fbpx
Pasang iklan

Analisis Bayern Munchen vs RB Leipzig: Meredam Lewandowski adalah Kunci

Gema.id – Laga nihil gol tersaji kala pemuncak klasemen sementara Bundesliga 2019/2020 Bayern Munchen menjamu tamunya RB Leipzig  yang menghuni peringkat kedua di Allianz Arena, pada Minggu (9/2/2020) kemarin. Hingga wasit meniup peluit panjang pertandingan kedua tim gagal mencetak angka dan pertandingan pun berakhir 0-0.

Hasil tersebut tak mengubah posisi mereka di papan klasemen dengan masing-masing tambahan 1 poin di pekan ke-21. Dengan torehan 42 poin Bayern Munchen masih bercokol di puncak klasemen sementara RB Leipzig membuntuti dengan 41 poin.

Mengapa di awal saya menekankan kata “tersaji” karena pertandingan yang nyatanya berakhir dengan skor 0-0 menjadi tontonan yang menarik, terlepas dari tidak adanya sebiji gol pun tercipta, laga 90 menit itu nyatanya tak buruk-buruk amat.  Kedua tim benar-benar memanfaatkan kelebihan yang dimiliki dan sama-sama mengeksploitasi kelemahan lawan masing-masing.

Dengan permutasi starategi dan taktik yang dijalankan kedua pelatih di laga ini sangat menghibur dengan mempertontonkan gaya sepak bola yang dimiliki kedua  kesebelasan. Meski RB Leipzig  tak terlalu diunggulkan karena melakoni laga tandang yang berat ke Allianz Arena serta di tiga pertandingan terakhir gagal meraih kemenenangan, dua kali seri dan  sekali menenelan kekalahan, menghadapi Bayern Munchen pasukan Julian Nagelsmann tampil tak kikuk dan panik di salah satu laga yang di sebut sebagai laga “penentu gelar” ini.

Bayern Munchen sendiri meski semenjak memecat Niko Kovac dari kursi kepelatihan memang mengalami tren peningkatan dari hasil pertandingan dan motivasi baru di ruang ganti di bawah Hans-Dieter Flick, namun tak bisa dipungkiri Bayern Muchen tak sedominan lagi seperti musim-musim sebelumnya, hanya ada satu pembeda di antara kesemua kontestan liga, skuad Bayern terlalu mumpuni dan jauh berada di level klub lainnya.

Menutup Suplai pada Lewandowski

Bayen Munchen dan RB Leipzig sebenarnya dua tim yang memiliki gaya sepak bola yang sama yaitu sepak bola menyerang, kedua tim berada di posisi tiga besar untuk sementara di musim ini untuk urusan mencetak gol, sepanjang pegelaran Bundesliga 2019/2020 Bayern Munchen telah mencetak 58 gol, sementara RB Leipzig mencetak  53 gol, keduanya hanya kalah dari Borussia Dortmund dengan 59 golnya.

Disamping itu, dua penyerang kedua tim juga menduduki daftar top skor sementara, di kubu Bayern Munchen ada striker anyar Robert Lewandowski telah megemas 22 gol, dan Timo Werner telah mencetak 20 gol musim ini bersama RB Leipzig.

Jadi pertarungan dua tim ini merupakan adu tajam penyerang di masing-masing kubu, maka dari itu kedua pelatih menggunakan cara di lapangan untuk meredam agar dari mereka tidak mencetak gol.

Julian Nagelsmann mengintruksikan anak asuhnya turun dengan formasi 3-4-3 sementara tim tuan rumah turun dengan 4-5-1 dengan menempatkan Lewandowski sebagai target man. Setelah tiga kali secara beruntun di pertandingan terakhir selalu mencetak gol, menghadapi RB Leipzig, penyerang asal Polandia ini mengalami kebuntuan.

Meredam Lewandowski menjadi salah satu kunci keberhasilan RB Leipzig mencuri angka. Tentu caranya dengan meminimaliris suplai bola yang diterima Lewandowski.  Konrad Leimer dan Sabitzer menjadi gelandang pekerja yang bekerja ekstra pada pertandingan ini untuk merusak ritme Bayern Munchen dari lini tengah.

Kurangnya suplai bola yang diterima membuat Lewandowski yang berposisi sebagai target man terpaksa turun menerima bola lantaran suplai yang minim, memang pada kenyataannya sebanyak 46 touches dicatatkan namun ini lebih sering terjadi kala Lewandowski tidak berada di dalam kotak penalti lawan.

Komparasi keduanya pun berjalan baik, memperkecil suplai bola dan membuat Lewandowski harus meninggalkan posisinya berpengaruh pada jumlah shot pada pertandingan ini yang hanya sebanyak  2 kali melakukan shots yang tidak berbuah gol.

Di lini tengah Bayern Munchen terlihat dominan, apalagi yang mereka memiliki gelandang wahid pada diri Thiago Alcantara yang pada pertandingan ini memiki jumlah sentuhan terbanyak sebanyak  118 touches. Secara keseluruhan selama 90 menit laga berjalan pemain Bayern Munchen melakukan 962 sentuhan, jauh dominan dari RB Leipzig yang hanya 524 touches.

Bayern juga menguasai ball possession yang mencapai 52 persen unggul tipis dari RB Leipzig dengan 48 persen.  Meski di atas kertas unggul dari jumlah penguasaan, sirkulasi tidak jalan karena pendekatan yang dilakukan sang lawan berhasil untuk membuat para pemain Bayern Munchen tidak berkembang dengan melakukan high-pressing.

Pendekatan ini membuat para pemain Bayern Munchen banyak melakukan kesalahan dengan tidak berada di posisinya, alias loss possession sebanyak 34 kali di sepanjang 90 menit pertandingan.

Lantas apa boleh dikata pertandingan ini milik RB Leipzig meski rataan rating pemain lebih tinggi mencapai 6,8 dibanding Bayern Munchen yang 6,5 oleh Whoscored? Tidak juga, RB Leipzig pada pertandingan juga tidak tampil efektif dari sekian peluang yang didapati. Timo Werner terlihat frustrasi karena beberapa peluang terlewat begitu saja.

Terlepas dari itu, hasil ini sepertinya akan membuat perburuan gelar Bundesliga musim ini makin seru, bahkan hingga akhir musim nanti.       

Beri tanggapan