fbpx
Pasang iklan

Anggota DPR RI Bakal Tes Massal Corona, Klaim Gunakan Anggaran Sendiri

Gema.id –  Sebanyak 575 orang anggota DPR RI dan juga beserta keluarganya akan akan menjalani pemeriksaan virus corona (Covid-19) yang rencananya akan dilakukan pekan ini. Nantinya pemeriksaan terhadap anggota DPR dilakukan dengan metode test.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar. Ia menyebut kemungkina tes dilakukan pada Kamis (26/3) atau Jumat (27/3). Sementara tes bakal dilakukan di kompleks rumah dinas DPR RI yang terletak di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan.

“Karena jumlah anggota dewan 575, kalau kali empat saja rata-rata sekitar di atas dua ribu keseluruhan, dengan pembantu dan driver barangkali,” kata Indra kepada wartawan, Senin (23/3/2020) kemarin.

Indra juga mengungkapkan keluarga anggota dewan nantinya akan tes secara bergilir. Tes yang dilakukan berupa pengambilan sampel darah (rapid tet), bukan pengambilan sampel lendir hidung atau tenggorokan (Polymerase Chain Reaction/PCR).

Direncankan sebanyak empat dokter dan empat paramedis akan ditugaskan mengawal pemeriksaan nantinya, dan seluruh keluarga akan mengikuti tes kesehatan tersebut.

“Kalau itu negatif, langsung dirujuk ke beberapa rumah sakit untuk divaksin anti flu dan antipneumonia,” katanya.

Dia juga menjelaskan tak ada anggaran negara yang dikeluarkan untuk melakuakn tes tersebut, Indra mengklaim anggaran berasal dari sumbangan anggota DPR RI.

“Ini ada beberapa sumbangan anggota-anggota pimpinan untuk menagadakan rapid tes-nya, tapi kalau penanganannya itu ya tentu itu ada dengan intern dokter dan paramedis kami,” ucapnya.

Pada mulanya hanya anggota DPR yang di atas 50 tahun akan menjalani tes namun akhirnya tes itu akan digelar untuk semua atas permintaan anggota dewan.

Indonesia sendiri saat ini menjadi negara Asia Tenggara dengan jumlah kematian tertinggi akibat virus corona. Per 23 Maret 2020, sudah ada sebanyak 579 kasus, dan 49 meninggal sementara dinyatakan sembuh sebanyak 30 orang.

Presiden Jokowi sendiri telah mengambil langkah dengan mengadakan tes massal sebagai upaya menekan penyebaran virus di tanah air. DKI Jakarta sendiri saat ini menjadi wilayah yang paling banyak terkena virus corona dengan 353 terkonfirmasi dan 29 meninggal.

“Segera lakukan rapid test (tes cepat) dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seorang terpapar COVID-19 bisa kita lakukan. Saya minta alat rapid test terus diperbanyak, juga memperbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes dan melibatkan rumah sakit, baik pemerintah, milik BUMN, Pemda, rumah sakit milik TNI dan Polri, dan swasta, dan lembaga-lembaga riset dan pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan,” kata Presiden Jokowi.

Beri tanggapan