fbpx
Pasang iklan

7 Rahasia Orang Sukses yang Wajib Pengusaha Muda Pahami – Entrepreneur

...

Gema.ID – Menjadi seorang pengusahan bukanlah hal sulit, karena saat ini ada banyak program pemerintah dan swasta yang memberikan modal kepada pengusaha yang memiliki ide bisnis yang bernilai jual, namun hal ini berbeda jika kita ingin menjadi pengusaha sukses.

Pengusaha dan pengusaha suskes adalah dua hal yang berbeda, karena siapa saja bisa jadi pengusaha namun untuk menjadi sukses, seorang pengusaha harus memiliki banyak trik, strategi, paling tidak 7 rahasia berikut mungkin membuat kamu satu langakh lebih dekat menjadi pengusaha sukses.

1. Mengenali Pasar

Pengusaha tidak semata bercerita tentang keterampilan atau sebuah skill, karena keterampialn dan sebuah skill itu standar dasar yang harus dimiliki oleh seorang peserta, sedangkan pengusaha butuh lebih dari sekedar skill.

Skill hanya berputar seberapa layak produk yang disediakan terkait dari segi kualitas, dan sudah menjadi resep umum jika menjual produk dengan kualitas terbaik akan dibeli pasar, namun kembali lagi apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak.

Seorang pengusaha membutuhkan intuisi akan kondisi pasar dari produk yang mereka sediakan, entah produk tersebut adalah barang dan jasa. Jangan sampai kinginan menjadi pengusaha hanya didasari kemampaun atau ketermpailan menyediakan prosuk yang mumpuni namun pasar tidaklah begitu berminat dengan produk tersebut.

Jangan pernah berpikir memiliki skill yang bagus akan membuat kamu bisa jadi pengusaha sukses, karena hal ini sangat mudah dipatahkan sebut saja kamu adalah seorang pengrajin mantel bulu yang sangat handal bahkan punya pengalaman membuat mantel bulu lansung dari Alaska, tiba-tiba kamu membuka usaha di Indonesia, tentu saja hal tersebut bukanlah hal yang baik.

Bisa saja kamu menjadi pengusaha sukses mantel bulu, namun kamu sudah mengenali pasar kamu, yakni tidak berjualan di Indonesia, tapi hanya memproduksi di Indonesia dengan biaya produksi yang lebih murah, tapi jualannya di Alaska.

2. Menyelesaikan Masalah

Seorang pengusaha yang handal bakalan tahu bahwa yang dibutuhkan oleh masyarakat bukanlah produk-produk baru yang mutakhir dengan segala kemajuan, kehandalan atau kemajuannya.

Sebut saja bisnis makanan, seorang pengusaha bakalan tau bahwa menyedikan steak dari daging premium dan dimasak oleh koki yang profesional bakalan jauh lebih bagus daripada menyediakan steak dari daging biasa-biasa saja dan dimasak oleh koki pemula, namun apakah steak kualitas premium tersebut memang dibutuhkan di sekitar tersebut.

Pertanyaannya adalah seberapa butuh orang-orang disektar sana ingin memakan steak berkualitas premium? Hal ini tentu saja menjadi hal yang lucu jika disediakan di kantin sekolah yang calon costumernya adalah siswa-siswi dengan uang jajan terbatas.

Masalah mereka hanya mencari jajanan yang bisa menunda lapar dengan kondisi keuangan yang terbatas, jika mereka memang ingin makan steak dengan pacarnya misalnya, mereka tentu saja bakalan hang out ke restoran bintang lima untuk menikmati makanan tersebut.

Masalah steak premium bisa jadi menjadi urgent untuk diadakan jika lokasi tersebut ada ditempat kumpulan orang-orang yang membicarakan bisnis ratusan juta rupiah sehingga tidaklah elok dibahas di warteg, mungkin lokasinya seperti di pusat perekonomian.

Dalam kondisi ini Steak Premium adalah solusi dari masalah para orang-orang yang kumpul di pusat perekonomian dan bisnis. Oleh karena itu untuk menjadi pengusaha yang sukses bukanlah kembali ke kualitas diri kamu semata dalam menyediakan produk, tapi juga kebutuhan pasar dan ide menyelesaikan masalah.

3. Fokus ke Tujuan

Setelah memutuskan untuk menyediakan produk yang dibutuhkan pasar maka tugas kamu berikutnya adalah fokus ke tujuan kamu sebagai seorang pengusaha adalah fokus menjadi pengusaha sukses.

Jangan pernah termakan hasutan pengusaha itu hidupnya enak karena jam kerjanya fleksible dan penghasilannya tidak terbatas, sedangkan karyawan itu hidupnya susah, jam kerjanya saklek 8 jam sehari dengan gaji dan penghasilannya sudah ditentukan dan terbatas.

Pengusaha sukses itu hidupnya berbeda, karena waktu kerja mereka memang fleksibel tidaklah saklet mulai dari toko dibuka sampau toko ditutup tapi malah jauh sebelum toko dibuka dan sampai setelah toko ditutup itu masih bagian jam kerja dari pengusaha.

Jika pekerjaan kamu lebih santai dari karyawan kamu, maka yakinlah penghasilan kamu bakalan jauh lebih rendah dari karyawan kamu, dengan kata lain kamu hanya membawa usaha menuju kehancuran.

Seorang pengusaha harus punya Visi jangka panjang kemana perusahaannya ke depannya, Visi itu kemudian dibagi ke dalam misi-misi yang harus dicapai dalam kurung waktu tertentu untuk mengukur seberapa jauh usaha dia berkembang atau malah meredup.

Misi-misi jangka panjang ini adalah Visi jangka pendek dari usaha kamu, bisa saja dipecah sampai ke Visi harian, sehingga sebelum usaha kamu buka hari ini kamu sudah punya target yang harus dipenuhi dalam satu hari ini.

Seluruh progres yang telah kamu lakukan harus tercatat dengan baik agar ada landasan untuk melakukan evaluasi mengenai perjalanan bisnis dan usaha kamu.

Manfaat dari laporan ini sangatlah banyak seperti untuk mengetahui seberapa besar margin keuntungan kamu hasilkan, apakah penghasilan sudah sesuai dengan tenaga yang kamu keluarkan, ataukan ada rententan keselahanyang kamu lakukan sehingga penghasilan kamu kurang maksimal.

Intinya dari seorang pengusaha adalah mengabdikan hidupnya untuk usaha yang ia lakoni, atau dengan kata lain fokus itu memiliki tujuan SMART : Spesific, Measurable, Attainable, Relevant dan Timely.

4. Naikkan Standar

Apapun yang kamu lakukan jangan pernah bangga dengan keadaankamu saat ini, terusalah naikka standar kamu. Terus tingkatkan skill dan terbiasalah dengan inporvement, latihan rutin dan ikuti seminar yang bermanfaat untuk kamu.

Kamu tidak mungkin satu-satunya orang yang sednag menjalankan usaha yang sedang kamu jalani, oleh karena saingan kamu bukanlah orang-orang biasa tapi bisa jadi orang-orang yang terus saja meningkatkan kualitas mereka, jika kamu tetap ada di posisi itu-itu saja.

Selain itu hampir tidak ada yang instan di dunia, termasuk menjadi pengusaha. JIka memang jadi pengusaha itu instan maka semua karyawan kamu akan jadi pengusaha karena secara teknis dia tahu cara membuat produk yang kamu sediakan.

Riset yang dilakukan oleh Malcolm Glaldwell paling tidak dibutuhkan waktu 10.000 jam untuk menjadi master di bidang tertentu, jangan pernah berharap menjadi cara isntan untuk jadi pengusaha.

Bahkan Bruce Lee saja pernah menyatkan bahwa dirinya tidak akan pernah takut dengan orang yang menguasai 1000 jenis jurus, tapi ia malah taku melawan orang yang belajar pada satu juru namun berlatih 1000 kali.

5. Punya Mentor

Kembali lagi ke Bruce Lee, mungkin orang-orang tidak akan kenal dia jika ia tidak bertemu dengan seorang guru ahli Win Chun bernama Ip Man, lalu apakah ketemu dengan Ip Man itu cukup, tentu saja tidak dia harus berlatih keras agar gerakan semakin lancar dan pasih.

Setiap orang butuh menotr, karena buku bisnis yakmu baca, termasuk artikel ini tidaklah cukup. Alasannya pertama tentu saja tidak mungkin ada satu orang yang bisa menulsikan semua pengalamannya dalam sebuah buku, dan yang ke dua kalimat yang tertulis dalam buku mungkin saja diinterpretasikan berbeda oleh orang yang membaca.

Melalui mentor yang tentu saja lebih berpengalaman tentu saja ada informasi-informasi detil yang bisa diberikan yang kadang terlewat dari buku-buku bisnis, belum lagi biasanya ada teknis yang tabu dituliskan di buku, namun melalui mentoring, biasanya tips-tips tersebut akan lebih mudah disampaikan.

“You are not nut in this business,” jadi tetaplah belajar, bahkan sekelas Mark Zuckerberg saja ketika ingin berkunjung ke China tahun 2010 lalu juga mencari mentor belajar bahasa China dan etika orang china padaha dia pasti ditemani oleh alih basaha profesional, namun maslaah belajar itu berbeda.

Sangkin jatuhnya dengan china, Mark bahkan menikah dengan salah satu mentornya dalam mempeljari etika orang-orang China.

6. Attitude

Percayalah pegusaha kaya, sombong, sukses, dan santai, hanya ada di dunia sinetron tidak akan pernah ada di dunia nyata, karena seorang pengusaha itu bisa berhasil karena interkasinya dengan orang lain, termasuk produk mereka akan dibeli orang lain.

Dengan kata lain, kesuksesan seorang pengusaha itu tidak ditangannya semata, malah bisa kalau bisa dipresentasikan kesuksesan seorang pengusaha sebagian besar ditentukan oleh attitudenya ke orang lain.

Attitude itu bisa jadi ke pelanggan yang membuat mereka selalu ingin kemabli membeli produk yang disediakan, Attitude yang baik ke Mentor akan membuat mentor tersebut tidak segan-segan memberikan rahasia paling dalam dari mereka yang mungkin tidka di sampaikan ke orang lain.

Attitude yang baik ke teman dan kenalan yang mungkin saja teman yang kesal akan menjelek-jelekkan bisnis namun kalau kita baik mereka akan dengan senang hati mempromosikan produk kita atau malah mereka ada kemungkinan menjadi investor atau membawakan teman mereka yang lain yang akan menginvestasikan uang mereka ke usaha kamu.

Dan hal yang paling penting adalah Attitude ke Karyawan atau jangan pernah menganggap mereka karyawan tapi mereka adalah tim kamu. Kegagalan kamu memimpin mereka adalah kegagalan usaha kamu, begitupun sebaliknya, kegagalan mereka melaksanakan tugas mereka adalah kegagalan usaha kamu juga.

Tim atau karyawan kamu adalah orang yang akan kamu temui sehari-hari apalagi jika kamu masuk kategori pemula. Bersikap buruk ke depan mereka akan membuat suasana kerja bakalan rusak atau malah mereka hanya akan bekerja tanpa ada filling yang baik ke usaha kamu sehingga mereka akan melakukan pekerjaan sesuai dengan SOP saja tanpa etos kerja.

Namun jika kamu bersikap baik ke meraka besar kemungkinan mereka ikut berjuang membangun bisnis kamu sehingga ada muncul rasa memiliki juga dengan usaha kamu. Sampai akhirnya ada Chemistri di dalam diri mereka dan mereka merasa kegagalan bisnis kamu bakalan ancaman bagi pekerjaan mereka.

7. Berhenti Menyogok Tuhan

Ada beberapa kasus lucu pada banyak pengusaha muda di negara-negara religius seperti Indonesia, yakni “menyogok tuhan”.

Salah satu ciri-cirinya adalah ketika usaha mereka baru saja dibuka mereka menghabiskan banyak sekali uang untuk grand opening padahal usahanya hanya sekali masih kecil, belum dikenal orang namun uang yang dihamburkan untuk grand opening dengan meberikan makan orang sangatlah banyak.

Tujuanya menurut mereka adalah beramal sambil memberi makan agar dimudahkan usahanya oleh tuhan apakah kata ini tidak cocok dianalogikan sebagai “Menyogok tuhan”, namun apakah tuhan harus disogok?

Tentu saja tidak salah memberi makan, namun kalau tujuannya ingin merubah nasib atau membuat bisnis laku seperti hal ini agak sedikit keliru, karena tuhan sendiri tidak mau merubah nasib suatu kaum tanpa ada upaya yang dilakukan oleh kaum tersebut, jadi untuk merubah nasib tidaklah benar dengan cara “menyogok tuhan”

Berikhtiarlah karena usaha itu adalah tugas manusia mengupayakan hal yang terbaik untuk usahanya, setelah berusaha dengan baik, lalu tutuplah dengan berdoa karena hasilnya tetap milik tuhan.

Beri tanggapan