fbpx
Pasang iklan

Sebaiknya Baca Ini Sebelum Daftar, 5 Alasan Mengapa Tidak Perlu Ngotot Jadi ASN Jalur PPPK

Gema – Pendaftaran Aparatur Sipil Negara jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau PPPK kini telah dibuka melalui sscasn.bkn.go.id.

PPPK memiliki fasilitas dan kewenangan yang lebih sedikit dibandingkan menjadi Aparatus Sipil Negara jalur Pegawai Negeri Sipil, namun meskipun demikian pendaftaran PPPK ini membludak.

Apakah PPPK ini menjadi salah satu pekerjaan impian yang memberikan jaminan hidup sebagaimana orang-orang impikan mengenai pekerjaan?

Tentu saja tidak ada yang salah menjadi aparatus Sipil Negara melalui jalur PPPK kecuali jika anda mau membuka fikiran sendiri dan mulai melihat kehidupan dari sudut yang pandang yang berbeda. Sampai akhirnya muncul 5 alasan mengapa anda tidak perlu menjadi ASN jalur PPPK.

#1. Tidak Memiliki Jenjang Karir

Karir merupakan bagian yang terpenting tidak hanya dalam pekerjaan tapi juga dalam hidup. Pasalnya ketika seseorang lulus sarjana dengan status singgel mungkin kebutuhan hidup untuk seorang lajang tentu saja masih sedikit, oleh karena pekerjaan dengan gaji kecil mungkin tidak menjadi masalah berarti.

Hal ini akan menjadi masalah seiring dengan bertambahnya waktu, dimana seseorang sudah mulai berkeluarga maka kebutuhan hidup akan semakin bertambah, oleh karena kita akan membutuhkan lebih banyak penghasilan.

Jika PPPK merupakan pegawai pemerintah tanpa kewenangan dalam memegang jabatan maka dipastikan jika PPPK tidak memiliki jenjang karir, belum lagi klausal perjanjian kontrak kerja selama satu tahun dan akan diperpanjang tahun berikutnya jika dianggap memiliki kinerja yang bagus.

Hal ini tentu saja menjadi ambigu, karena kinerja yang bagus dari seorang Aparat Sipil Negara tanpa kewenangan jabatan dapat dipastikan akan ditempatkan pada tempat yang bersifat tehnis. Masalahnya dalam hal bersifat tehnis, biasanya pegawai tidak membutuhkan keterampilan khusus hanya perlu menjalankan perintah yang tertera pada Undang-undang, misalnya verikator berkas atau pada bagian loket pendaftaran, jadi kehilangan satau pegawai dapat digantikan dengan pegawai baru.

Hal ini sangat jauh berbeda dengan perusahaan yang biasanya pegawainya akan memiliki keterampilan khusus yang sangat sulit mencari penggantinya. Hasilnya karyawan-karyawan seperti ini akan dijaga dengan baik oleh pihak perusahaan atau perusahaan lain akan mengincar dengan tawaran gaji yang lebih tinggi.

#2. Sulit untuk Berkembang

Menjadi Aparatur Sipil Negara hampir serupa dengan Pegawai Negeri Sipil hanya saja tidak semua bagian akan diisi dengan pegawai PPPK. Bagian-bagian yang akan diberikan hanya pada bagian teknis atau pelaksana tugas, sedangkan pada bagian mengambil keputusan dan kewenangan hampir sama sekali tidak memungkinkan.

Hal ini membuat pekerjaan PPPK akan terus-terus pada satu bagian saja. Hasilnya akan ada satu pekerjaan yang dibebankan kepada ASN PPPK. Ketika suatu saat kontrak yang idberikan tidak diperpanjang oleh pemerintah kira-kira skill dan keterampilan apa yang membuat perusahaan akan tertarik dengan CV anda?

Hal ini tentu saja perlu dipertimbangkan mengapa anda tidak perlu menjadi PPPK, memang ada beberapa bagian pekerjaan dari pemerintah yang membutuhkan skill seperti penyuluh pertanian, Juru ukur tanah, Penyuluh peternakan, dokter, perawat, bidan dan sejenisnya, hanya saja rumor mengenai kinerja dari pegawai pemerintah yang rendah susah kepalang berkembang luas dan sulit untuk dihapuskan, oleh karena eks pegawai pemerintah dalam hal ini honor ataupun nantinya kelak PPPK yang telah putus kontrak tidak akan menjadi pertimbangan berarti ketika ingin digunakan untuk melamar pekerjaan.

Pertimbangan ini bukan dengan maksud mengancam namun dalam undang-undnag mengenai ASN untuk PPPK pasal 105 bagian D dan E menyebutkan jika PPPK dapat diberhentikan kapan saja sesuai dengan kebijakan pemerintah atau misalnya terjadi kecelakaan sehingga seorang PPPK tidak dapat melaksanakan tugasnya maka akan diberhentikan. Sangat jauh berbeda dengan PNS yang akan dipensiunkan dini dalam artian tetap mendapatkan gaji pensiun.

#3. Rawan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Politik

Berdasarkan aturan seluruh ASN dan perangkat pemerintah termasuk TNI dan Polri tidak akan diberikan ruang untuk memiliki kegiatan dalam politik praktis, kecuali pada bagian tertentu seperti jabatan politik setingkat kepala daerah atau menteri, namun itupun dengan jalur yang diatur secara ketat.

Akan tetapi hal jauh berbeda dengan praktik yang ada di lapangan. Sudah menjadi rahsai umum jika pegawai daerah akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan keadaan politik di daerah tersebut. Misalnya pada pencalonan kepala daerah. Meskipun tidak boleh secara terang-terang memilih kandidat tertentu, tapi beberapa kasus menunjukan bahwa kepal daerah mengarah ASN untuk memilih calon petahan atau yang dianggap memiliki hubungan calon sebelumnya.

Jika tidak maka bagi PNS yang sulit dipecat biasanya kan dimutasi setelah calon tersebut terpilih, atau paling tidak harus rela non-job. Memang tidak semua kepala daerah melakukan hal ini, namun sudah banyak isu yang beredar dan sulit untuk dibuktikan karena selalu saja ada pembelaan abu-abu dari kepala daerah tersebut.

Lantas bagaimana dengan PPPK? Memang belum ada kasusnya karena pegawainya juga belum ada, namun beberapa kasus di daerah untuk honorer yang dipecat sepihak karena tidak memiliki pandangan politik yang sama dengan kepala daerah atau paling tidak dengan pejabat pegawai bersangkutan.

Kalau begitu kan sederhana saja, kita ikut berpihak saja dengan kepala daerah yang sedang menjabat atau ikut dalam pemilihan selanjutnya. Resiko jadi semakin besar, bagaimana jika mereka tidak terpilih, atau atasan kalian memiliki pandangan yang berbeda? Hal ini mungkin jadi pertimbangkan mengapa tidak perlu untuk jadi PPPK.

#4. Tidak Memiliki Jaminan Hari Tua.

Tidak ada yang orang yang ingin masa tuanya sengsara dan menderita, terlebih ketika kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. Yah tentu saja masa ini akan sulit untuk mendapatkan penghasilan dan berharap pada gaji pensiunan atau tunjangan hari tua.

Lantas bagaimana dengan PPPK? Seperti yang dijelaskan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja tidak dilengkapi dengan fasilitas tunjangan hari tua atau pensiunan.

Kan perusahaan Swasta juga dan Pegawai BUMN juga tidak memiliki tunjangan hari tua. Yah memang benar namun mereka sudah diberikan gaji fantastis sehingga bisa membayar Asuransi yang memberikan tunjangan hari tua.

Keluraga Bahagia di Hari Tua

#5. Krisis Tenaga Kerja dan Peluang Usaha

Di era yang serba maju saat ini kegiatan pasar maju dengan cepat. Banyak jasa dan barang yang dibutuhkan, oleh karena tentu saja ada banyak peluang untuk membuka usaha atau bekerja pada perusahaan besar yang memberikan fasilitas kerja yang luar biasa.

Indonesia sendiri bahkan kekurangan tenaga kerja profesional sehingga perlu rasanya mendatangkan tenaga kerja handal dari luar negeri, sekiranya tidak tentu saja tidak akan ada perusahaan yang mau memberikan gaji tinggi pada pekerja asing jika pekerja lokal memiliki skill yang sama.

Cewek cantik baju ketat Pekerja manis Porfesional

Jadi idenya hanya satu yakni kuasai keterampilan tertentu saat kuliah atau masuk dalam balai latihan kerja. Saat ini tentu saja informasi mengenai pekerjaan akan didapatkan dengan mudah dengan majunya teknologi. Hanya saja apakah pekerja yang dibutuhkan juga ada? Jadi sepertinya perlu dipertimbangkan lagi jika mengatakan kesulitan lowongan pekerjaan.

Bahkan banyak perusahaan diluar sana yang saling berebut tenaga kerja profesional dengan mengandalkan jasa para Head Hunter. Jangan tanya masalah gajinya, tentu saja akan ditawari gaji yang lebih tinggi dari perusahaan sebelumnya.

Selain itu sistem ini tidak perlu khawatir dengan sistem kekeluargaan atau pendidikan. Semuanya akan dititikberatkan pada skill dan kemampuan individu. Pasanya Kartu Keluarga atau Ijazah Dari Universitas Terakreditasi A kamu tidak akan bisa menyalakan mesin yang mati, menjual produk, membaca pasar, merancang sistem kerja, atau melakukan evaluasi mengenai kinerja perusahaan. Semuanya akan melekat pada diri kamu, dan perusahaan yang masih menggunakan cara kekeluargaan dalam sistem rekrutmen akan tertinggal dan perlahan-lahan sirna.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)