tersebut termasuk merugikan.

Sebut saja jika pinjam uang di pinjaman online ilegal sebesar 10 juta rupiah, maka dalam kurung waktu 3 bulan kita harus mengembali senilai 20 juta rupiah, padahal proses pencarian sudah dipotongi dengan segala macam administrasi.

Namun jika meminjam di Bank Konvensional atau Pinjaman Onlien resmi, pinjaman jika meminjam 10 juta maka total utang yang paling besar dibayarkan untuk tenor 3 bulan 10.900.000. Perbedaan yang jauh dan tidak masuk akal bukan?

Salah satu korban yang pernah melapor adalah Rahayu, warga Jakarta Timur yang meminjam uang sebesar 1 juta rupiah namun yang caiar hanya 700 ribu rupiah melalui aplikasi COCO TEK.

Rahayu harus membayar utnag tersebut sebesar 3.632.000 rupiah hanya dalam kurung waktu 33 hari atau satu bulan, dengan kata lain total pinjaman yang dibayarkan ayu hampit 700 % dari total uang yang didapatkan saat meminjam.

Hasilnya Ayu pun diteror dan fotonya disebar oleh debt colektor COCO TEK ke teman-teman dan keluarga Ayu yang ada di Kontak Handphone milik Ayu. Hasilnya Ayu pun melaporkan kejadian tersebut melalui pihak berwajib dengan nomor laporan LP/4694/VIII/2019/PMJ/Ditreskrimsus

Jadi jangan mudah tergiur dengan kemudahan tapi berfikirlah tentang kemudahan melunasi utang tersebut.

3. Informasi Perusahaan Tidak Jelas

Banyak pinjaman online ilegal di luar sana yang main kucing-kucingan dengan pihak berwajiba sehingga sangat musathail bagi mereka untuk membuka kantor permanen. Jika mereka membuak kantor permanen maka pihak berwajib akan dengan mudah melakukan penangkapan pemilik dan karaywan pinjaman online.

Hasilnya alamat pinjaman online yang dicantumkan di website mereka biasanya tidak jelas hanya menyebutkan kota saja atau malah alamat palsu.

Untuk mengecek alamat tersebut, bisa dilakukan melalui Googel Map dengan mengetikkan alamat tersebut, agar lebih yakin lagi bisa di cek dengan googel street untuk melihat detail kantor fintech tersebut.

4. Pelangaran Data privasi dan Kode Etik Data Pribadi

Pinajamn online ilegal memiliki aplikasi yang akan mencuri data pribadi yang tersimpan di smartphone, seperti akses ke microphone, kamera, kontak dan lokasi anda berada. Hal ini akan digunakna oleh mereka untuk memeras dengan cara-cara yang tidak manusiawi dan cenderung mengintimidasi nasabah.

Beberapa kasus korban Pinjaman Online sampai diteror dengan cara menelfon kerabat terdekatnya dengan nada tinggi, kasar dan mencaci maki disertai dengan ancaman. Sangkin kasarnya Zulfandi (35) menjadi salah satutu pria yang diketahui bunuh diri pasca ditagih dengan intimidasi oleh debt collector dari fintech Ilegal

5. Aplikasi Tidak Ditemukan di Playstore dan Apple Store

Googel playstore dan Apple Store menjadi salah satu online store yangh menerapkan aturan ketat bagi setiap developer untuk memasukkan aplikasi mereka di sana, salah satu aturannya adalah melarang pencurian dna pengambilan data pribadi ke perangkat baik dengan izin ataupun tanpa izin dari pemilik perangkat, hasilnya pinjaman online ilegal bakalan kesulitan untuk memasukkan apilkasi mereka di dua Online stire tersebut.

Pada umunya pinjaman ilegal akan menjaring calon korbannya melalui pesan SMS Blast dan Whatsapp, lalu mereka akan memberikan link tempat download aplikasi ilegal mereka.

Biasanya perangkat seperti Android dan Iphone akan memberikan peringatan bahwa Aplikasi berasal dari pengembang yang tidak dikenal sehingga meminta kita untuk mengubah pengaturan secara manual dengan langkah panjang di settingan agar kita benar-benar yakin saat menginstall aplikasi tersebut.

Jika hal tersebut terjadi pada anda saat menginstal APlikasi Pinjaman Online, sebaiknya segera uninstall saja sebelum anda menjadi korbannya.

Nah itu diri ciri-ciri pinjaman online ilegal yang harus dihindari, jika memang anda benar-benar butuh pinjaman online, ada beberapa pinjaman online yang sudah aman dengan suku bunga yang rendah seperti pada daftar berikut : Daftar Aplikasi PInjaman Online Resmi dengan Bunga Rendah.

Beri tanggapan