fbpx
Pasang iklan

Charta Politika: Warga Jakarta Masih Memaklumi Politik Uang

Gema, Jakarta – Charta Politika merilis hasil survei terkait maraknya politik uang dalam musim pemilu. Dari hasil rilisannya, Charta Politika menemukan sejumlah responden masih memaklumi terjadinya politik uang di musim pemilu.

Temuan Charta Politika itu merupakan hasil dari tanggapan masyarakat DKI Jakarta di 3 dapil. Ada sebanyak 2.400 responden dari jumlah 800 orang per dapil. Charta Politika sengaja mengambil sampel DKI Jakarta karena menurut mereka Jakarta bisa menjadi ukuran nasional.

“Toleransi terhadap politik uang ternyata di DKI ini juga cukup tinggi, bahwa masyarakat sangat memaklumi, sangat toleran ketika ada caleg, ada partai politik atau tim sukses yang memberikan uang. Di DKI 1, 58,2 persen yang mengatakan bahwa politik uang itu hal yang lumrah begitu ya,” ujar Direktur Riset Charta Politika, Muslimin dalam keterangan tertulisnya, Senin, 11 Februari 2019.

Meski ketiga dapil di DKI ini masih mentolerir politik uang, Charta Politika menyebut di dapil 3 masih ada masyarakat yang menolak adanya praktik politik uang di musim pemilu.

“Berbeda dengan dapil DKI-II agak lebih relatif rendah (dari DKI-I). Dan DKI-III juga, jadi lebih tinggi yang menolak. Dapil III ini memang paling tinggi penolakan money politics-nya dibanding DKI-I dan DKI-II,” ungkap Muslimin.

Meski menolak praktik money politik, responden dari dapil 3 lebih memilih untuk mengambil sumbangan sembako dari para caleg. Karena ada sekitar 40 persen responden lebih memilih sembako dibanding dalam bentuk uang.

“Ketika kita tidak menyebutkan, katakanlah, wah apa nih yg paling diharapkan selain uang tentunya, ternyata sembako juga paling tinggi. DKI-I ini ada 30 persen, DKI-II 36 persen, yang menarik tapi DKI-III ini ada 40 persen,” ujar Muslimin.

Charta Politika menyoroti persaingan para caleg peserta pemilu di dapil 3 DKI sangat ketat, dan ada sejumlah caleg yang memilih membagikan hadiah sembako kepada masyarakat di dapil 3.

“Kalau kira lihat pemberitaan, DKI-III memang pertarungan calegnya jauh lebih luar biasa. Penetrasi yang dilakukan caleg jauh lebih tinggi dan sembako-sembako murah itu memang kita lihat banyak di DKI-III, bahkan ada beberapa yang viral di media sosial,” pungkasnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)