fbpx
Pasang iklan

BPD Jawa Barat Pertahankan Lumbung Suara Prabowo-Sandi

GEMA – Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo Subianti dan Sandiaga Uno Jawa Barat menanggapi informasi serangan dari kubu Jokowi-Ma’ruf yang berencana menguasai Jabar di Pilpres 2019. Ketua BPD Jabar, Abdul Haris Bobihoe mengatakan Jabar merupakan salah satu lumbung suara Prabowo-Sandi.

“Jadi begini perlu diingat, kalau Pak Jokowi mau masuk Jawa Barat kita sudah menduduki. Jadi Insya allah kita tetap dengan kondisi yang ada kita tetap memperkuat dan kita tidak khawatir dengan upaya dari beliau (kubu 01),” kata Haris dalam keterangan tertulis yang diterima Gema.id, Selasa, 12 Februari 2019.

Haris menyebut parpol koalisi Prabowo Sandi di Jabar telah menyepakati untuk tetap mempertahankan basis suara di Pilpres 2019, khususnya daerah Jabar yang notabenenya merupakan lumbung suara paslonnya. Salah satu upaya yang dilakukan parpol koalisi ialah menyosialiasikan paslon nomor urut 02 kepada masyarakat dengan metode door to door.

“Kita sudah solid, tetap melanjutkan kegiatan yang ada mempromosikan Prabowo dengan para caleg-caleg door to door saat ini sudah turun. Mengenalkan Pak Prabowo Subianto dan Bang Sandi kepada masyarakat,” pungkas Haris.

Selain upaya door to door, BPD Jawa Barat akan senantiasa menjaga komunikasi dengan para kiai dan ulama Jabar yang mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres. Haris mengaku dukungan ulama mampu memudahkan langkah Prabowo-Sandi memenangi Pilpres 2019.

“Pendekatan dengan para ulama dan para habaib yang selama ini mendukung Prabowo-Sandi kita lakukan terus. Karena lewat ulama-ulama yang mendukung itu pengaruh di masyarakat luar biasa. Karena mereka punya pengikut yang banyak dan juga tokoh-tokoh masyarakat di daerah,” ucap Haris.

Seperti diketahui, pada Pilpres 2014 di saat Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, paslon itu memperoleh suara 59,78 di Jawa Barat. Kendati, hal itu ditepis oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang mengklaim Jabar merupakan kandang partainya yang bersiap memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“2014 kan Golkar belum bergabung kemudian PPP belum bergabung, apalagi sekarang ada figur Kiai Haji Ma’ruf Amin sehingga kandang Pak Prabowo di Jabar bergeser menjadi kandang Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma’ruf Amin,” kata Hasto,

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)