fbpx
Pasang iklan

Batal Masuk Timses, Sri Mulyani: Saya Fokus Kelola Keuangan Negara

...

(Gema – Jakarta) Sri Mulyani, Menteri Keuangan dikabarkan batal masuk tim sukses bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo – Maruf Amin. Dia menegaskan dirinya ingin fokus mengelola keuangan negara.

Sri Mulyani mengatakan Presiden Jokowi melihat ada kepentingan yang lebih besar daripada dirinya masuk sebagai tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin, yakni kepentingan di sisi ekonomi.

“Presiden melihat kepentingan lebih besar dari sisi perekonomian. Saya memang selama ini kan sudah menyampaikan saya fokus ke keuangan negara. Menurut saya, memang situasi membutuhkan perhatian penuh,” kata Sri Mulyani di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 21 Agustus 2018.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa dirinya akan fokus mengelola APBN lebih dulu.

“Pokoknya saya mengatakan saya fokus ke APBN dan itu sesuai dengan intruksi Presiden,” katanya.

Sri Mulyani sebelumnya diberi posisi anggota Dewan Pengarah dalam tim kampanye Jokowi-Ma’ruf. Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan kemudian menjelaskan daftar Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf memang masih bisa berubah.

PKPI menyebut batalnya Sri Mulyani masuk tim sukses karena Jokowi mengedepankan kepentingan negara.

“Presiden Jokowi sebagai kepala negara tetap mengutamakan dan mengedepankan kepentingan negara,” ujar Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan dalam keterangannya, pada Selasa, 21 Agustus 2018.

Kubu Jokowi – Maruf, Partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung bakal calon presiden, Joko Widodo – Maruf Amin dikabarkan telah mendaftarkan susunan Tim Kampanye Nasional kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin, Senin, 20 Agustus 2018, pukul 14.00 WIB.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Verry Surya Hendrawan mengatakan, sembilan sekretaris jenderal parpol pengusung telah berkumpul di pos pemenangan Jokowi, Posko Cemara, Jakarta, pukul 13.00.

Di dalam tim kampanye Jokowi akan ditambahkan dua posisi baru, yaitu Koordinator Pemenangan Pilpres yang beranggotakan mantan official para ketua Badan Pemenangan Pemilu dan pengarah teritorial yang beranggotakan gubernur hingga wakil wali kota atau kepala daerah yang berasal dari unsur partai koalisi.

Dikabarkan keseluruhan tim kampanye nasional tersebut, totalnya berjumlah 112 orang.

Beri tanggapan