fbpx
Pasang iklan

Bacaleg PKS dan Perindo Ajukan Pengunduran Diri di Banjarnegara, ini Alasannya

(GEMA) Uswatun Hasanah, Komisioner KPU Banjarnegara menyebutkan ada dua bacaleg yang mengundurkan diri setelah sebelumnya masuk dalam daftar calon sementara (DCS). Keduanya beralasan karena alasan keluarga.

Dua bakal calon legislatif (Bacaleg) DPRD Banjarnegara tersebut keduanya berasal dari PKS dan Partai Perindo. Dikabarkan mereka mengundurkan diri karena alasan keluarga.

Uswatun mengatakan kedua Bacaleg tersebut terdiri dari mahasiswa dan karyawan BUMD. Sehingga, nantinya hanya 538 Bacaleg yang akan bersaing untuk 50 kursi DPRD Banjarnegara.

“Untuk tahapan selanjutnya, tiga hari setelah penetapan semua bacaleg sudah boleh melakukan kampanye. Masa kampanye ini memang cukup panjang, yakni dari 23 September 2018 sampai 13 April 2019,” katanya.

Sementara itu, untuk keterlibatan perempuan, Uswatun mengatakan dari 538 Bacaleg, 44 persen di antaranya berjenis kelamin perempuan. Adapun partai yang mengikuti Pileg di Banjarnegara ada 13 partai politik, yakni PKS, Perindo, NasDem, PDIP, Golkar, Gerindra, PAN, PKB, Hanura, Demokrat, PSI, Berkarya, dan PPP.

Sebelumnya KPU akan menyertakan kembali caleg eks koruptor yang sebelumnya dikategorikan Tak Memenuhi Syarat (TMS) ke dalam Daftar Calon Tetap. Keputusan ini diambil setelah KPU merevisi larangan caleg eks koruptor dalam dua Peraturan KPU (PKPU). Hal tersebut diugkapkan oleh Komisioner KPU, Hasyim Asyari.

“Setelah terbit putusan Mahkamah Agung yang substansinya judicial review Peraturan KPU, maka kemudian KPU sudah mengambil sikap yang sudah diputuskan,” ujar Hasyim di kantor KPU, Jakarta, pada Rabu, 19 September 2018.

Hasyim mengatakan caleg eks koruptor yang akan disertakan dalam DCT adalah caleg yang gugatannya dimenangkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Caleg eks koruptor itu, kata dia, akan masuk dalam DCT yang akan ditetapkan pada 20 September 2018.

Hasyim juga mengatakan, caleg eks koruptor yang tak mengajukan sengketa dan yang sengketanya tak dikabulkan dan tidak akan dimasukkan dalam DCT.

Selain itu, Hasyim melanjutkan, caleg eks koruptor yang dibatalkan oleh partainya juga tak akan disertakan ke dalam DCT. DCT juga tak berlaku pada eks koruptor yang berniat mendaftar sebagai caleg begitu putusan MA keluar.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)