fbpx
Pasang iklan

5 Strategi Jokowi Atasi Defisit Neraca Transaksi Berjalan!

Gema.id — Pemerintahan Joko Widodo  (Jokowi) periode kedua telah menyiapkan beberapa strategi untuk menekan defisit neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) dalam tiga sampai empat tahun ke depan.

Strategi tersebut di antaranya penggunaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oils/CPO) lebih banyak dalam negeri dan membangun industi baterai listrik.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menemui para pendiri perusahaan nasional ternama di acara bertajuk 100 CEO Forum Kompas, Kamis (28/11/2019) kemarin.

“Saya meyakini dengan transformasi ini ekonomi ini, saya yakin kita bisa menyelesaikannya dalam empat tahun yang namannya CAD,” ungkap Jokowi pada keterangan pers yang diterima.

Berikut beberapa strategi Jokowi untuk merealisasikan hal tersebut.

Program Biodiesel

Strategi pertama yang akan dilakukan pemerintah yakni, saat ini mulai menjalankan program mandatori campuran minyak nabati ke Bahan Bakar Minyak (BBM) alias biodiesel.

Dalam prosesnya pemerintah telah berhasil mengefektifkan pengguna B20 dan rencananya akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih besar.

Menurut pemerintah penggunaan CPO BBM bisa membuat nilai dan volume impor komoditas mentah ini menurun, sehingga bisa menghemat devisa yang dibelanjakan ke luar negeri.

Dampaknya juga akan berimbas ke petani lantaran produk mereka berhasil terserap. Dan, tentunya hal ini dapat meningkatkan harga CPO di pasar internasional karena pasokan berkurang atas peralihan konsumsi nasional yang besar.

Mempercepat Industri Baterai

Berkaitan dengan strategi kedua, pemerintah akan mempercepat pembangunan industri baterai listrik dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

Komoditas bijih mineral nikel yang sebelumnya dieskpor secara mentah sehingga mengeluarkan biaya banyak untuk pemenuhannnya dalam negeri, per 1 Januari 2020 sudah tidak diizinkan lagi.

Dengan pelarangan itu, bijih mineral akan diolah smelter agar mendapat nilai tambah. Nantinya pemerintah mencanangkan bijih mineral nikel bisa disulap menjadi baterai listrik sehingga ekspornya berlipat ganda.

Membangun Industri Mobil Listrik

Untuk terus menekan kebutuhan impor BBM, pemerintah akan membangun industri mobil listrik, karena impor BBM selama ini diduga menjadi hal yang mempengaruhi defisit neraca perdagangan.

Di sisi lain kebijakan ini akan membuat Indonesia memiliki sarana transportasi akan ramah lingkungan.

“Ini strategi bisnis negara yang kami rancang agar negara kita menjadi negara besar industri mobil listrik. Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar nomor satu dunia dan kami sudah kirim menteri untuk mendekati industri besar, seperti Korea dan Jerman,” kata Jokowi.

Setop Ekspor Komoditas Mentah

Untuk menekan defisit neraca berjalan pemerintah juga ingin mengurangi ekspor komoditas mentah lain, misalnya batu bara. Pemerintah menginginkan agar penggunaan batu bara benar-benar dimaksimalkan penggunaannya sehingga bisa menjadi impor gas.

Pembangunan Kawasan Destinasi Wisata Baru

Strategi yang digunakan pemerintah juga akan mempercepat pembangunan destinasi wisata baru yang disebut Bali baru, yaitu Mandaika, Borobudur, Manado, Danau Toba, dan Labuan Bajo. Pengembagan ini dilakukan untuk menambah aliran devisa dari sektot pariwisata.

Para Bali baru ini akan diselesaikan pada 2020 dan dilengkapi dengan berbagai kelender acara yang mampu menarik wisatawan mencanegara.

Selain itu, pemerintah juga akan gencar menarik investasi sebagai modal dari berbagai pembangunan hilirisasi industri

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)