fbpx
Pasang iklan

Bersama Bruno Fernandes Segalanya Bisa Normal Lagi bagi Manchester United

...

Gema.id – Manchester United harus pasrah menerima kegagalan mereka tersingkir di babak semifinal Piala Liga 2019/2020 dari seteru abadi sekaligus tetangga yang doyan mereka juluki sebagai “Tetangga Berisik”, namun saat ini sosok tetangga itu tak sekadar berisik dan berbacot nyaring lalu bersanding dengan prestasi nihil.

Semenjak Revolusi Biru dilakukan oleh Syeihkh Mansour, perlahan dan pasti soal prestasi Manchester City terus mengejar United. Buktinya kini selangkah lagi Manchester City akan menambah koleksi gelar mereka dengan melanggeng ke partai puncak Piala Liga setelah menyingkirkan sang tetangga yang dalam beberapa tahun terakhir begitu sulit kembali bersaing memperebutkan gelar.

Kemenangan 1-0 memang diraih di Etihad Stadium, Kamis (30/1) kemarin, melalui gol indah Nemanja Matic, namun tak mampu mengantarkan United lolos ke babak final, pasalnya di pertemuan pertama berlaga di rumah sendiri, pasukan Josep Guardiola berpesta 3-1 di Old Trafford. Aggregat 3-2 menjadi skor akhir, dan The Citizen sebagai tetangga berisik, kembali membuktikan sematan itu tidak mengapa ditujukan pada mereka karena toh, terus mengusik ketenangan United dengan sebuah prestasi yang terus bertambah.

Tak ingin larut dan melihat sang tetangga terus berleha-leha, Manchester United pun melakukan perbaikan demi meningkatkan performa agar dapat lagi kembali ke jajaran elit, meramaikan perburuan gelar Liga Inggris sama seperti dulu. Kembali menjadi tim yang disegani oleh siapa pun di Tanah Britania.

Pada bursa transfer Januari ini yang tidak lama lagi segera ditutup, Manchester United bergerak dengan mengamankan salah satu gelandang potensial asal Portugal, Bruno Fernandes. Manchester United mengangkutnya dari Sporting Lisbon dengan mahar 46 juta paun.

Nama Bruno Fernandes di kancah sepak bola Eropa dalam beberapa kurun waktu ke belakang memang ramai digunjingkan. Di usia yang masih muda (25 tahun) sebelum keluar dari Sporting Lisbon dirinya memegang ban kapten tim itu. Menjadi leadership, sekaligus jendral di lini tengah klub Lisbon tersebut.

Pada bulan Mei 2019 lalu, sebagai kapten tim Bruno Fernandes berhasil mempersembahkan gelar Taca de Portugal usai mengalahkan FC Porto di laga final, Fernandes berhasil melesatkan satu gol dalam laga berkesudahan 2-2  itu, dan membuat Sporting Lisbon juara melalui babak adu penalti.

Berbeda dari pemain muda Portugal kebanyakan, saat di usia remaja menginjakkan kaki di rumput hijau kemudian kelak bercita-cita membela klub raksasa Portugal, kalau bukan FC Porto ya, Bencifa. Bruno justru mengembara ke Italia mengasah kemampuan olah bolanya setelah mengemban ilmu dasar di akademi Boavista. Di usia 17 tahun Bruno Fernandes membela Novara klub Serie B Italia pada musim 2012-2013. Talentanya yang terpantau membuat Udinese meminangnya, selama tiga musim Fernandes berada di sana.

Satu sosok pemain lagenda Italia sekaligus kapten timnya saat berseragam Udinese melayangkan pujian setinggi langit kepada Brunao Fernande, Antonio Di Natele mengatakan; “Bruno Fernandes membuat saya jengkel, (Fernandes) masih muda, di antara kami berdua, dirinya memiliki kualitas teknis yang lebih dariku dan punya dua kaki yang luar biasa,” kata Di Natale, dikutip dari The Guardian.

Di Natale mengungkapkan banyak membantu Fernandes bekerja keras dan mengasah tekniknya, dan hal itu diakui Fernandes mulai hal teknis hingga bentuk tubuh kapten Udinese tersebut banyak berperan dalam pengembangan karirnya.

Sebelum kembali ke tanah kelahiran Portugal berseragam Sporting Lisbon, Fernandes memperkuat Sampdoria di musim 2016-2017. Sekembalinya ke Portugal, bentuk terbaik Fernandes sebagai jendral lini tengah mencuat.

Berada di lini tengah lapangan, Fernandes dikenal punya mobilitas tinggi sebagai penghubung antar-lini. Meski bukan gelandang tipikal pemecah  kebuntuan, sebagai gelandang, kecakapannya dalam mengatur  dan mengubah tempo permainan dikenal handal. Dan satu lagi yang berhasil terbentuk selama ia berkiprah di Italia, Serie A yang dikenal liga yang keras, membuat mental petarung Fernandes tidak diragukan lagi.

Rasa-rasanya semua yang dimiliki Fernandes sangat dibutuhkan skuad Mancheseter United saat ini, lubang yang saat ini belum bisa ditutupi Setan Merah dan banyak mendapat sorotan adalah lini tengah. Jika semua itu berjalan lancar bukan hal yang mustahil Manchester United akan kembali pada bentuk terbaiknya.  

Beri tanggapan