fbpx
Pasang iklan

Bangkok Summer Course Scholarship Hadir Beri Mahasiswa Pengalaman International dan Belajar Budaya Thai

(Gema – Bangkok) Beasiswa Musim Panas Bangkok (Bangkok Summer Course Scholarship) dihelat di Silpakorn University International College (SUIC), Bangkok, Thailand. Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa (31/7/2018) lalu, dan akan berakhir pada Sabtu (11/8/2018) nanti.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa berbagai negara di dunia, seperti China, Myanmar, Filipina, Malaysia, Bhutan, India, Vietnam dan Kamboja termasuk Indonesia dengan latar belakang jurusan yang berbeda-beda. Dalam kegiatan ini mengambil tema ‘International Experience’. Pada event ini, peserta yang ikut hanya membayar asuransi kesehatan saja. Selain hal tersebut semua ditanggung, termasuk biaya penerbangan, akomodasi dua minggu, kursus, serta trip budaya yang ada di dalamnya.

Patrick Raymond B Cabanban merupakan peserta asal Filipina mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur karena dapat bergabung dalam program beasiswa Musim Panas ini.

“I very thankful that I joined for this program because it offer me a chance to learn enjoy the different parts of thai culture,” ungkap Patrick saat di wawancarai oleh tim Gema Indonesia di Hotel Lub d, Bangkok, Minggu (5/8/2018).

Pada program ini, peserta belajar bagaimana sejarah dan budaya di Thailand. Mulai dari memasak berbagai masakan sampai bagaimana membuat kerajinan tangan ala negeri Gajah Putih ini.

Beasiswa Musim Panas Bangkok (Bangkok Summer Course Scholarship) dihelat di Silpakorn University International College (SUIC), Bangkok, Thailand. Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa (31/7/2018) lalu, dan akan berakhir pada Sabtu (11/8/2018) nanti.
Program Beasiswa Summer Edition

Rendi Dwi Putra peserta asal Lampung, Indonesia, mengatakan bahwa Thailand adalah negara yang kaya akan budaya. Menurutnya, hal tersebut yang membuat bangsa lain tertarik untuk berkunjung ke Negara Tersebut.

“Menurut saya budaya disini, budaya saling menghormati satu sama lainnya. Meskipun banyak kepercayaan tapi mereka tidak saling mengucilkan. Sehingga ini menjadi hal yang menarik buat bangsa lain untuk mengunjungi negara ini. makanya banyak bangsa lain dari berbagai penjuru dunia datang kesini,” jelas Rendi.

Pria asal Lampung ini juga mengomentari soalan makanan yang ada di Thailand. Tuturnya ia tidak cocok dengan makanan yang ada di negara tempatnya berkunjung tersebut.

“Masalah makanan saya tidak suka dengan makanan disini. Karena saya muslim jadi tidak makan yang tidak halal dan disini banyak. Lidah saya lidah Indonesia, saya tidak terbiasa makan makanan yang asam, kecut apalagi pahit.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)