fbpx
Pasang iklan

Bayern Munchen dan Philippe Coutinho Usaha Mengembalikkan Sayap-sayap yang Patah

Gema.id – Barcelona secara resmi melepas Philippe Coutinho ke Bayern Munchen dengan status pemain pinjaman dengan opsi permanen. Kepastian tersebut didapat usai Bayern Munchen mengumumkan di situs resmi klub, Sabtu (17/08/2019) kemarin..

Kabar kepergian Countiho dari Barcelona kian menguat setelah penampilannya dianggap menurun drastis pasca didatangkan dari Liverpool pada bursa transfer musim dingin 2017 lalu. Bersama Liverpool Coutinho behasil menciptakan 41 gol dalam 152 pertandingan yang dijalankan bersama The Red. Meski di Barcelona Coutinho mencetak 13 gol dari 52 pertandingan yang dijalankan, hal ini dianggap kurang memuaskan.

Kontribusi yang dianggap minim membuat pihak klub terus mendatangkan pemain baru lainnya, Barcelona mendatangkan Antoine Griezmann dari Atletico  Madrid untuk menambah amunisi lini depan mereka, terbaru mereka dirumorkan akan mengembalikan si Anak Hillang Neymar Jr dari Paris Sanit-Germain.

Posisi persaingan di lini depan Barcelona semakin padat jika benar Neymar akan kembali, yang saat ini ada nama Griezmann, Suarez, Messi, Rafinha serta Ousmane Dembele.

Ketatnya persaingan dan performa yang kurang menjanjikan membuat Coutinho ingin hengkang dari Barcelona, meski santer dikait-kaitkan dengan klub raksasa lainnya, pilihan akhirnya jatuh ke Bayern Munchen yang saat ini sedang mengalami pembaruan skuat, usia ditinggal beberapa pilar penting mereka.

Arjen Robben dan Frank Ribery merupakan pemain kunci Bayern Munchen di posisi penyerang sayap dalam kurun beberapa tahun terakhir. Keduanya sukses menciptakan 185 gol untuk Bayern Munchen, Arjen Robben dengan 99 gol dan Ribery 86 gol. Musim 2018-2019 kemarin merupakan musim terakhir kedua pemain tersebut. Usia yang tak lagi mudah dan penampilan terus menurun, membuat Robben memilih pensiun begitu pun dengan Ribery.

Kepergian dua pemain tersebut membuat Bayern Munchen terus mencari sosok pengganti yang dinilai tepat, pemain muda Timnas Jerman Serge Gnabry telah berhasil membuktikan diri pada musim lalu, dengan penampilannya apikya sukses mengantarkan Bayern Munchen mempertahankan gelar Bundesliga. Di musim lalu pula Gnarby mampu menutup lubang yang tidak bisa diisi lagi sepenuhnya Robben dan Ribery dengan berhasil membekukan 13 gol dan sembilan asis Pencapain ini membuat Gnarby dinobatkan sebagai pemain terbaik Die Roten musim lalu.

Kini kehilangan pemain pasca ditinggalkan Ribery dan Robben membuat Niko Kovac terus mencari solusi pengganti selain mendatangkan Coutinho, FC Hollywood juga  sebelumya resmi mendatangkan posisi Ivan Perisic dari Inter Milan

“Menurut saya, ini bukan hanya soal Bayern Munchen tapi bagaimana Bundesliga bisa mendatangkan pemain mega bintang untuk datang ke Jerman,” ungkap Niko Kovac dilansir dari laman resmi Bayern Munchen.

Meski berhasil mengakhiri musim lalu dengan keluar sebagai juara Bundeslig dan DFB Pokal, Bayern mengawali musim ini dengan penampilan kurang meyakinkan usai tumbang dari Borussia Dortmund 2-0 di ajang Piala Super Jerman serta di pekan perdana Bundesliga tertahan 2-2 oleh Herta Berlin di kandang sendiri, Aliianz Arena.

Coutinho sebagai Solusi?

Meninggalkan Barcelona dan memilih bergabung bersama Bayern Munchen merupakan keputusan yang tepat diambil Coutinho di mana secara posisi ia bisa mengisi posisi sayap kanan (left winger), posisi yang harus segera di isi pasca Riberry pergi. Dan yang penting bintang Brazil tersebut membutuhkan menit bermain yang banyak.

Di Barcelona Coutinho sering diplot sebagai penyerang sayap mendampingi Suarez dan Messi di lini  depan Barca selama satu setengah musim, akan tetapi persaingannya dengan Dembele membuat ia seringa ditarik mundur untuk menjadi attacking midfiled. Hal ini hampir sama yang dilakukannya bersama Liverpool selain mampu menjadi pemain yang menyisir sisi lapangan, Coutinho juga sering menjadi opsi untuk mengisi lini tengah.

Meski demikian permasalahan Coutinho di Barcelona adalah persaingan, ditarik mundur ke lini tengah Ia bersaing dengan Artur dan Rakitic menjadi pengatur serangan Barcelona dan memaksanya kadang menepi dibangku cadangan.

Pergi ke Bayern Munchen dengan mengisi posisi yang benar-benar sangat dibutuhkan tim nya saat ini di Bayern Munchen,  boleh menjadi ajang pembuktian Coutinho untuk mengisi posisi penyerang sayap sama seperti posisi aslinya.

Kini, persoalan adaptasi menjadi hal sangat perlu untuk bisa membuktikan dirinya bersama Bayer Munchen agar tidak mengalami nasib serupa kala berseragam Barcelona.

“Jika Coutinho mampu mengubah permasalahan internalnya [mencari penampilan terbaiknya] maka ia akan bisa kembali seperti dulu” ungkap pandit Xesco Expar dilansir dari Sport English.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)